Seorang khatib sedang menyampaikan khutbahnya ( foto: dok.istimewa)
*penulis adalah aktivis da’wah dan anggota Komisi Dakwah MUI Pusat serta pengasuh pesantren di Banten
الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضُ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَالَليَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ والحَسَنَاتُ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِي بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ.
اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ علَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمّدٍ وَعَلَى آلِه وأصْحَابِهِ هُدَاةِ الأَنَامِ في أَنْحَاءِ البِلاَدِ.
أمَّا بعْدُ : فيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ والحسنات
قال الله تعالى في القرآن الكريم، أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم.
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ
معاشر المسلمين رحمكم الله
Alhamdulillahi rabbil alamin,
segala puji bagi Allah Subhanahu wa ta’ala, yang telah menganugerahkan kepada kita kesempatan untuk terus hidup, bernapas, dan merasakan segalamnikmat dan karunia-Nya setiap saat. Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, kita dapat terus menjalani kehidupan dan kesempatan untuk terus memperbaiki diri, khususnya pada momentum datangnya bulan Muharram, sebagai tanda datangnya tahun baru Islam.
Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada junjunan dan panutan kita, kanjeng Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam, allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala alihi wa sahbih, sebagai tanda penghormatan dan kekaguman kita terhadap beliau yang merupakan uswah Hasanah bagi seluruh umat manusia. Semoga kita semua bisa terus istiqamah mengikuti jejak dan teladan yang telah dicontohkan olehnya, sehingga kita berada di barisan umat yang dibanggakan olehnya serta pantas untukmmendapat syafa’atnya.
Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.
Selaku Khatib Jum’at kali ini tak henti-hentinya mengajak dan mengingatkan khususnya kepada diri pribadi, keluarga dan semua jamaah terutama. yang hadir pada pelaksanaan shalat Jumat ini, untuk terus berusaha sertab meningkatkan iman dan takwa, mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya
معاشر المسلمين رحمكم الله
Awal Muharram bukan sekadar pergantian tahun dalam kalender Islam, melainkan peringatan historis dan spiritual atas Hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah. Hijrah bukan sekadar perpindahan fisik, tetapi juga simbol perubahan arah hidup, perjuangan menegakkan nilai tauhid, dan permulaan kalender umat Islam.
Tahun baru Hijriyah menjadi momen penting untuk muhasabah, meninjau kembali perjalanan hidup dan niat amal, sebagai bekal menghadapi waktu yang terus berjalan tanpa kembali.
1.Momentum Muhasabah
Konsep muhasabah sangat ditekankan dalam Al-Qur’an. Allah memerintahkan agar setiap insan memperhatikan amalnya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (QS. Al-Hasyr: 18).
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا، وَتَمَنَّى عَلَى اللَّهِ
“Orang cerdas adalah yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang lemah adalah yang mengikuti hawa nafsunya lalu berangan-angan kepada Allah”. ( HR. Tirmidzi, (2459).
Awal tahun menjadi kesempatan untuk menimbang niat, amal, dan orientasi hidup. Kita diingatkan bahwa waktu bukan sekadar bilangan hari, tapi aset spiritual menuju akhirat.
2.Konsep Waktu dalam Islam
Islam memandang waktu sebagai amanah. Bahkan Allah bersumpah atas waktu dalam banyak surat sebagai bentuk kemuliaannya.
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian”.( QS. Al-‘Ashr: 1–2.)
وَالضُّحَىٰ وَاللَّيْلِ إِذَا سَجَىٰ
“Demi waktu Dhuha. Dan demi malam saat sunyi”. (QS. Adh-Dhuha: 1–2.)
Dalam Islam, waktu adalah proses menuju akhir, bukan siklus tanpa arah. Ia bergerak linear menuju perjumpaan dengan Allah. Maka dari itu, dalam setiap waktu ditetapkan ibadah: shalat dalam waktu harian, puasa di bulan Ramadhan, haji tahunan, dan lainnya mewujudkan ritme spiritual yang mengakar dalam rute waktu umat Islam.
3.Waktu dalam Makrokosmos.
Konsep waktu sangat terkait dengan makrokosmos, yaitu tatanan semesta yang diciptakan Allah dengan presisi. Waktu dan peredaran bulan dijadikan sistem penanggalan.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi; di antaranya ada empat bulan haram”. (QS. At-Taubah: 36.)
Peredaran bulan dan matahari menjadi sistem waktu bagi manusia.
هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ
“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah bagi bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu)”. (QS. Yunus: 5.)
