Ilustrasi motor listrik
JAKARTA, KANALBERITACOM – Penjualan motor listrik yang lesu mendorong sejumlah produsen untuk mengambil langkah agresif dengan memberikan potongan harga besar-besaran. Strategi ini dilakukan demi menjaga kelangsungan produksi dan merangsang minat beli konsumen di tengah mandeknya penyaluran subsidi pemerintah.
Astra Honda Motor (AHM) menjadi salah satu pelopor dalam menawarkan harga super miring. Dua model unggulannya, Honda Clean Urban Vehicle Electric Scooter atau SUV Road Sync Duo dan Honda EM1, mengalami penurunan harga signifikan. Dari harga awal Rp59,6 juta, SUV Road Sync Duo kini ditawarkan hanya Rp24 juta. Sementara Honda EM1 yang semula dibanderol Rp40 juta kini bisa dibawa pulang dengan harga sekitar Rp16,7 juta.
“Besaran diskon serta paket promo bergantung pada kebijakan masing-masing main dealer di wilayah mereka,” jelas Ahmad Muhibuddin, General Manager Corporate Communication AHM.
Langkah serupa juga diambil oleh merek United yang memanfaatkan momentum Pekan Raya Jakarta (PRJ) untuk menggelar promo besar. Diskon hingga Rp16 juta diberikan untuk model TX3000, menurunkan harganya dari Rp39 juta menjadi hanya Rp23 juta. Model lainnya seperti TX800 dan T1800 juga mendapat potongan Rp12 juta, sementara MX1200 dan C2000 masing-masing mendapat diskon Rp5 juta dan Rp2 juta.
Alva dan Polytron tak mau ketinggalan dalam perang diskon ini. Alva menawarkan potongan Rp7 juta—senilai dengan subsidi pemerintah—ditambah ekstra Rp1,5 juta untuk unit tertentu selama PRJ berlangsung. Polytron, yang berada di bawah naungan grup Djarum, juga menggelontorkan diskon hingga Rp7 juta untuk sejumlah modelnya.
Menurut Hanggoro Ananta, Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMLI), langkah ini merupakan strategi pasar yang wajar dalam situasi sulit seperti sekarang.
“Diskon besar ini adalah respons atas stagnasi penjualan yang masih berlanjut hingga pertengahan 2025. Diharapkan dengan potongan harga, roda produksi bisa terus berputar dan ekosistem motor listrik tetap hidup,” ujar Hanggoro.
Jika tidak ada terobosan, lanjut Hanggoro, lesunya minat pasar akan memicu penurunan produksi dan berdampak langsung pada keberlangsungan industri secara keseluruhan.
Sementara itu Eko Prabowo, Ketua AISMOLI, menyatakan penjualan melambat karena kebijakan subsidi tidak diperbarui. “Masyarakat menahan beli karena tahun tahun lalu ada subsidi, sekarang belum jelas,” ujarnya
Sementara itu, data internal Polytron menyebut penjualan Q1/2025 anjlok 50 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Promo diskon dan bundling test-ride jadi cara kami agar produksi tetap bergulir,” kata Commercial Director Polytron.
KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…
Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…
BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…
BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…
BEKASI, KANALBERITA.COM — Dalam rangka meningkatkan kemampuan pemasaran digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…
This website uses cookies.