Headline

Indonesia  Sedang Tidak Baik-baik Saja, Hingga Juni 2025 Sudah 42.385 Kena PHK

JAKARTA, Kanak Berita – Angka pengangguran di Indonesia semakin bertambah. Ribuan dan jutaan usia angkatan kerja tidak mendapatkan pekerjaan. Meski jumlah pengangguran masih didominasi lulusan SMA/ sederajat namun dilapangan sarjana (S1) bahkan pasca sarjana (S2) yang kesulitan mendapat kerja. Kondisi ini juga diperburuk dengan banyaknya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK ) khususnya di sektor padat karya, pabrik dan sebagainya.

 

Data dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat angka PHK di Indonesia sepanjang Januari hingga Juni 2025 saja sudah mencapai 42.385 orang. Angka ini mengalami lonjakan sebesar 32,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (2024).

 

Menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Anwar Sanusi, menyebutkan bahwa peningkatan signifikan ini disebabkan oleh adanya gelombang PHK besar-besaran yang terjadi di salah satu perusahaan pada awal tahun ini.

 

“Kasus PHK dalam jumlah besar di satu perusahaan itu cukup mempengaruhi peningkatan total angka PHK secara nasional,” ujar Anwar di Kompleks DPR RI Jakarta, Rabu (23/7/2025).

 

Berdasarkan Data Kemnaker, Jawa Tengah menjadi provinsi dengan jumlah korban PHK tertinggi dalam semester pertama 2025, yakni sebanyak 10.995 orang. Angka tersebut menyumbang sekitar 25 persen dari total nasional.

 

Posisi kedua ditempati oleh Jawa Barat dengan 9.494 orang, disusul Banten 4.267 orang, DKI Jakarta 2.821 orang, Jawa Timur 2.246 orang, dan Kalimantan Barat 1.869 orang.

 

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Menurun

Seperti diberitakan sebelumnya kondisi perekonomian Indonesia tengah menghadapi masa sulit dengan mencatat pertumbuhan terendah dalam rentang waktu hampir lima dekade. Kondisi ini menjadi sorotan serius di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian dan eskalasi konflik geopolitik yang berkelanjutan.

 

Fakta mengkhawatirkan ini diungkapkan oleh Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI), Dicky Kartikoyono, dalam presentasinya yang berjudul “Meretas Gelombang Menuju Indonesia Maju dengan Transformasi Digital”. Pemaparan tersebut disampaikan dalam rangka agenda fit and proper test calon Deputi Gubernur BI di Kompleks DPR RI baru-baru ini.

 

Kondisi Ekonomi Global yang Memburu

Dicky Kartikoyono menggambarkan situasi perekonomian dunia yang sedang dalam kondisi tidak stabil. Berbagai faktor eksternal, mulai dari ketegangan geopolitik hingga polarisasi ekonomi internasional, telah menciptakan lingkungan yang menantang bagi pertumbuhan ekonomi global.

Menurut pejabat senior BI ini, eskalasi geopolitik yang terus berlanjut telah menciptakan gelombang ketidakpastian yang berdampak langsung pada melemahnya momentum pertumbuhan ekonomi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Polarisasi ekonomi dunia juga dinilai telah mengubah secara fundamental tatanan perekonomian global yang selama ini ada.

“Dicky mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Eskalasi geopolitik terus berlangsung, dan ketidakpastian ekonomi berdampak pada melemahnya pertumbuhan global. Polarisasi ekonomi dinilai telah membawa banyak perubahan dalam tatanan perekonomian dunia.”

 

Stagnasi Pertumbuhan di Level Historis Terendah

Dalam analisisnya, Dicky menyampaikan data yang cukup mengejutkan tentang tren pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam perspektif sejarah. Ia mencatat bahwa kinerja ekonomi nasional saat ini berada pada titik terendah sejak beberapa dekade lalu.

“Di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, kita juga melihat dalam beberapa waktu terakhir ini, pertumbuhan ekonomi kita adalah yang terendah dalam beberapa dekade. Sebelum 1970-an, kita bisa tumbuh 7,5 persen karena oil boom,” ungkap Dicky, dikutip dari YouTube, Selasa (22/7/2025). [ ]

Iman Djojonegoro

Recent Posts

Demo di Jakarta Jadi Sorotan Media Internasional, Waspadai Dampak Buruk Ekonomi

JAKARTA, Kanal Berita - Gelombang demonstrasi masif yang berlangsung pada Kamis dan Jumat (28-29/8/2025) di…

5 jam ago

Google Vids Kini Hadir dengan Avatar AI dan Versi Gratis!

KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…

1 hari ago

Khutbah Jumat: Spirit Islam Dalam Unjuk Rasa

Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…

2 hari ago

PT Jababeka dan KKN UPB Desa Simpangan Gelar Seminar Hemat Energi

BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…

2 hari ago

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit yang Tewaskan Tenaga Medis & Jurnalis

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Sosialisasikan Literasi Keuangan dan Bahaya Bank Emok di Desa Simpangan

BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…

2 hari ago

This website uses cookies.