HeadlineRegional

50 Calon Pekerja Migran Indonesia Dibekali Beladiri Praktis

122
×

50 Calon Pekerja Migran Indonesia Dibekali Beladiri Praktis

Sebarkan artikel ini
Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Jawa Barat mendapat pelatihan beladiri
Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Jawa Barat mendapatkan pembekalan pelatihan beladiri Ju-Jitsu Praktis KJI (Koporyu Ju-Jitsu Indonesia) . Foto : Eko Hendrawan

BANDUNG, KANALBERITACOM – Sebanyak 50 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Jawa Barat mendapatkan pembekalan pelatihan beladiri Ju-Jitsu Praktis KJI (Koporyu Ju-Jitsu Indonesia) di UPTD LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) Pekerja Migran Indonesia (PMI) Disnakertrans Prov Jabar.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 20-22 Juli 2025 tersebut, diberikan langsung co-founder KJI, Eko Hendrawan Sofyan.

Dikatakan Kepala UPTD LTSA PMI Yanu Krisdiyan, pembekalan beladiri kepada para CPMI ini sebagai bagian dari upaya penguatan softskill mereka dalam upaya membangun kepercayaan diri dalam menghadapi situasi di luar negeri.

“Materi beladiri menjadi salah satu penguatan softskill selain penguasaan bahasa, wawasan kebangsaan dan lainnya,” ujar Yanu di acara pembukaan kegiatan pelatihan CPMI di UPTD LTSA, Soekarno Hatta, belum lama ini.

Menurutnya, pembekalan materi beladiri merupakan langkah inovatif, yang bersifat strategis. “Itu kenapa kami hadirkan pelatihan beladiri agar menjadi sarana membangun kepercayaan diri. Penting bagi mereka, minimal mengetahui konsep pertahanan diri sebagai bagian dari penguatan softskill para CPMI dalam upaya pencegahan dari hal-hal yang tak diinginkan saat bekerja di luar negeri,” jelasnya.

Sementara itu, dikatakan Eko Hendrawan, pembekalan kepada CPMI ini lebih menekankan pada pemahaman tentang Konsep Beladiri 4 P, yakni Pray, Predict, Prevent dan Protect.

“Belajar beladiri itu, tidak sebatas melatih tangkis, pukul, tendang hingga membanting, tapi harus juga memahami beladiri dengan konsep yang utuh,” ujarnya kepada KANALBERITA.COM.

“Belajar beladiri itu tidak hanya urusan melatih teknik, tapi juga perlu pembiasaan melatih hal-hal yang sifatnya non teknik. Penguatan doa, kejelian dalam membaca situasi, mengasah kepekaan dan kewaspadaan adalah bagian non teknis yang harus dilatih,” jelas Eko.

Melatih pukulan, tendangan dan mengantisipasi serangan, katanya, adalah tahapan lain dalam memahami konsep beladiri. “Penguatan pada hal yang bersifat non teknis ini juga menjadi bagian penting dalam upaya pembelaan diri,” tambahnya.

Selama tiga hari, peserta pelatihan yang berasal dari sejumlah daerah di Jawa Barat, seperti Cianjur, Sukabumi, Cirebon, Subang, Karawang dan Bekasi ini dibekali ilmu beladiri Ju-Jitsu terapan.

Mulai dari bagaimana cara melepaskan diri dari cengkraman pegangan ke arah lengan, hingga leher dan memanfaatkan tubuh menjadi senjata melumpuhkan lawan. Selain mengolah tubuh, para CPMI juga diberikan pemahaman bagaimana memanfaatkan barang-barang di sekitar sebagai senjata seperti tisu, lipstik, botol mineral, hingga ATM.

“Teknik yang diberikan kepada CPMI ini sifatnya aplikatif. Artinya, gerakan lumpuhan atau antisipasi diadopsi dari gerakan-gerakan sehari-hari, seperti bercermin, menggaruk, memeras baju atau berjalan,” ujar pelatih nasional peraih juara 3 di ajang Asian Beach Game ini.

Dengan pengetahun konsep beladiri praktis ini, lanjutnya, para CPMI memiliki bekal dalam merespon upaya tindakan kejahatan yang terjadi pada saat bekerja di luar negeri.

“Beladiri itu tidak harus selalu diakhiri dengan adu fisik. Jika penguatan kepekaan dan kewaspadaan terus dibangun, setidaknya ia bisa menghindar dari hal-hal yang membahayakan dirinya,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Kadisnakertrans Prov Jabar, Teppy Wawan Dharmawan, mengatakan, peserta yang mengikuti pelatihan ini adalah hasil saringan dari sekitar seribu lebih pendaftar CPMI. Dana kegiatan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (BHCHT) Tahun Anggaran TA 2025.

“Selama 21 hari mereka akan menjalani learning journey di LTSA PMI. Tentu ini akan jadi pengalaman yang berharga, yang akan menguatkan kemampuan para CPMI,” ujarnya.

Example 300x600