KANALBERITA.COM – Para peneliti telah berhasil mencapai rekor kecepatan internet 430 Terabits per detik (Tbps) menggunakan kabel serat optik standar yang ada saat ini. Pencapaian ini memungkinkan unduhan data super cepat, bahkan berpotensi untuk riset konektivitas nirkabel generasi mendatang seperti 7G.
Peningkatan kapasitas ini dicapai dengan fokus pada efisiensi spektral dan pemanfaatan seluruh spektrum yang tersedia secara optimal. Pendekatan ini mengeksploitasi panjang gelombang yang lebih rendah dari batas tradisional, memungkinkan transmisi data melalui beberapa mode secara paralel tanpa mengorbankan kompatibilitas dengan sistem yang ada.
Hal ini menunjukkan bahwa jaringan serat optik yang ada saat ini memiliki potensi kapasitas yang belum tergali sepenuhnya, membuka jalan bagi peningkatan kecepatan internet di masa depan tanpa perlu penggantian infrastruktur secara masif.
Potensi Inovasi Serat Optik
Dalam upaya mencapai laju data yang ekstrem ini, para peneliti menggeser fokus dari penambahan spektrum ke ekstraksi data yang lebih banyak dari medium fisik yang sama. Eksperimen ini berhasil mentransmisikan data menggunakan tiga mode secara simultan pada pita O (O-band) dan pita ESCL, sebuah terobosan yang sebelumnya dianggap di luar batas desain serat optik konvensional.
Teknologi ini memiliki implikasi signifikan terhadap pengembangan konektivitas masa depan. “Metode ini memperluas kapasitas serat yang sesuai standar di luar batas desain aslinya,” ujar tim peneliti NICT. Hasil dari berbagai eksperimen ini menunjukkan bahwa infrastruktur serat optik yang ada masih menyimpan potensi besar.
Meskipun semua hasil dicapai dalam kondisi laboratorium yang terkontrol, terobosan ini memberikan gambaran tentang kemungkinan kecepatan internet di masa depan, termasuk bagaimana riset untuk konektivitas nirkabel 7G dapat memanfaatkan kemajuan dalam transmisi data serat optik.
Kemampuan untuk mengunduh file besar seperti game 80GB hanya dalam hitungan milidetik membuka peluang baru dalam berbagai aplikasi, mulai dari komputasi awan, realitas virtual, hingga komunikasi nirkabel generasi berikutnya.








