Headline

BI: Ekonomi Indonesia Stagnan di 4,5%, Terendah dalam Lima Dekade Terakhir

JAKARTA ,Kanal Berita – Perekonomian Indonesia tengah menghadapi masa sulit dengan mencatat pertumbuhan terendah dalam rentang waktu hampir lima dekade. Kondisi ini menjadi sorotan serius di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan eskalasi konflik geopolitik yang berkelanjutan.

Fakta mengkhawatirkan ini diungkapkan oleh Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Dicky Kartikoyono, dalam presentasinya yang berjudul “Meretas Gelombang Menuju Indonesia Maju dengan Transformasi Digital”. Pemaparan tersebut disampaikan dalam rangka agenda fit and proper test calon Deputi Gubernur BI di Kompleks DPR RI baru-baru ini.

 

Kondisi Ekonomi Global yang Memburu

Dicky Kartikoyono menggambarkan situasi perekonomian dunia yang sedang dalam kondisi tidak stabil. Berbagai faktor eksternal, mulai dari ketegangan geopolitik hingga polarisasi ekonomi internasional, telah menciptakan lingkungan yang menantang bagi pertumbuhan ekonomi global.

Menurut pejabat senior BI ini, eskalasi geopolitik yang terus berlanjut telah menciptakan gelombang ketidakpastian yang berdampak langsung pada melemahnya momentum pertumbuhan ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Polarisasi ekonomi dunia juga dinilai telah mengubah secara fundamental tatanan perekonomian global yang selama ini ada.

“Dicky mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Eskalasi geopolitik terus berlangsung, dan ketidakpastian ekonomi berdampak pada melemahnya pertumbuhan global. Polarisasi ekonomi dinilai telah membawa banyak perubahan dalam tatanan perekonomian dunia.”

 

Stagnasi Pertumbuhan di Level Historis Terendah

Dalam analisisnya, Dicky menyampaikan data yang cukup mengejutkan tentang tren pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam perspektif sejarah. Ia mencatat bahwa kinerja ekonomi nasional saat ini berada pada titik terendah sejak beberapa dekade lalu.

“Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, kita juga melihat dalam beberapa waktu terakhir ini, pertumbuhan ekonomi kita adalah yang terendah dalam beberapa dekade. Sebelum 1970-an, kita bisa tumbuh 7,5 persen karena oil boom,” ungkap Dicky, dikutip dari YouTube, Selasa (22/7/2025).

 

Perbandingan Historis Pertumbuhan Ekonomi

Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, pejabat BI ini memaparkan evolusi pertumbuhan ekonomi Indonesia berdasarkan era dan sektor penggerak utamanya. Data historis menunjukkan bagaimana berbagai fase pembangunan ekonomi nasional telah mengalami fluktuasi yang signifikan.

Pada masa awal Orde Baru, ketika sektor manufaktur mulai berperan sebagai motor penggerak ekonomi, Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan yang cukup impresif hingga mencapai 6,3 persen. Era ini menandai transformasi struktural ekonomi Indonesia dari yang berbasis agraris menuju industrialisasi.

“Ia melanjutkan, pada masa awal Orde Baru, saat sektor manufaktur mulai menjadi motor penggerak, ekonomi Indonesia mampu tumbuh hingga 6,3 persen. Ketika sektor komoditas mendominasi, pertumbuhan tercatat sebesar 5,6 persen.”

Sementara itu, pada periode ketika sektor komoditas menjadi tulang punggung ekonomi, pertumbuhan masih berada di level yang relatif solid dengan angka 5,6 persen. Namun, kondisi saat ini menunjukkan tren yang jauh berbeda dan mengkhawatirkan.

 

Realitas Pertumbuhan Ekonomi Terkini

Kontras dengan pencapaian masa lalu, kondisi ekonomi Indonesia saat ini menunjukkan gambaran yang kurang menggembirakan. Berbagai tantangan internal dan eksternal telah berkontribusi pada perlambatan momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dan sekarang, di tengah berbagai tantangan, pertumbuhan ekonomi kita cenderung stagnan di angka 4,5 persen,” terangnya.

Angka 4,5 persen ini mencerminkan realitas ekonomi Indonesia yang tengah berjuang menghadapi berbagai headwind, baik dari sisi eksternal maupun internal. Stagnasi pada level ini menunjukkan perlunya strategi dan kebijakan yang lebih inovatif untuk mendorong akselerasi pertumbuhan.

 

Strategi Menghadapi Tantangan Ekonomi

Mengantisipasi kondisi yang menantang ini, Dicky menekankan pentingnya pendekatan kebijakan yang komprehensif dan terkoordinasi. Ia meyakini bahwa dengan strategi yang tepat, Indonesia masih memiliki peluang untuk keluar dari kondisi stagnasi ekonomi saat ini.

