Headline

FUUI Kecam Beredarnya Promosi Judi Online di Aplikasi Milik Pemkot Bandung

BANDUNG, Kanal Berita – – Polemik muncul terkait ditemukannya promosi judi online (judol) dalam aplikasi Sadayana milik Pemerintah Kota Bandung. Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) menyuarakan kritik keras atas temuan yang dinilai bertentangan dengan fungsi dasar aplikasi pelayanan publik tersebut.

 

Ketua Umum FUUI, KH Athian Ali Dai, mengungkapkan kekecewaannya terhadap beredarnya konten promosi judi online dalam aplikasi yang seharusnya ditujukan untuk melayani kepentingan masyarakat.

“Aplikasi Sadayana dibuat untuk melayani masyarakat Kota Bandung, bukan untuk menghancurkan mental warganya,” tegas Athian dilansir dari republika, Ahad (22/12/24).

 

Menurut Athian, terlepas dari ada tidaknya unsur kesengajaan dalam penyebaran konten tersebut, pemerintah memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi warganya dari ancaman judi online yang kian meresahkan. Ia mengingatkan bahwa praktik perjudian telah secara eksplisit dilarang dalam ajaran Islam.

 

“Dalam ayat 90-91 Al-maidah dijelaskan dengan tegas bahwa judi adalah perbuatan yang harus dijauhi dan diharamkan oleh Allah SWT,” jelas Athian, menekankan landasan religius pelarangan praktik perjudian.

 

Lebih lanjut, Athian memperingatkan bahwa dampak negatif dari promosi judi online tidak hanya akan menimpa para pemainnya, tetapi juga mereka yang terlibat dalam penyebaran informasinya. Ia menilai sangat ironis bahwa aplikasi yang dibiayai dari dana APBD justru menjadi sarana penyebaran konten yang berpotensi merusak moral masyarakat.

 

“Miris sekali, masyarakat membayar pajak untuk membangun aplikasi tersebut. Namun di dalam aplikasi tersebut terdapat promosi berisi judol,” ungkapnya dengan nada prihatin.

 

Kontroversi ini mengangkat pertanyaan serius tentang pengawasan konten dalam aplikasi-aplikasi milik pemerintah. Sebagai platform yang dibiayai oleh dana publik, Sadayana seharusnya menjalankan fungsi pelayanan masyarakat dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai moral dan ketentuan hukum yang berlaku.

 

Kritik dari FUUI ini menjadi pengingat pentang pentingnya pengetatan pengawasan terhadap konten digital, khususnya pada platform-platform yang dikelola pemerintah. Judi online, sebagai salah satu penyakit masyarakat yang sulit dikendalikan, membutuhkan pendekatan komprehensif dalam penanganannya, termasuk pengawasan ketat terhadap segala bentuk promosinya di ruang digital.

 

Temuan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas sistem pengawasan konten dalam aplikasi pemerintah dan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur verifikasi konten yang ada. Mengingat aplikasi Sadayana dibiayai oleh APBD, pengawasan yang lebih ketat terhadap konten yang beredar di dalamnya menjadi sebuah keharusan untuk mencegah penyalahgunaan platform publik untuk kepentingan yang merugikan masyarakat.

Iman Djojonegoro

Recent Posts

Demo di Jakarta Jadi Sorotan Media Internasional, Waspadai Dampak Buruk Ekonomi

JAKARTA, Kanal Berita - Gelombang demonstrasi masif yang berlangsung pada Kamis dan Jumat (28-29/8/2025) di…

3 jam ago

Google Vids Kini Hadir dengan Avatar AI dan Versi Gratis!

KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…

1 hari ago

Khutbah Jumat: Spirit Islam Dalam Unjuk Rasa

Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…

2 hari ago

PT Jababeka dan KKN UPB Desa Simpangan Gelar Seminar Hemat Energi

BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…

2 hari ago

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit yang Tewaskan Tenaga Medis & Jurnalis

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Sosialisasikan Literasi Keuangan dan Bahaya Bank Emok di Desa Simpangan

BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…

2 hari ago

This website uses cookies.