Acara wisuda Akademi Da'wah Indonesia (ADI) Dewan Da'wah Kabupaten Sukabumi angkatan X ( foto: iman)
SUKABUMI, Kanal Berita – – Akademi Da’wah Indonesia (ADI) Dewan Da’wah (DDII) Kabupaten Sukabumi menggelar wisuda angkatan X yang berlangsung di Aula ADI Sukabumi, Sukamulya Caringin, Ahad (10/8/2025). Kegiatan ini mewisuda 11 wisudawan dan dihadiri civitas akademi serta tamu undangan.
Dalam sambutannya sekaligus orasi ilmiahnya, Ketua Umum DDII Pusat, Dr KH Adian Husaini,M.Si menyampaikan bahwa hingga saat ini ADI sudah hadir di 33 kampus di Indonesia, dari Aceh hingga Papua.
KH Adian mengabarkan bahwa pada Jumat (8/8/2025) lalu STID Moh Natsir melepas 225 dai yang akan bertugas diseluruh pelosok Indonesia. Salah satu istimewanya, acara pelepasan dai ini berlangsung di Gedung DPR/MPR RI.
“Acara dihadiri Wakil Ketua MPR,perwakilan anggota DPD RI, Kementerian dan juga sejumlah bupati. Salah satu bupati yang turut dan menjemput dai adalah Bupati Anambas, bapak Aneng, menariknya beliau ini non muslim. Jadi kehadiran dai ini sangat dibutuhkan oleh Masyarakat,” terangnya.
Menurut KH Adian, mati hidupnya umat ini tergantung dari aktivitas dakwah yang lokomotifnya para dai dengan semangat amar makruf nahi mungkar. Sebab, sambung, KH Adian yang paling berbahaya bagi umat Islam adalah jika umat sendiri telah cinta dunia.
“Umat dididik Rasulullah untuk menjadi umat terbaik. Rasulullah meninggalkan Al Qur’an dan Sunnah juga lapis ulama yakni para sahabat yang melanjutkan dakwah Rasulullah. Maka mencetak dai kemudian menyebarkan ke masyarakat ini sangat penting karena bagian dari meneruskan risalah kenabian yakni berdakwah,” ungkapnya.
Menurut KH Adian, Indonesia yang sebagian orang dianggap gelap dan suram bagi akan tetapi tidak bagi seorang dai. Dai, sambung KH Adian, harus membuat Indonesia terang dan penuh harapan.
“Pembangunan hanya melahirkan fisik saja jika tidak dibangun jiwanya. Maka semboyan “bangunlah badannya,bangunlah jiwa” itu sudah benar. Jangan sampai sibuk membangun fisik dimana-mana (gedung,jalan tol,pasar,tempat hiburan dll) tetapi masyarakatnya tidak bahagia, sebab jiwanya (spitualnya) tidak dibangun. Maka tugas dai ini membuat Masyarakat Bahagia dan penuh harapan,” terangnya.
Untuk itu KH Adian berharap ADI dan para lulusannya harus melahirkan anak singa bukan anak babi. Sebab, sambungnya, satu singa akan disegani dan berwibawa daru ratusan babi. Ini simbol seorang dai di tengah masyarakat.
“Jangan minder dan berkecil hati meski kita hari ini hanya mewisuda 11 dai. Ini sudah luar biasa. Bagi saya 1 atau 2 dai sungguh luar biasa. Bukan sekedar jumlah yang kita perlukan tetapi kualitas dan semangatnya. 11 dai harapan kita dapat mengubah dan menginspirasi 11 ribu orang,” ujar KH Adian memberi semangat.
KH Adian menambahkan salah satu indikator keberhasilan pendidikan itu jika bertambah takwa, amal shaleh dan akhlak mulia. Kecerdasan dan intelektualitas, menurut KH Adian, penting dalam pendidikan. Namun, sambungnya, jika hanya melahirkan orang pintar dan cerdas maka betapa banyak para koruptor dari juga pintar dan cerdas secara inlektual tetapi tidak punya jiwa takwa dan akhlak mulia.
