KANALBERITA.COM – Fenomena langit langka berupa enam planet yang tampak sejajar akan memeriahkan langit malam pada akhir Februari 2026. Penyelarasan planet yang juga dikenal sebagai parade planet ini memberikan kesempatan unik bagi para pengamat langit untuk menyaksikan sekelompok besar benda langit berbaris. Momen ini terjadi ketika beberapa planet terlihat berdekatan di langit dari sudut pandang Bumi, meskipun jarak sebenarnya di antara mereka sangatlah jauh.
Pada tanggal 28 Februari 2026, Merkurius, Venus, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus diprediksi akan tampak berbaris sejajar di langit. Fenomena ini merupakan hasil dari pergerakan planet-planet yang mengorbit Matahari dalam bidang yang sama, dikenal sebagai ekliptika. Meskipun kecepatan dan jarak orbit setiap planet berbeda, ada kalanya mereka tampak menyatu di langit jika dilihat dari Bumi. Perlu diingat bahwa ini hanyalah efek visual semata, karena jarak sebenarnya antar planet mencapai jutaan hingga miliaran kilometer.
Sebelumnya, pada 27 Februari 2025, langit pernah dihiasi oleh sejajarnya tujuh planet. Namun, fenomena serupa yang melibatkan begitu banyak planet diperkirakan tidak akan terjadi lagi hingga tahun 2040.
Astronom Observatorium Kerajaan Greenwich, Greg Brown, menjelaskan bahwa parade tiga hingga lima planet sering terjadi, namun semakin banyak planet yang terlibat, semakin langka pula kemunculannya.
“Kelompok tiga, empat, atau bahkan lima planet yang terlihat bukanlah hal yang langka, sering muncul sepanjang tahun. Namun, semakin banyak planet yang terlibat, semakin banyak faktor yang harus sejajar agar dapat terlihat bersamaan. Hal ini membuat parade tujuh planet secara penuh menjadi cukup langka,” ujar Brown.
Waktu Terbaik dan Cara Mengamati
Kesempatan untuk mengamati beberapa planet dalam konfigurasi ini dapat berlangsung selama beberapa minggu. Tanggal 28 Februari menjadi puncak acara karena jarak antarplanet akan tampak paling dekat. Empat planet terluar, yaitu Merkurius, Venus, Mars, dan Jupiter, dapat diamati langsung dengan mata telanjang. Sementara itu, Uranus dan Neptunus, yang berada di wilayah luar Tata Surya yang lebih jauh dan redup, memerlukan bantuan teropong atau teleskop untuk dapat terlihat jelas.
Waktu yang disarankan untuk menyaksikan fenomena ini adalah sekitar 30 menit setelah matahari terbenam. Pengamat disarankan untuk menghadap ke arah barat dengan pandangan yang lapang dan cuaca cerah. Penting untuk diingat bahwa atmosfer Bumi di dekat cakrawala dapat meredupkan cahaya objek langit, sehingga posisi planet beberapa derajat di atas cakrawala, idealnya 10 derajat atau lebih, sangat penting untuk pengamatan yang optimal.
Meskipun 28 Februari adalah tanggal puncaknya, waktu pengamatan terbaik dapat bervariasi di setiap wilayah. Beberapa tanggal optimal yang disarankan berdasarkan lokasi antara lain:
- 25 Februari: São Paulo
- 28 Februari: Athena, New York, Mexico City, dan Tokyo
- 1 Maret: Beijing, Berlin, London, dan Mumbai
- 2 Maret: Reykjavik










