foto: dok.pribadi
*penulis adalah aktivis da’wah dan anggota Komisi Dakwah MUI Pusat serta pengasuh pesantren di Banten
الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَنْعَمَ عَلَيْنَا بِمَا أَعْطَانَا مِنَ الْأَمْوَالِ ، وَوَفَّقَ مَنْ شَاءَ لِاكْتِسَابِهَا مِنْ طَرِيْقٍ حَلَالٍ. وصَرَّفَهَا فِيْمَا يُوْجِبُ رِضَى الْمُتَعَالِ .
أَشْهَدُ أَنْ لَا إله إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ذُوْ الْعَظَمَةِ وَالْجَلَالِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقُ الْمَقَالِ.
اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ وبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الدَّاعِيْ إِلَى أَحْسَنِ الْحَالِ ، وعلى اٰلِهِ وَأَصْحابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِيْهِمْ إِلَى يَوْمِ الْمَآلِ.
أَمَّا بَعْدُ : فَيا أيُّها الْحَاضِرُوْنَ رحمكم الله ، اِتَّقُوا اللهَ تَعالى حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
قال الله تعالى في القرآن الكريم. أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بسم الله الرحمن الرحيم :
وَأَنفِقُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا تُلْقُوا۟ بِأَيْدِيكُمْ إِلَى ٱلتَّهْلُكَةِ ۛ وَأَحْسِنُوٓا۟ ۛ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ
وقَالَ تَعَالَى فِي ابو الأخرى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ
معاشر المسلمين رحمكم الله
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan persada raya dengan segala isinya termasuk saling bergantinya siang dan malam untuk dinikmati dan disyukuri oleh kita sekalian.
Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada junjunan kita, yakni Nabi Agung yaitu Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam beserta keluarga dan para sahabatnya, juga kepada seluruh ummatnya hingga akhir zaman.
Selaku Khotib Jum’at kali ini, saya berwasiat khususnya kepada diri saya dan umumnya kepada kita, marilah kita semua meningkatkan kualitas takwa kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Yang salah satunya adalah dengan lebih fokus dan intens mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala terutama pada malam-malam hari Terlebih saat kita sedang ditimpa ujian dan cobaan dalam perjalanan kehidupan
معاشر المسلمين رحمكم الله
Di tengah zaman yang kian individualistis, sifat apatis kini semakin merajalela. Banyak di antara kita yang tidak lagi tergerak oleh penderitaan tetangga, diam saat menyaksikan kezaliman, atau acuh ketika lingkungan dilanda musibah. Ada yang memilih mengurung diri dalam urusan pribadi, bahkan berkata, “Itu bukan urusan saya,” saat melihat kemungkaran atau ketidakadilan di depan mata.
Padahal, Islam mengajarkan kita untuk tidak hanya menjadi hamba yang saleh secara pribadi, tetapi juga saleh secara sosial. Islam memerintahkan kita untuk peduli, tanggap, dan bergerak demi kemaslahatan bersama.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
اَرَءَيْتَ الَّذِيْ يُكَذِّبُ بِالدِّيْنِۗ فَذٰلِكَ الَّذِيْ يَدُعُّ الْيَتِيْمَۙ وَلَا يَحُضُّ عَلٰى طَعَامِ الْمِسْكِيْنِۗ
Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?, Itulah orang yang menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin”. (Qs. Al-Maun: 1-3)
معاشر المسلمين رحمكم الله
Ayat tersebut menjelaskan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala kepada umat Islam bahwa salah satu ciri orang yang mendustakan agama dan tidak mempercayai adanya hari perhitungan kelak adalah mereka yang mengabaikan anak-anak yatim dan tidak mengajak untuk memberi makan kepada orang miskin.
Syekh Nawawi Al-Bantani dalam tafsir Marah Labid, juz II, halaman 667, menyatakan:
إِنْ أَرَدْتَ أَنْ تَعْرِفَ الْمُكَذِّبَ بِالْحِسَابِ فَذَلِكَ الَّذِيْ يَدْفَعُ الْيَتِيْمَ بِعَنْفٍ عَنْ حَقِّهِ…وَلَا يَحُثُّ أَهْلَهُ وَغَيْرَهُمْ مِنَ الْمُوْسِرِيْنَ عَلَى صَدَقَةِ الْمَسَاكِيْنِ
Artinya: “Jika engkau hendak mengetahui orang yang mendustakan hari perhitungan amal maka ia adalah orang yang menghalangi anak yatim dengan cara yang kasar dari hak-haknya,…juga mereka yang tidak menganjurkan keluarga serta orang lainnya yang memiliki harta lebih untuk bersedekah kepada orang-orang yang membutuhkan”.
