Categories: Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Deepfake dan Sitir Al Quran Surat  Al Hujurat Ayat 6-8

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA*


*penulis adalah pegiat da’wah dan anggota Komisi Dakwah MUI Pusat serta pengasuh pesantren di Banten

 

Khutbah Pertama:

الحمد لله الذي علم القران، خلق الانسان علمه البيان، الشمس والقمر بحسبان، والنجم والشجر يسجدان.

اشهد ان لا اله الا الله الملك المنان، واشهد أن سيدنا محمداً عبده ورسوله

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه ومن تبعه بإحسان.

أما بعد: فيا ايها الاخوان، أوصيكم ونفسي بتقوى الله وطاعته بفعل الخيرات وترك الذنوب والعصيان.

قال الله تعالى في القرآن: أعوذ بالله من الشيطان الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (6)

معاشر المسلمين رحمكم الله

Alhamdulillah, pada hari ini, kita masih bisa terus merasakan nikmat yang dianugerahkan Allah swt kepada kita semua. Di antaranya adalah nikmat iman, kesehatan,. dan kecerdasan serta logistik yang cukup,  sehingga kita bisa dengan tenang melangkahkan kaki menuju masjid, tempat dimana kita lebih khusyu’ dan nyaman untuk beribadah.

Khususnya ibadah Jum’atan seperti saat ini, yaitu untuk menjalankan tugas utama kita hidup di dunia yakni beribadah kepada Allah SWT . Karena Hal ini akan sulit untuk dilakukan jika kita berada dalam kondisi peperangan alias tidak merdeka serta masih berada dalam kungkungan penjajah.

Shalawat dan salam semoga selalu tercurah Untuk Baginda Rasulullah saw, karena atas risalahnya sampai hari ini kita insya Allah istiqamah dalam mengamalkan risalah dan uswah hasanahnya sehingga memantaskan kita diberi syafaatnya. Aamiin.

Pada kesempatan ini khatib juga berwasiat khusus kepada pribadi dan kita sekalian untuk terus meningkatkan syukur serta memantapkan taqwa kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya.

معاشر المسلمين رحمكم الله

Perkembangan teknologi, terutama di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), telah menghadirkan dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu fenomena menarik yang muncul dari perkembangan tersebut adalah deepfake. Deepfake merupakan sebuah teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menciptakan video palsu yang sangat meyakinkan, di mana wajah seseorang diganti dengan wajah orang lain. Dalam artikel ini, kita akan membahas secara mendalam tentang apa itu deepfake, cara kerjanya, kontroversi yang melingkupinya, dan regulasi penggunaannya.

-> Apa Itu Deepfake?

Deepfake adalah teknologi manipulasi video dan audio yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menciptakan konten yang membuat orang terlihat atau terdengar melakukan hal-hal yang sebenarnya tidak dilakukan. Teknologi ini telah muncul sejak tahun 2017 dan terus berkembang dengan kemampuan yang semakin canggih dalam mengubah wajah dan suara seseorang dalam video.

Sejarah perkembangan deepfake dimulai dari penggunaan teknologi kecerdasan buatan dan algoritma pemrosesan citra untuk menggabungkan wajah seseorang ke video lainnya. Seiring waktu, teknologi ini semakin berkembang dengan kemampuan yang semakin canggih dalam mengubah wajah dan suara seseorang dalam video. Dampak dari perkembangan deepfake juga semakin terasa dalam berbagai aspek, mulai dari politik hingga hiburan.

Dengan demikian, Deepfake telah menjadi fokus utama dalam seputar keamanan dan privasi, mengingat potensinya untuk menyebarkan informasi palsu atau merusak reputasi seseorang secara signifikan.

Oleh karena itu, pemahaman yang mendalam tentang deepfake dan teknologinya sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan kompleks yang muncul dalam dunia digital saat ini. Sehingga Dengan pemahaman yang kuat, masyarakat dapat menjadi lebih waspada terhadap potensi ancaman yang dihadirkan oleh deepfake serta mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk melindungi diri dan meminimalkan dampak negatifnya.

معاشر المسلمين رحمكم الله

Meskipun potensi penggunaan deepfake untuk tujuan kreatif sangat menarik, kehadiran teknologi ini juga membawa potensi ancaman yang serius.

Deepfake dapat dengan mudah digunakan untuk melakukan penipuan, pemalsuan, dan penyebaran informasi palsu.

Dampaknya bisa merusak reputasi seseorang, memicu konflik sosial, atau bahkan merusak stabilitas politik dan ekonomi.