“Maka didik anak-anak kita supaya tidak malas, teguh, semangat, berdaya juang dan berakhlak mulia. Di zaman AI yang semua serba cepat dan instan ini ada satu profesi yang tidak bisa digantikan oleh AI yakni guru. Karena robot tidak mungkin menggantikan posisi guru. Robot mungkin bisa membuat cerdas, tetapi robot tidak bisa membuat anak bertakwa dan berakhlak mulia. Untuk itu menjadi dai itu pilihan utama bukan sampingan,”pungkasnya.
Sementara itu KH Muhammad Roinul Balad, S.Sos.I selaku Ketua Dewan Da’wah Jabar sambutannya menyampaikan bahwa sesuai informasi jenjang Pendidikan atau sekolah di Dewan Da’wah Sukabumi ini sudah lengkap mulai dari Tsanawiyah, Aliyah hingga akademi maka hal ini harus dimaksimalkan.
“Alhamdulillah Dewan Da’wah Jabar hadir di 27 kota kabupaten dan di Sukabumi ini termasuk yang hidup dengan kegiatan dakwah, pendidikan dan sosial. Sebagaimana yang kita tahu problema dan romantika dakwah di Jabar unik termasuk dengan gubernur Jabar yang ini,” ungkap KH Roin.
KH Roin menambahkan bahwa didirikannya Akademi Da’wah Indonesia (ADI) di provinsi, kota/kabupaten pada prinsipnya sedang melaksanakan amanah apa yang dulu pernah disampaikan oleh allahuyarham Mohammad Natsir (Pendiri Dewan Da’wah) yaitu risalah merintis, dakwah melanjutkan , bekerjalah sesuai yang ada karena yang ada ini sudah cukup untuk modal berdakwah.
“Jadi dua perkataan beliau inilah yang harus menjadi inspirasi dan spirit kita dalam berdakwah. Jadi para mahasiswa atau pun alumni ADI maupun STID dan juga dai lapangan termasuk bagian dari kaderisasi timbang terima dari pendahulu kepada selanjutnya,”terangnya.
Untuk itu, sambung KH Roin, para dhu’at (dai) ini harus memiliki mental baja, tidak manja, tidak lemah, tidak kolokan dan tidak mudah mengeluh. Sebab,sambungnya, tidak ada yang sanggup memikul dakwah kecuali dengan mental baja, tangguh, kuat, pemberani dan tidak banyak mengeluh.
Selain itu, tambah KH Roin, hadir ADI ini juga menjadi salah satu penyangga dakwah khususnya di Jawa Barat dalam rangka melaksanakan pilar Dewan Da’wah yang lima. Misinya yaitu mewujudkan Masyarakat Indonesia yang islami maka untuk mewujudkan itu ada pilar dakwah yang menjadi penopangnya.
“Pertama,Dewan Da’wah sebagai pengawal akidah. Kedua, Dewan Da’wah sebagai penegak syariat. Ketiga, Dewan Da’wah sebagai perekat ukhuwah. Keempat,Dewan Da’wah sebagai pelaksan solidaritas dan Kelima, Dewan Da’wah sebagai pendukung keutuhan NKRI. Maka lima pilar inilah yang akan menjadi panduan dalam berdakwah sesuai AD/ART dan visi misi Dewan Da’wah,” terang KH Roin.
Untuk itu KH Roin menyampaikan bagi wisudawan yang akan melanjutkan ke STID Moh Natsir untuk terus menjaga semangat dan bagi yang tidak melanjutkan bisa ambil bagian dalam barisan dakwah di Jabar termasuk dikirim ke berbagai daerah.
“Dalam berdakwah kita tidak harus menunggu kaya atau banyak uang karena kata allahu yarham Mohammad Natsir apa yang ada di kita sekarang itu cukup untuk kita bergerak dalam dakwah,”ajaknya.
