Headline

Penelitian Terbaru Bantah Mitos Lari Merusak Lutut, Justru Perkuat Tulang Rawan

JAKARTA, KANALBERITACOM – Anggapan bahwa lari dapat merusak lutut dan memicu arthritis ternyata tidak berdasar ilmiah. Penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa aktivitas lari memberikan manfaat signifikan bagi kesehatan sendi dan tulang, asalkan dilakukan dengan teknik yang benar.

Dr. Jeffrey Fleming, dokter spesialis kedokteran olahraga di University of Pittsburgh Medical Center sekaligus direktur medis Pittsburgh Marathon, menegaskan bahwa riset terkini tidak mendukung klaim bahwa lari menyebabkan arthritis lutut.

“Jika Anda melihat penelitian terbaru yang kami miliki tentang subjek ini, jawaban singkatnya adalah kami tidak berpikir bahwa lari menyebabkan arthritis pada lutut Anda,” ungkap Dr. Fleming.

Bahkan, beberapa bukti menunjukkan pelari rekreasional terkadang memiliki risiko lebih rendah mengalami arthritis dibanding mereka yang tidak berlari. Meski demikian, Fleming menambahkan masih belum jelas apakah manfaat tersebut murni dari aktivitas lari atau gaya hidup sehat yang umumnya dijalani para pelari.

Lari Justru Memperkuat Tulang Rawan

Dr. A.J. Monseau, dokter spesialis kedokteran darurat dan olahraga di West Virginia University, menjelaskan bahwa lari justru dapat meningkatkan kesehatan tulang rawan pada individu dengan lutut sehat.

“Saya pikir ada bukti kuat saat ini bahwa lari sebenarnya dapat meningkatkan kesehatan tulang rawan sampai batas tertentu, selama kita tidak melukai diri sendiri,” kata Dr. Monseau.

Tulang rawan yang sehat memungkinkan sendi dan tulang berfungsi dengan baik tanpa rasa sakit dengan cara melumasi sendi dan menyerap guncangan saat bergerak, sehingga tulang tidak merasakan dampak langsung.

Dr. Sean Thompson, dokter bedah ortopedi dan pemilik East Coast Bone and Joint Surgeons, menambahkan bahwa lari juga dapat “membantu memperkuat otot dan tulang di sekitar lutut.”

Mencegah Osteoporosis

Selain manfaat untuk sendi, lari juga terbukti efektif mencegah osteoporosis dengan meningkatkan kepadatan tulang. Kondisi ini sangat penting, terutama bagi wanita pascamenopause yang rentan mengalami penurunan kepadatan tulang akibat berkurangnya estrogen.

“Lari dapat membantu mencegah osteoporosis dengan meningkatkan kepadatan tulang,” jelas Dr. Thompson. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga seperti lari dapat membantu membangun tulang yang kuat.

Syarat dan Protokol Keamanan

Meski memberikan banyak manfaat, para ahli menekankan pentingnya berkonsultasi dengan dokter bagi mereka yang sudah memiliki arthritis atau cedera ortopedi lainnya.

“Siapa pun yang sudah memiliki arthritis atau kondisi medis lainnya atau masalah ortopedi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter mereka untuk memastikan bahwa lari aman bagi mereka,” tegas Dr. Fleming.

Dr. Monseau juga menyarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami nyeri tajam atau bahkan nyeri tumpul pada sendi setelah setiap lari, agar masalah yang lebih besar dapat dicegah.

Kombinasi dengan Latihan Kekuatan

Untuk memaksimalkan manfaat dan keamanan, Dr. Thompson merekomendasikan menggabungkan lari dengan latihan kekuatan.

“Memperkuat otot-otot di sekitar lutut, seperti paha depan atau otot gluteal, dan terutama otot inti, dapat membantu mencegah cedera akibat lari, terutama saat baru memulai,” kata Dr. Thompson.

Rekomendasi ini sejalan dengan pedoman aktivitas dari American College of Sports Medicine yang menganjurkan latihan kekuatan dan resistensi sebagai tambahan olahraga kardiovaskular.

Tips Berlari Aman

Para ahli memberikan beberapa tips untuk meminimalkan risiko cedera saat berlari:

Pertama, lakukan pemanasan yang memadai sesuai kebutuhan individu. Kedua, mulai latihan secara bertahap, terutama bagi pelari pemula yang berlatih untuk half-marathon atau marathon.

“Kami sering melihat orang mengalami cedera saat mereka mulai mempersiapkan marathon, dan seringkali karena mereka melakukan terlalu banyak terlalu cepat,” kata Dr. Fleming.

Faktor penting lainnya adalah menggunakan teknik lari yang tepat dan peralatan yang sesuai, terutama sepatu lari yang berkualitas baik. Berlari di permukaan yang lebih lembut seperti track atau rumput juga dapat mengurangi dampak pada sendi.

Dr. Fleming menyimpulkan bahwa gerakan sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, terlepas dari jenis aktivitas yang dipilih. Manfaat lari bagi kesehatan mental, kardiovaskular, dan pencegahan demensia serta kanker tertentu berpotensi lebih besar dibanding risiko yang sering diperbincangkan.

Sumber : Healthy Living

Tim Redaksi

Recent Posts

Rumah Aset MPR RI di Bandung Dibakar, Siti Fauziah Sayangkan Aksi Demo Anarkis

Rumah aset MPR RI tersebut merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang dititipkan ke Pemkot…

4 jam ago

Demo di Jakarta Jadi Sorotan Media Internasional, Waspadai Dampak Buruk Ekonomi

JAKARTA, Kanal Berita - Gelombang demonstrasi masif yang berlangsung pada Kamis dan Jumat (28-29/8/2025) di…

9 jam ago

Google Vids Kini Hadir dengan Avatar AI dan Versi Gratis!

KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…

2 hari ago

Khutbah Jumat: Spirit Islam Dalam Unjuk Rasa

Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…

2 hari ago

PT Jababeka dan KKN UPB Desa Simpangan Gelar Seminar Hemat Energi

BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…

2 hari ago

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit yang Tewaskan Tenaga Medis & Jurnalis

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…

2 hari ago

This website uses cookies.