-> Bahaya Deepfake

Teknologi deepfake, yang mampu memanipulasi video atau audio untuk menampilkan adegan atau suara seolah-olah berasal dari orang yang sebenarnya, telah menimbulkan dampak yang signifikan, yaitu :

-> Keamanan Terancam

Dalam konteks keamanan, deepfake menjadi senjata yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi palsu atau video manipulatif. Dampaknya melibatkan potensi kerusakan reputasi seseorang dan bahkan penyalahgunaan untuk tujuan kriminal seperti penipuan atau pemerasan. Tidak hanya itu, deepfake juga bisa diarahkan untuk meretas sistem keamanan yang menggunakan teknologi pengenalan wajah atau suara.

-> Privasi menjadi Rentan

Pada sisi privasi, deepfake memberikan ancaman besar dengan kemampuannya memalsukan video atau audio yang menampilkan seseorang dalam situasi yang sebenarnya tidak terjadi. Ini dapat merugikan individu secara pribadi dan profesional, menciptakan kerentanan terhadap potensi manipulasi dan pelecehan.

معاشر المسلمين رحمكم الله

Salah satu contoh ketika seorang Menteri menyebutkan bahwa “guru itu beban negara”, tentu saya akan bersikap dengan cara menyampaikan data, fakta, serta argumentasi bahwa guru itu tidak sebagaimana yang disebutkan oleh sang Menteri.

Pernyataan Menteri tersebut viral beredar di media sosial. Termasuk di group WhatsApp yang saya tergabung di dalamnya. Hampir seluruh group yang saya ikuti itu, terdapat  anggota group yang mengirimkan potongan video tersebut.

Seperti sudah diduga, video itu memantik kemarahan publik. Pastinya, terutama para guru. Lalu, seperti biasa, membuncahlah amarah disertai sumpah serapah. Bahkan ada potongan video statement sang Menteri tersebut sebagai bahan bullyan.

Beberapa kawan mengkonfirmasi kepada saya perihal sikap saya dan sikap organisasai, disertai dengan rasa heran mereka mengapa saya tidak seperti biasa, tidak segera melakukan counter sebagai wujud pembelaan, bahwa guru itu tidak seperti yang dituduhkan oleh sang Menteri.

Sejatinya, mengapa saya tidak grasa-grusu dalam memberikan respon adalah karena merasa ragu dan hampir tidak percaya, seorang Menteri yang sudah malang-melintang mengurus perkara keuangan negara menyampaikan pernyataan secara gegabah dan ceroboh seperti itu.

“Masa sih Sri Mulyani bilang begitu, bahwa guru itu beban negara?”. Lalu saya mencoba melakukan searching lewat portal media online mainstream, yang relatif lebih bisa dipertanggung-jawabkan, dibanding potongan video hasil nyomot dari Tik Tok atau YouTube.

Keraguan saya akhirnya mendapatkan pembuktian. Belakangan muncul klarifikasi dari pihak Kementerian Keuangan RI yang disertai dengan tayangan video yang asli dan lebih utuh. Dalam tayangan tersebut, tidak ada pernyataan Menteri yang menyebutkan bahwa “guru itu beban negara”.

Sri Mulyani menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar alias hoax. “Potongan video yang beredar yang menampilkan seolah-olah saya menyatakan guru sebagai beban negara adalah hoax,” tegas Sri Mulyani, dikutip dari Instagram pribadinya, Selasa, 19 Agustus 2025.

Menurutnya, tayangan tersebut merupakan hasil manipulasi digital alias deepfake dan berasal dari potongan tidak utuh pidatonya dalam Forum Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia di ITB pada 7 Agustus lalu.

Dalam pidatonya, Sri Mulyani menyinggung alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 untuk sektor pendidikan yang mencapai Rp 724,3 triliun. Ia kemudian menyoroti masih rendahnya gaji guru dan dosen, yang menurutnya menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan keuangan negara.

“Banyak di media sosial, saya selalu mengatakan, menjadi dosen atau menjadi guru tidak dihargai karena gajinya enggak besar. Ini juga salah satu tantangan bagi keuangan negara”. Pernyataan lain yang juga menuai sorotan publik adalah ketika Sri Mulyani mempertanyakan apakah masalah kesejahteraan guru dan dosen sepenuhnya bisa diatasi oleh APBN, atau perlu pendekatan lain, misalnya melalui partisipasi masyarakat.”