Penanggalan Hijriyah yang berbasis bulan (qamariyah) adalah bentuk keselarasan waktu manusia dengan alam semesta, mengajak manusia hidup dalam harmoni kosmik.
4.Dimensi Waktu di Akhirat
Waktu di akhirat bukan hanya panjang, tapi transenden melampaui waktu tata surya matahari. Namun biasa ribuan bahkan jutaan tahun cahaya dalam jagat raya semesta gugus galaksi. Satu hari di sisi Allah bisa setara ribuan tahun.
وَإِنَّ يَوْمًا عِندَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِّمَّا تَعُدُّونَ
“Sesungguhnya satu hari di sisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu”. (QS. Al-Hajj: 47.)
Dalam ayat lain lebih dahsyat lagi :
تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Para malaikat dan Jibril naik kepada-Nya dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun”. (QS. Al-Ma’arij: 4.)
Waktu akhirat adalah pembeda realitas, tempat semua amal manusia akan ditampakkan secara nyata. Maka, setiap waktu di dunia menjadi sangat berharga.
معاشر المسلمين رحمكم الله
5.Awal Tahun Sebagai Titik Balik Kesadaran Waktu.
Tahun baru Hijriyah adalah undangan spiritual untuk memperbaiki diri. Waktu adalah modal utama manusia yang tak bisa diulang. Kehidupan adalah perjalanan menuju keabadian. Maka, orang bijak adalah yang menggunakan waktu dunianya untuk mempersiapkan hari esoknya di akhirat.
Rasulullah ﷺ bersabda :
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua nikmat yang banyak manusia lalai padanya, yakni kesehatan dan waktu luang”. (HR. Bukhari, 6412).
Walaupun Imam Ibnu Rajab dalam kitab Ghida-ul Albab, halaman 348 mengatakan:
أَلَيْسَ مِنْ الْخُسْرَانِ أَنَّ لَيَالِيَا، تَمُرُّ بِلا نَفْعٍ وَتُحْسَبُ مِنْ عُمْرِي
Artinya, “Bukankah termasuk kerugian, ketika malam-malam berlalu tanpa bisa meraih manfaat, padahal juga dihitung jatah umurku.”
Maksudnya adalah kita jangan sampai merugikan diri kita sendiri akibat kelalaian kita di hari-hari kita dalam melakukan kebaikan dan amal shaleh karena sejatinya jatah umur kita sangat terbatas, dan penghujung usia kita terutama ketika sakaratul maut menjemput, tak ada kesempatan lagi untuk kita memaksimalkan ibadah dan ketaatan kita kepada Allah SWT serta ibadah sosial kita
Semoga Muharram 1447 Hijriyah ini menjadi awal perubahan kita menuju kehidupan yang lebih taat, bermakna, barokah dan berpahala. Dan semoga khutbah ini bermanfaat dan memberikan dampak positif bagi kehidupan kita.
Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ هَذَا الْيَوْمِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ وَتِلَاوَةِ الْقُرْاَنِ وَجَمِيْعِ الطَّاعَاتِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
الْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ، وَمُضَاعِفِ الْحَسَنَاتِ لِذَوِي الْاِيْمَانِ، اَلْغَنِيِّ الَّذِيْ لَمِ تَزَلْ سَحَائِبُ جُوْدِهِ تَسِحُّ الْخَيْرَاتِ كُلَّ وَقْتٍ وَأَوَانٍ، العَلِيْمِ الَّذِيْ لَا يَخْفَى عَلَيْهِ خَوَاطِرُ الْجَنَانِ، اَلْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِيْ لَاتَغِيْضُ نَفَقَاتُهُ بِمَرِّ الدُّهُوْرِ وَالْأَزْمَانِ. أَحْمَدُهُ حَمْدًا يَفُوْقُ الْعَدَّ وَالْحُسْبَانَ، وَأَشْكُرُهُ شُكْرًا نَنَالُ بِهِ مِنْهُ مَوَاهِبَ الرِّضْوَانِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ.
وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ، نَبِيٌّ رَفَعَ اللهُ بِهِ الْحَقَّ حَتَّى اتَّضَحَ وَاسْتَبَانَ.
اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ أَوَّلاً بِتَقْوَى اللهِ تَعَالىَ وَطَاعَتِهِ بِامْتِثَالِ أَوَامِرِهِ وَاجْتِنَابِ نَوَاهِيْهِ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً .
اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ,
وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ, فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…
Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…
BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…
BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…
BEKASI, KANALBERITA.COM — Dalam rangka meningkatkan kemampuan pemasaran digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…
This website uses cookies.