Headline

24 Calon Dubes RI Lulus Uji Kelayakan, Ini Daftarnya

JAKARTA, Kanal Berita – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah menyelesaikan proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) terhadap 24 calon duta besar Indonesia yang akan ditempatkan di berbagai negara sahabat. Hasil evaluasi menyeluruh ini telah diserahkan kepada pimpinan DPR untuk menentukan langkah selanjutnya.

 

Proses uji kelayakan yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan ini dinilai berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Seluruh calon duta besar yang mengikuti tes dinilai memiliki kapasitas dan kompetensi yang memadai untuk mengemban tugas diplomatik di luar negeri.

 

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil evaluasi kepada pimpinan DPR untuk ditindaklanjuti. Keputusan mengenai waktu pengumuman resmi dan finalisasi proses seleksi sepenuhnya berada di tangan pimpinan DPR.

 

“Sudah kita serahkan ke pimpinan, nanti biar pimpinan menentukan. Karena pasti ada kebijakan-kebijakan tertentu, kapan pimpinan mau bacakan dan selesaikan,” ujar Dave Laksono saat memberikan keterangan kepada media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dikutip dari okezone, Selasa (8/7/2025).

 

Dalam evaluasinya, Komisi I DPR tidak menemukan kendala yang signifikan dalam proses penilaian terhadap para calon duta besar. Setiap kandidat dinilai telah menunjukkan pemahaman yang baik terhadap tugas dan tanggung jawab yang akan diemban, serta mampu mengartikulasikan visi dan misi pemerintah dengan jelas.

 

Penilaian komprehensif ini mencakup berbagai aspek, mulai dari kapasitas intelektual, pengalaman kerja, pemahaman terhadap politik luar negeri Indonesia, hingga kemampuan komunikasi dan representasi negara di forum internasional. Para calon duta besar juga dinilai dari segi integritas, dedikasi, dan komitmen mereka terhadap kepentingan nasional.

 

“Semuanya, kita tidak melihat ada suatu kendala, semuanya itu mampu dan sanggup untuk melaksanakan visi-misi pemerintah dengan program kerja masing-masing di tempat yang mereka akan ditugaskan,” ujar Dave Laksono dengan penuh keyakinan.

 

Pernyataan ini menunjukkan bahwa proses seleksi telah dilakukan dengan standar yang ketat dan objektif. Komisi I DPR tampaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap setiap kandidat, memastikan bahwa mereka yang lolos seleksi benar-benar memiliki kualifikasi yang diperlukan untuk menjadi representasi Indonesia di kancah internasional.

 

Salah satu calon yang mendapat perhatian khusus adalah Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo, yang dicalonkan untuk menjadi Duta Besar Indonesia untuk Malaysia. Meskipun tidak memiliki latar belakang sebagai diplomat karier, Iman dinilai memiliki kemampuan yang memadai untuk menjalankan tugas diplomatik.

 

Dave Laksono mengakui bahwa latar belakang Iman yang tidak berasal dari kalangan diplomat profesional sempat menjadi perhatian dalam proses evaluasi. Namun, berdasarkan penilaian yang dilakukan, Iman dinilai mampu mengkompensasi keterbatasan tersebut dengan kemampuan dan pengalaman yang dimilikinya di bidang lain.

 

Iman Hascarya Kusumo sebelumnya dikenal sebagai mantan Wakil Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilihan Presiden 2024. Pengalaman politiknya ini dinilai dapat menjadi aset dalam menjalankan tugas diplomatik, terutama dalam membangun hubungan bilateral yang kuat dengan Malaysia.

 

“Mampu menjelaskan, memaparkan, dan menyampaikan apa-apa rancangan program kerja dan bagaimana mengimplementasi program Nawa Cita Presiden di tempatnya akan bertugas nanti,” kata Dave Laksono mengenai kemampuan Iman dalam presentasi di hadapan Komisi I DPR.

 

Kemampuan artikulasi dan pemahaman terhadap program pemerintah ini menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian calon duta besar. Para kandidat diharapkan tidak hanya mampu menjadi representasi negara, tetapi juga menjadi ujung tombak implementasi kebijakan luar negeri Indonesia di negara tempat mereka bertugas.

 

Program Nawa Cita yang dimaksud merupakan visi pembangunan pemerintahan yang mencakup berbagai aspek, mulai dari ekonomi, sosial, hingga politik luar negeri. Para calon duta besar diharapkan mampu mengintegrasikan program ini dalam kerangka diplomasi bilateral dan multilateral di negara tempat mereka bertugas.

 

Proses fit and proper test yang dilakukan Komisi I DPR ini merupakan bagian dari mekanisme checks and balances dalam sistem pemerintahan Indonesia. DPR memiliki fungsi pengawasan terhadap pengangkatan pejabat-pejabat penting, termasuk duta besar, untuk memastikan bahwa mereka yang dipilih memiliki kompetensi dan integritas yang diperlukan.

 

Dalam konteks diplomasi Indonesia, pengangkatan duta besar merupakan keputusan strategis yang dapat berdampak jangka panjang terhadap hubungan bilateral dengan negara-negara mitra. Oleh karena itu, proses seleksi yang ketat dan transparan menjadi sangat penting untuk memastikan kualitas representasi Indonesia di luar negeri.