“Ternyata, statement “guru itu beban negara” merupakan produk artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Sebuah teknologi yang bisa meniadakan yang ada dan mengadakan yang tiada. Sang Menteri menjadi korban deepfake.”

معاشر المسلمين رحمكم الله

Perkembangan teknologi begitu pesat dan canggih. Sayang, di antara kita masih ada yang belum mampu mengimbanginya/Tabayyun/rechecking. Sehingga menganggap bahwa informasi yang ada dan diterima adalah sebagai sebuah kebenaran. Padahal itu adalah deepfake atau  hasil kecerdasan buatan. Hasil editan!

Atas peristiwa ini, sebaiknya kita lebih meningkatkan Tabayyun/kecermatan, ketelitian, dan pastinya kecerdasan. Sehingga dalam setiap menerima informasi tidak mentah-mentah diterima sebagai sebuah kebenaran. Sebaiknya biasakan kaji sebelum bagi, saring sebelum sharing, kupas sebelum copas.

Firman Allah SWT dalam surat Al-Hujarat ayat 6 :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (6)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

Hendaknya kita tidak membikin keruwetan baru lantaran terprovokasi deepfake, karena bukankah kita memiliki seirang penuntun yang telah memberi uswah hasanah untuk  keselamatan, kedamaian kehidupan dunia akhirat kita, yaitu Rasulullah Muhammad saw.

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الأمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الإيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ.(7)

فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ (8)

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau ia menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan, benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus, (7)

sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.(8).

QS. Al-Hujurat ayat 7-8.

Jangan karena merasa pas dan cocok, lalu hoax pun disebar sebagai cara untuk menjatuhkan dan menyerang. Tidak suka itu hak. Benci itu juga hak. Tapi bila karena itu lantas merasa absah menebar hoax, ya jangan.

Firman Allah SWT dalam surat Al-Maidah (5) ayat 8 telah mengingatkan kita :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُونُوا۟ قَوَّٰمِينَ لِلَّهِ شُهَدَآءَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ عَلَىٰٓ أَلَّا تَعْدِلُوا۟ ۚ ٱعْدِلُوا۟ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Mudah-mudahan kita yang sudah dititipi sedikit pengetahuan oleh Allah SWT mampu memanfaatkannya untuk hal-hal yang positif dan memberikan kemanfaatan bagi banyak orang serta tidak dengan serta Merta terpengaruh oleh setiap kecerdasan buatan (deepfake) apalagi yang justeru akan memberikan dampak madharat kepada kita sekalian.

بارك الله لي ولكم في القرآن الكريم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته أنه هو السميع العليم. فاستغفروه أنه هو الغفور الرحيم.

 

Khutbah Kedua:

الْحَمْدُ ِللّٰهِ اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ الَّذِىْ جَعَلَ الْإِسْلَامَ طَرِيْقًا سَوِيًّا، وَوَعَدَ لِلْمُتَمَسِّكِيْنَ بِهِ وَيَنْهَوْنَ الْفَسَادَ مَكَانًا عَلِيًّا،

وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ الملك الاعلى، وَأَشْهَدُ أَنَّ سيدنا  مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ المصطفى.

 اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْراً.


ان الله وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ.

اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، انك سميع قريب مجيب الدعوات. باقاضي الحاجات ويا رافع الدرجات ويا شافي الأمراض ويا دافع البليات وَتَابِعْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ بِالْخَيْرَاتِ. رَبَّنَا اغْفِرْ وََارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

ربنا اغفر لنا ولوالدينا وارحمهما كما ربيانا صغارا.

ربنا اغفر لنا والإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين امنوا ربنا انك رؤوف رحيم.

رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.

ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللهِ إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُاللهِ أَكْبَرُ.

Iman Djojonegoro

Recent Posts

Google Vids Kini Hadir dengan Avatar AI dan Versi Gratis!

KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…

1 hari ago

Khutbah Jumat: Spirit Islam Dalam Unjuk Rasa

Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…

1 hari ago

PT Jababeka dan KKN UPB Desa Simpangan Gelar Seminar Hemat Energi

BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…

2 hari ago

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit yang Tewaskan Tenaga Medis & Jurnalis

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Sosialisasikan Literasi Keuangan dan Bahaya Bank Emok di Desa Simpangan

BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Desa Simpangan Lakukan Integrasi UMKM dengan Media Linktree

BEKASI, KANALBERITA.COM — Dalam rangka meningkatkan kemampuan pemasaran digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…

2 hari ago

This website uses cookies.