Nasional

5 Pernyataan Sikap FUUI atas Meninggalnya Ismail Haniyeh

BANDUNG, Kanal Berita – Pemimpin  sekaligus Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyeh meninggal pada Rabu (31/7/2024) dinihari waktu setempat. Ia meninggal saat beristirahat di Teheran, Iran yang diduga dibunuh agen intel Israel.

Menanggapi hal tersebut Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) menyatakan bahwa pembuhuhan keji Kepala Biro Politik HAMAS Syekh Ismail Haniyeh di Teheran saat menghadiri Pelantikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian sangat memprihatinkan dan telah  menimbulkan duka dunia.

Selain itu menurut FUUI serangan pengecut Zionis Israel ke tempat menginap Haniyeh di Kompleks Neshat  yang dioperasikan Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) adalah hasil penyusupan agen Mossad yang diduga bekerjasama dengan orang dalam Iran.

“Zionis Israel telah gagal melumpuhkan apalagi mengalahkan pasukan HAMAS di Gaza dan serangan membabi buta termasuk pembuhuhan Syekh Ismail Haniyeh adalah cermin dari sikap frustrasi Zionis atas kegagalan di medan pembantaian dan lobi Internasional Yahudi, ” ujar Ketua FUUI KH Athian Ali M Da’i, Lc MA di Masjid Al Fajr Kota Bandung, Sabtu (3/8/2024)

Kyai Athian menambahkan bahwa International Criminal Court (ICC) di Den Haag telah memerintahkan penangkapan atas PM Israel Benyamin Netanyahu yang didakwa  memimpin genosida di Gaza. Netanyahu adalah penjahat perang yang telah melakukan kejahatan kemanusiaan (crime against humanity).

“Dunia khususnya dunia Islam harus bersatu melawan kejahatan Zionis Israel pimpinan Benyamin Netanyahu dengan bantuan nyata maupun boikot produk Israel serta  memberi sanksi moral dan agama berupa fatwa mati atas Benyamin Netanyahu,”imbuhnya.

 

Atas dasar hal-hal tersebut, maka Forum Ulama Ummat Indonesia (FUUI) menyatakan sikap sebagai berikut :

Pertama, turut berduka cita dan mengutuk keras pembunuhan keji Zionis Israel atas Syekh Ismail Haniyeh yang sedang berada di Teheran Iran dan berdo’a agar Asy Syahid Syekh Ismail Haniyeh dimasukkan Allah ke dalam Surga Jannatun Naim.

Kedua, mendesak dunia Internasional khususnya Pemerintah Iran untuk menyelidiki seksama pembunuhan tersebut dengan tidak menutup kemungkinan keterlibatan orang dalam Iran yang bekerjasama dengan Mossad Israel.

Ketiga, mendukung Keputusan ICC yang memerintahkan penangkapan Benyamin Netanyahu dan menetapkan sebagai pelaku kejahatan atas kemanusiaan (crime against humanity).

“Keempat, meminta dan mendesak MUI dan lembaga Islam Internasional untuk mengeluarkan fatwa mati atas Benyamin Netanyahu. FUUI dengan bertawakal kepada Allah memfatwakan mati atas PM Israel Benyamin Netanyahu,”tegas Kyai Athian

Kelima, mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia khususnya umat Islam untuk menetapkan BDS atau boikot, divestasi dan sanksi atas produk Israel dan lembaga-lembaga yang terafiliasi dengan Zionis Israel.

Iman Djojonegoro

Recent Posts

Demo di Jakarta Jadi Sorotan Media Internasional, Waspadai Dampak Buruk Ekonomi

JAKARTA, Kanal Berita - Gelombang demonstrasi masif yang berlangsung pada Kamis dan Jumat (28-29/8/2025) di…

4 jam ago

Google Vids Kini Hadir dengan Avatar AI dan Versi Gratis!

KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…

1 hari ago

Khutbah Jumat: Spirit Islam Dalam Unjuk Rasa

Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…

2 hari ago

PT Jababeka dan KKN UPB Desa Simpangan Gelar Seminar Hemat Energi

BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…

2 hari ago

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit yang Tewaskan Tenaga Medis & Jurnalis

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Sosialisasikan Literasi Keuangan dan Bahaya Bank Emok di Desa Simpangan

BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…

2 hari ago

This website uses cookies.