Foto: dok.unisa bandung
BANDUNG, Kanal Berita – Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Bandung dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Working Group Collaboration (WGC) Session 4 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Institusi Pendidikan Kebidanan Muhammadiyah ‘Aisyiyah (AIPKEMA) pada tanggal 4–6 Juli 2025.
Acara resmi dibuka oleh Ketua AIPKEMA, Dr. Dewi Rokhanawati, S.SiT., M.PH., dan turut dihadiri oleh Wakil Rektor I UNISA Bandung, Prof. Dr. Sitti Syabariyah, S.Kp., MS.Biomed., serta Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan, Dr. Ami Kamila, S.ST., M.Kes. Kegiatan ini diikuti oleh dosen-dosen dari berbagai institusi anggota AIPKEMA di seluruh Indonesia, termasuk tim dosen dari Program Studi S1 Kebidanan UNISA Bandung yang terlibat secara aktif dalam diskusi dan penyusunan dokumen kurikulum.
Selama tiga hari, peserta mengikuti serangkaian agenda yang mencakup penyusunan RPS dan CPMK untuk satu semester, simulasi Outcome Based Assessment & Evaluation (OBAE), perencanaan pembelajaran di luar program studi maksimal tiga semester (mengacu prinsip MBKM), hingga finalisasi dokumen kurikulum untuk program D3 Kebidanan, S1 Kebidanan, dan Profesi Bidan.
Ketua Program Studi S1 Kebidanan & Pendidikan Profesi Bidan UNISA Bandung, Mulyanti, S.ST., M.Keb., Bdn., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada UNISA Bandung untuk menjadi tuan rumah kegiatan strategis ini.
“Alhamdulillah, bersyukur dan terima kasih kepada AIPKEMA 2025 yang telah memberikan kepercayaan kepada Prodi Sarjana Kebidanan dan Pendidikan Profesi Bidan FIKes UNISA Bandung untuk terlibat langsung dan menjadi tuan rumah dalam WGC ke-4,” ungkapnya, Selasa (8/7/2025)
Ia berharap, melalui kegiatan ini, dokumen kurikulum berbasis OBE tahap Outcome Based Curriculum (OBC) dan Outcome Based Assessment & Evaluation (OBAE) dari AIPKEMA dapat tersusun dengan baik dan selaras dengan regulasi dari organisasi pendidikan kebidanan, Kolegium Kebidanan, serta Kemendikbud. Lebih jauh, ia mendorong agar hasil kurikulum ini dapat diterapkan di masing-masing institusi secara optimal.
“Saya juga berharap agar program studi dapat mengembangkan dan menerapkan Kurikulum OBE di institusi masing-masing, sehingga dapat menghasilkan lulusan yang sesuai dengan visi prodi, yaitu menjadi Program Studi Pendidikan Profesi Bidan yang terkemuka dalam pelayanan asuhan kebidanan holistik Islami tingkat internasional pada tahun 2045,” tambahnya.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi diseminasi hasil kurikulum kepada seluruh anggota AIPKEMA secara daring, sekaligus penegasan tindak lanjut implementasi kurikulum di masing-masing institusi.
Sementara itu, Ketua Pelaksana WGC Session 4 di Universitas ‘Aisyiyah Bandung, Putri Widia, menyampaikan apresiasi atas semangat kolaboratif yang ditunjukkan oleh seluruh peserta, fasilitator, dan tim Divisi Kurikulum AIPKEMA. Semangat kebersamaan ini dinilai sebagai wujud komitmen dalam menghadirkan pendidikan kebidanan yang berkualitas, relevan, dan berorientasi pada capaian pembelajaran yang berdampak nyata.
“Melalui forum ini, kurikulum unggul dan berdampak diharapkan dapat diwujudkan bersama, guna melahirkan lulusan kebidanan yang unggul, kompeten, dan adaptif terhadap dinamika global,”pungkas Putri. [ ]
JAKARTA, Kanal Berita - Gelombang demonstrasi masif yang berlangsung pada Kamis dan Jumat (28-29/8/2025) di…
KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…
Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…
BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…
BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…
This website uses cookies.