“Menghadapi tantangan tersebut, Dicky menekankan pentingnya kebijakan yang bijaksana dari pemerintah agar dapat memberikan dampak positif bagi ekonomi nasional.”

Lebih lanjut, pejabat BI ini menegaskan komitmen untuk terus berjuang menghadapi tantangan ekonomi yang ada. Ia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara berbagai stakeholder dalam upaya mengatasi kondisi ekonomi yang sulit.

“Kita tidak akan menyerah. Sinergi dan kolaborasi antara kementerian/lembaga serta lembaga politik seperti DPR menjadi kata kunci dalam meretas gelombang,” ujarnya.

 

Potensi dan Peluang ke Depan

Meskipun menghadapi tantangan berat, Dicky tetap optimis dengan prospek ekonomi Indonesia ke depan. Ia mengidentifikasi beberapa faktor fundamental yang dapat menjadi pendorong pemulihan dan akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi kebijakan moneter, kondisi suku bunga acuan (BI Rate) saat ini dinilai cukup kompetitif dan masih memiliki ruang untuk penurunan lebih lanjut. Tentunya, kebijakan ini akan disesuaikan dengan perkembangan Fed Fund Rate (FFR) sebagai acuan global.

“Dicky menilai, Indonesia masih memiliki potensi ekonomi yang besar. Saat ini, suku bunga acuan (BI Rate) tergolong kompetitif dan diharapkan bisa terus menurun, tentunya dengan mempertimbangkan posisi Fed Fund Rate (FFR).”

 

Bonus Demografi dan Transformasi Digital

Salah satu keunggulan komparatif Indonesia yang dapat dimanfaatkan adalah potensi demografis yang luar biasa. Dengan komposisi populasi yang didominasi oleh generasi produktif, Indonesia memiliki modal dasar yang kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tingginya penetrasi media sosial dan teknologi digital di Indonesia juga menjadi peluang besar untuk transformasi ekonomi. Fenomena ini dapat dimanfaatkan sebagai katalis untuk mengakselerasi berbagai sektor ekonomi, terutama yang berbasis teknologi dan inovasi.

“Dalam konteks pengembangan teknologi, Indonesia memiliki peluang besar melalui tingginya jumlah pengguna media sosial. Komposisi generasi milenial yang melebihi 50 persen dari populasi juga menjadi modal bonus demografi yang potensial.”

 

Visi Transformasi Ekonomi Digital

Sebagai langkah strategis menghadapi tantangan ekonomi, transformasi digital menjadi salah satu fokus utama dalam roadmap pemulihan ekonomi Indonesia. Sistem pembayaran nasional yang terintegrasi dengan teknologi digital diharapkan dapat menjadi salah satu driver pertumbuhan ekonomi ke depan.

Dengan memanfaatkan potensi teknologi dan bonus demografi yang dimiliki, Indonesia diproyeksikan mampu keluar dari kondisi stagnasi ekonomi saat ini. Transformasi digital tidak hanya akan meningkatkan efisiensi ekonomi, tetapi juga membuka peluang-peluang baru dalam berbagai sektor.

“Dengan berbagai potensi tersebut, Dicky meyakini, pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat didorong ke arah yang lebih tangguh dan berkelanjutan, terutama melalui transformasi digital dan sistem pembayaran nasional.”

Kondisi ekonomi Indonesia saat ini memang menghadapi tantangan serius dengan pertumbuhan yang stagnan di level terendah dalam beberapa dekade. Namun, dengan strategi yang tepat, sinergi antar institusi, dan pemanfaatan optimal potensi demografis serta teknologi, Indonesia masih memiliki peluang besar untuk kembali mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih dinamis dan berkelanjutan.[ ]

Iman Djojonegoro

Recent Posts

Google Vids Kini Hadir dengan Avatar AI dan Versi Gratis!

KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…

1 hari ago

Khutbah Jumat: Spirit Islam Dalam Unjuk Rasa

Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…

2 hari ago

PT Jababeka dan KKN UPB Desa Simpangan Gelar Seminar Hemat Energi

BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…

2 hari ago

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit yang Tewaskan Tenaga Medis & Jurnalis

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Sosialisasikan Literasi Keuangan dan Bahaya Bank Emok di Desa Simpangan

BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Desa Simpangan Lakukan Integrasi UMKM dengan Media Linktree

BEKASI, KANALBERITA.COM — Dalam rangka meningkatkan kemampuan pemasaran digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…

2 hari ago

This website uses cookies.