KANALBERITA.COM- Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla (JK), menekankan pentingnya kehati-hatian bagi Pemerintah Indonesia setelah bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) yang diprakarsai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. JK menyatakan bahwa pemerintah perlu memastikan keputusan ini membawa manfaat bagi rakyat dan kemerdekaan Palestina.
“Ya itu dijalankan dengan kehati-hatian, bahwa ujung dari keputusan itu harus memberikan suatu kemampuan dan pengakuan kepada Palestina,” kata JK di sela-sela kegiatannya menghadiri Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik PTNBH di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya pada Jumat (6/2/2026).
Sebagai tokoh yang dikenal sebagai ‘Bapak Perdamaian’ berkat perannya dalam berbagai penyelesaian konflik di Indonesia, JK menegaskan bahwa Indonesia, sebagai negara mayoritas Muslim, memiliki tanggung jawab moral untuk membela Palestina.
Ia melanjutkan, “Itu intinya, walaupun kita, negara-negara islam harus mempunyai manfaat atau keteguhan untuk membantu Palestina.”
Klarifikasi dan Sikap Pemerintah Terkait Board of Peace
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menghadiri pengumuman pembentukan Board of Peace di Davos, Swiss, yang menandai resmi bergabungnya Indonesia dalam forum tersebut. Keanggotaan Indonesia dalam BoP ini menimbulkan beragam tanggapan publik, terutama mengingat Israel juga menjadi anggota.
Board of Peace sendiri dikabarkan berfungsi untuk mendorong stabilitas, memulihkan pemerintahan yang efektif, dan mengamankan perdamaian di wilayah yang terdampak konflik. Piagam BoP menyebutkan bahwa negara anggota dapat secara sukarela menyumbang dana operasional sebesar US$1 miliar.
Presiden Prabowo menyatakan, “Ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” dan berharap penderitaan rakyat Gaza dapat berkurang melalui bantuan kemanusiaan yang besar.
Menteri Luar Negeri, Sugiono, juga sempat mengemukakan kemungkinan Indonesia keluar dari BoP jika arah forum tersebut tidak lagi sejalan dengan tujuan Indonesia untuk memperjuangkan kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Ia menegaskan, “Ya kalau memang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, pertama situasi damai di Gaza sekarang pada khususnya, kemudian situasi damai di Palestina pada umumnya dan akhirnya nanti adalah kemerdekaan dan kedaulatan Palestina, dan saya kira itu trajektori yang kita ingin capai yang kita lihat saya kira koridor-koridornya ada di situ.”