 

Para calon duta besar yang telah lulus fit and proper test ini akan ditempatkan di berbagai negara strategis bagi kepentingan Indonesia. Pemilihan negara-negara tujuan ini tentunya telah mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari hubungan bilateral yang sudah terjalin, potensi kerja sama ekonomi, hingga kepentingan politik dan keamanan regional.

 

Malaysia, sebagai salah satu negara tujuan yang disebutkan, merupakan mitra strategis Indonesia di kawasan ASEAN. Hubungan kedua negara yang memiliki banyak kesamaan budaya dan sejarah ini memerlukan penanganan diplomatik yang sensitif dan komprehensif. Pengangkatan duta besar yang tepat diharapkan dapat memperkuat kerja sama bilateral di berbagai bidang.

 

Proses yang telah diselesaikan oleh Komisi I DPR ini menunjukkan komitmen lembaga legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasannya secara profesional. Evaluasi yang dilakukan tidak hanya bersifat formalitas, tetapi benar-benar menilai substansi kemampuan dan kesiapan para calon duta besar.

 

Dengan diserahkannya hasil fit and proper test kepada pimpinan DPR, tahap selanjutnya adalah penentuan jadwal pengumuman resmi dan proses finalisasi pengangkatan. Masyarakat dan para stakeholder terkait tentu menunggu kepastian mengenai siapa saja yang akan menjadi wajah Indonesia di berbagai negara sahabat.

 

Keberhasilan proses ini juga mencerminkan kematangan sistem demokrasi Indonesia dalam menjalankan mekanisme pengangkatan pejabat publik. Transparansi dan akuntabilitas yang ditunjukkan dalam proses ini diharapkan dapat menjadi standar dalam pengangkatan pejabat-pejabat strategis lainnya di masa mendatang.

 

Para calon duta besar yang telah lulus seleksi ini diharapkan dapat menjadi aset berharga bagi diplomasi Indonesia. Dengan bekal kemampuan yang telah diuji dan komitmen terhadap kepentingan nasional, mereka diharapkan dapat berkontribusi maksimal dalam memperkuat posisi Indonesia di kancah internasional dan memajukan kepentingan bangsa di luar negeri.

Berikut ini daftar 24 calon Dubes yang mengikuti fit and proper test:

Sabtu, 5 Juli 2025

  • Dubes RI untuk Jerman (Berlin): Abdul Kadir Jaelani
  • Dubes RI untuk Slovakia (Bratislava): Redianto Heru Nurcahyo
  • Dubes RI untuk PTRI New York: Umar Hadi
  • Dubes RI untuk Singapura: Hotmangaradja Pandjaitan
  • Dubes RI untuk Jepang (Tokyo): Nurmala Kartini Sjahrir
  • Dubes RI untuk Amerika Serikat (Washington DC): Indroyono Soesilo
  • Dubes RI untuk Vietnam (Hanoi): Adam Mulawarman Tugio
  • Dubes RI untuk Belanda (Den Haag): Laurentius Amrih Jinangkung
  • Dubes RI untuk UEA: Judha Nugraha
  • Dubes RI untuk PBB: Sidharto Reza Suryodipuro
  • Dubes RI untuk Qatar: Syahda Guruh Langkah Samudera
  • Dubes RI untuk Brasil: Andhika Chrisnayudhanto

 

Minggu, 6 Juli 2025

  • Dubes RI untuk Aljazair (Alger): Yusron Bahauddin Ambary
  • Dubes RI untuk Azerbaijan (Baku): Berlian Helmy
  • Dubes RI untuk Thailand (Bangkok): Hari Prabowo
  • Dubes RI untuk Belgia (Brussel): Andi Rachmianto
  • Dubes RI untuk Suriah (Damascus): Lukman Hakim Siregar
  • Dubes RI untuk Bangladesh dan Nepal (Dhaka): Listyowati
  • Dubes RI untuk Mesir (Kairo): Kuncoro Giri Waseso
  • Dubes RI untuk Malaysia (Kuala Lumpur): Raden Dato Mohammad Iman Hascarya Kusumo
  • Dubes RI untuk Oman (Muscat): Andi Rahardian
  • Dubes RI untuk Papua Nugini (Port Moresby): Okto Dorinus Manik
  • Dubes RI untuk Korea Utara (Pyongyang): Mayjen (Purn) Gina Yoginda
  • Dubes RI untuk Ekuador (Quito): Imam As’ari
Iman Djojonegoro

Recent Posts

Demo di Jakarta Jadi Sorotan Media Internasional, Waspadai Dampak Buruk Ekonomi

JAKARTA, Kanal Berita - Gelombang demonstrasi masif yang berlangsung pada Kamis dan Jumat (28-29/8/2025) di…

4 jam ago

Google Vids Kini Hadir dengan Avatar AI dan Versi Gratis!

KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…

1 hari ago

Khutbah Jumat: Spirit Islam Dalam Unjuk Rasa

Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…

2 hari ago

PT Jababeka dan KKN UPB Desa Simpangan Gelar Seminar Hemat Energi

BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…

2 hari ago

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit yang Tewaskan Tenaga Medis & Jurnalis

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Sosialisasikan Literasi Keuangan dan Bahaya Bank Emok di Desa Simpangan

BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…

2 hari ago

This website uses cookies.