KANALBERITA.COM – Sejumlah produsen ponsel pintar global kini mulai menggunakan chip Dynamic Random-Access Memory (DRAM) hasil daur ulang dari perangkat elektronik bekas sebagai langkah strategis mengatasi krisis pasokan komponen yang masih terus berlangsung. Strategi ini diambil oleh berbagai pabrikan untuk menjaga target produksi agar tetap stabil di tengah ketidakpastian rantai pasok global pada akhir kuartal ketiga tahun 2026.
Laporan dari lembaga riset Counterpoint Research mengungkapkan bahwa fenomena ini dipicu oleh lonjakan harga memori serta terbatasnya ketersediaan komponen baru di pasar internasional. Sebelumnya, pada kuartal kedua 2026, banyak merek ponsel, terutama asal China, terpaksa memangkas target produksi mereka secara signifikan demi menekan biaya operasional yang membengkak.
Proses pemanfaatan kembali chip ini melibatkan pembongkaran memori dari perangkat lama seperti komputer, server, hingga ponsel lawas. Komponen yang telah dilepas kemudian melalui serangkaian pembersihan serta pengujian kualitas yang ketat sebelum akhirnya dipasang kembali ke unit gawai yang baru diproduksi.
Langkah ini dikabarkan akan difokuskan pada perangkat kelas terjangkau atau model budget untuk menjaga harga jual tetap kompetitif. Kendati demikian, penggunaan komponen daur ulang tersebut memicu kekhawatiran baru mengenai daya tahan perangkat dalam jangka waktu lama.
Risiko Penggunaan Komponen Daur Ulang
Para ahli menyoroti potensi degradasi sel pada memori yang telah beroperasi selama lima hingga enam tahun. Kondisi ini dinilai dapat memicu penurunan kinerja perangkat keras serta meningkatkan risiko kesalahan data pada pengguna di masa depan. Produsen memori besar dunia saat ini memang sedang mengalihkan kapasitas produksi mereka ke arah produk bermargin tinggi seperti High-Bandwidth Memory (HBM) untuk kebutuhan kecerdasan artifisial, yang akhirnya memicu kelangkaan pasokan di sektor ponsel pintar hingga tahun 2028 mendatang. Menanggapi situasi tersebut, Counterpoint Research menilai langkah penggunaan DRAM daur ulang hanyalah solusi darurat jangka pendek, alih-alih mengatasi masalah kelangkaan secara permanen, seperti yang disampaikan oleh pihak analis pada Kamis (22/10) waktu setempat.
Wartawan yang masih aktif menulis dan pernah bekerja di media online Kompas com, Majalah Percikan Iman, dan Media Official Persib Bandung.