Ayat tersebut secara makna ditujukan kepada orang-orang yang memiliki kelebihan harta agar lebih memperhatikan lingkungan tempat tinggalnya, sehingga tidak bersikap acuh dan peduli, terutama terhadap mereka yang membutuhkan bantuan.
Selain itu, ayat ini juga mengajak umat Islam untuk tidak bersikap apatis terhadap lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Dalam perspektif lain, makna ayat di atas tidak hanya terbatas pada sikap apatis terhadap lingkungan, tetapi juga mencakup ajakan untuk menggiring orang lain bersikap apatis.
Imam Fakhruddin Ar-Razi dalam tafsirnya Mafatihul Ghaib, juz 32, halaman 303, menjelaskan bahwa ayat ketiga dari surat Al-Ma’un memiliki dua makna:
-» pertama, menghalangi hak-hak orang miskin;
-» kedua, mencegah orang lain untuk berbuat baik kepada mereka dengan meyakini bahwa tidak ada kebaikan dalam perbuatan tersebut.
Berdasarkan penjelasan Imam Ar-Razi, dapat dipahami bahwa orang-orang yang termasuk dalam golongan pendusta agama adalah mereka yang tidak peduli terhadap sesama dan bahkan mengajak orang lain untuk turut tidak peduli terhadap lingkungannya.
معاشر المسلمين رحمكم الله
Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam ayat lain dengan tegas memerintahkan umat Islam untuk senantiasa tolong-menolong dan bergotong royong dalam kebaikan serta kemaslahatan bersama, serta melarang tolong-menolong dalam kemaksiatan dan permusuhan.
Ini menunjukkan betapa pentingnya bagi umat Islam untuk peduli terhadap lingkungan masyarakat. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Maidah ayat 2:
وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ:
Artinya: “Tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS. Al-Maidah: 2).
Terkait kepekaan terhadap lingkungan, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam sangat menganjurkan umatnya untuk tidak bersikap apatis dan selalu berperan aktif dalam urusan kemaslahatan bersama. Beliau bersabda:
مَنْ لَا يَهْتَمُّ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ، وَمَنْ لَا يُصْبِحُ وَيُمْسِي نَاصِحًا لِلَّهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِإِمَامِهِ وَلِعَامَّةِ الْمُسْلِمِينَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ
Artinya: “Barang siapa tidak peduli dengan urusan umat Islam, maka ia bukan bagian dari mereka. Barang siapa tidak senantiasa menasehati karena Allah, Rasul-Nya, kitab-Nya, pemimpin, dan seluruh umat Islam, maka ia bukan bagian dari mereka.” (HR. At-Thabrani).
طب معاشر المسلمين رحمكم الله
Islam tidak hanya mengajarkan umatnya untuk saleh secara spiritual, tetapi juga saleh secara sosial dengan tidak bersikap apatis terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Dalam contoh sederhana, kepekaan sosial dapat dimulai dengan menghindari perbuatan yang mengganggu kenyamanan dan keamanan bersama di masyarakat.
Semoga kita senantiasa menjadi umat yang peduli dan berperan aktif dalam kebaikan. Aamiin.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْاٰيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَيَا فَوْزَ الْمُسْتَغْفِرِيْنَ وَيَا نَجَاةَ التَّائِبِيْنَ.
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ أَنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلَامِ. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَيْرِ الْأَنَامِ. وَعَلٰى اٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْكِرَامِ. أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلٰهَ اِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْقُدُّوْسُ السَّلَامُ وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا وَحَبِيْبَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَاحِبُ الشَّرَفِ وَالْإِحْتِرَامِ أَمَّا بَعْدُ. فَيَاأَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالَى اِنَّ اللهَ وَ مَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يٰأَيُّهَا الَّذِيْنَ أٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَ سَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَ عَلٰى أٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰ لِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ فْي الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ. وَعَنْ اَصْحَابِ نَبِيِّكَ اَجْمَعِيْنَ. وَالتَّابِعِبْنَ وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ وَ تَابِعِهِمْ اِلٰى يَوْمِ الدِّيْنِ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الاحياء منهم والاموات. يا رافع الدرجات، ويا شافي الامراض، ويا دافع البليات، ويا كافي المهمات.
اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.
ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما.
رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وأبناء ذى القربى واليتامى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر.ِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلٰى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ .
KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…
Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…
BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…
BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…
BEKASI, KANALBERITA.COM — Dalam rangka meningkatkan kemampuan pemasaran digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…
This website uses cookies.