Internasional

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit yang Tewaskan Tenaga Medis & Jurnalis

Jakarta, Kanal Berita — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8) yang menghantam Rumah Sakit Al-Nasser di Khan Younis dan menewaskan warga Palestina, termasuk tenaga medis serta jurnalis. Hal ini disampaikan Stéphane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, dalam keterangan tertulis yang diterima Kamis (28/8).

António Guterres menambahkan, tragedi terbaru ini kembali menyoroti besarnya risiko yang dihadapi tenaga medis dan jurnalis ketika menjalankan tugas penting mereka di tengah konflik brutal seperti yang terjadi di Gaza. Sekretaris Jenderal PBB menegaskan kembali bahwa warga sipil, termasuk tenaga medis dan jurnalis, harus selalu dihormati dan dilindungi. Ia menyerukan untuk segera dilakukan penyelidikan yang independen atas peristiwa ini. Ia juga kembali menegaskan bahwa tenaga medis dan jurnalis harus dapat menjalankan tugas penting mereka tanpa gangguan, intimidasi, maupun ancaman, sesuai dengan hukum humaniter internasional.

Sekretaris Jenderal PBB kembali menyerukan gencatan senjata segera dan permanen, akses kemanusiaan tanpa hambatan di seluruh Gaza, serta pembebasan segera dan tanpa syarat bagi semua sandera.

Serangan Israel tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis

Sebanyak 20 orang, termasuk lima jurnalis yang bekerja di media internasional, tewas terbunuh dalam serangan ganda Israel di Rumah Sakit Nasser yang berlokasi di Khan Younis, Gaza bagian selatan—wilayah yang dikuasai oleh Hamas menurut Kementeran Kesehatan.

Para jurnalis tersebut bekerja untuk kantor berita internasional seperti Associated Press, Reuters, Al Jazeera, dan Middle East Eye, seperti dikonfirmasi oleh media-media tersebut. Empat petugas medis juga tewas dalam serangan ini, menurut kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Video yang merekam serangan menunjukkan serangan kedua dari Israel menyasar tim penyelamat yang tiba di rumah sakit yang menjadi dari serangan pertama.

Perdana Militer Israel, Benjamin Netanyahu, menyesalkan insiden yang disebutnya sebagai “kecelakaan tragis”, seraya mengatakan otoritas militer Israel sedang melakukan penyelidikan menyeluruh.

Tewasnya lima jurnalis ini menambah daftar panjang jumlah jurnalis yang tewas di Gaza sejak perang dimulai pada Oktober 2023, mencapai sekitar 200 orang. Badan terkemuka yang mengedepankan kebebasan pers, Committee to Protect Journalists (CPJ), mencatat konflik di Gaza adalah yang paling mematikan bagi jurnalis. Selama dua tahun terakhir, menurut catatan CPJ, angka kematian jurnalis di Gaza melebihi total kematian jurnalis yang tercatat secara global dalam tiga tahun sebelumnya.(*)

 

Dulhadi Doank

Recent Posts

Google Vids Kini Hadir dengan Avatar AI dan Versi Gratis!

KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…

22 jam ago

Khutbah Jumat: Spirit Islam Dalam Unjuk Rasa

Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…

1 hari ago

PT Jababeka dan KKN UPB Desa Simpangan Gelar Seminar Hemat Energi

BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Sosialisasikan Literasi Keuangan dan Bahaya Bank Emok di Desa Simpangan

BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Desa Simpangan Lakukan Integrasi UMKM dengan Media Linktree

BEKASI, KANALBERITA.COM — Dalam rangka meningkatkan kemampuan pemasaran digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…

2 hari ago

Aksi Unjuk Rasa Dalam Perspektif Islam, Boleh atau Terlarang? Ini Penjelasannya

Unjuk rasa (demonstrasi) tidak mesti bersifat masif dan masal. Ada kalanya ia bersifat individual atau…

2 hari ago

This website uses cookies.