Sementara itu dalam sambutan sebelumnya, Ustadz Asep Syamsul Munawar, M.Pd selaku Mudir ADI Sukabumi bahwa ADI ini merupakan salah satu lembaga dibawah naungan bidang pendidikan. ADI, menurut Ustadz Asep mempersiapkan kader dai bukan hanya untuk wilayah Sukabumi tetapi seluruh Indonesia.
“Sejak wisudah Angkatan I hingga Angkatan X setidaknya sudah 90 dai lulusan ADI Sukabumi yang kami dikirim ke pelosok negeri. Ini salah satu bukti dan komitmen kami untuk menerangi Indonesia ini dengan dakwah,”terangnya.
Ustadz Asep menambahkan dari tahun ke tahun selalu ADI selalu mengalami perkembangan. Hal ini, sambungnya, salah satunya ditandai dengan terus bertambahnya jumlah mahasiswa, yang mungkin bagi sebagian negerasi milenial kuliah dan profesi dai kurang menarik.
“Para mahasiswa juga kita bekali mata kuliah sosio entrepreneurship diajarkan yang langsung oleh ampun bapak H Iskandar. Para mahasiswa juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia ( Aceh, Ambon dl). Semoga kehadiran para dai ini dapat memberi dampak sosial yang lebih meski lulusan kami masih sedikit,”pungkasnya.
Dalam kesempatan yang Drs KH Hamdan selaku Ketua Dewan Da’wah Kabupaten Sukabumi menyampaikan rasa gembira atas kegiatan wisuda ADI ini. Seorang kader dai, sambungnya, harus jiwa tangguh, berilmu dan berwawasan luas.
“Seorang dai jangan sampai menerima riswah/suap yang bisa membuat perjuangan dakwah jadi abu-abu. Dakwah sebatas hiburan yang penting orang senang, dakwah sekedar tontonan banyak dihadiri orang dan dakwah jangan sampai hanya mempertahankan dapur. Ini yang harus dihindari, sebab itulah salah satu tantangan dakwah,”pesannya.
Kehadiran Akademi Dakwah Indonesia ini juga mampu menambah dan membuat rasa percaya diri. Salah satunya dialami dan dirasakan langsung oleh seorang wisudawa yang bernama Fahri Muhammad Zaki. Dalam kesan dan pesan pemuda ini menyampaikan bahwa pada awal tidak ia mengaku bisa khutbah dan ceramah, karena kurang percaya diri.
“Jangankan khutbah, sekedar berbicara dihapan orang saja saya sudah grogi. Namun berkat kegigihan dan atas bimbingan serta motivasi dari para asatid jadi saya bisa berubah dan percaya diri tampil di depan,”terang Fahri.
Untuk itu Fahri mewakili teman-temannya mengucapkan terima kasih kepada para asatidz , dosen yang professional,orang tua yang tulus memberi doa serta warga sekitar kampus yang selalu memberi support.
Diakhir sambutan Ustadz Arman Maulana selaku Ketua Alumni ADI Sukabumi menyampaikan bahwa hingga saat ini sudah ada 100 orang alumni. Menurutnya para wisudawan ADI yang notabene para pemuda ini mempunyai potensi dan kesempatan untuk merubah Indonesia bahkan dunia menjadi lebih baik.
“11 pemuda yang hari ini diwisuda akan mampu mengubah dunia. Contohnya banyak, lihatlah dalam sejarah sahabat Rasulullah banyak yang dijamin masuk surga padahal masih muda. Maka bertekadlah untuk mengubah kondisi masyarakat ini menjadi lebih baik dengan dakwah,”pesannya memberi semangat.
Selain orangtua dan keluarga wisudawan, sejumlah tokoh Masyarakat,pejabat,mantan Bupati Sukabumi dan tamu undangan Nampak hadir dalam acara wisuda ini. Acara diakhiri dengan doa dan pemberian cindera mata. [ ]
KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…
Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…
BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…
BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…
BEKASI, KANALBERITA.COM — Dalam rangka meningkatkan kemampuan pemasaran digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…
This website uses cookies.