HeadlineInternasional

KH Athian Ali: Konflik Iran-Israel Hanya Momentum Wujudkan Ambisi Masing-masing, Umat Islam tetap Fokus Dukung dan Bela Palestina

1238
×

KH Athian Ali: Konflik Iran-Israel Hanya Momentum Wujudkan Ambisi Masing-masing, Umat Islam tetap Fokus Dukung dan Bela Palestina

Sebarkan artikel ini
Tel Aviv
Sebuah foto udara menunjukan sejumlah bangunan rusak parah setelah rudal Iran menghantam kota Holon, Tel Aviv, Israel pada Kamis (19/6/2025) waktu setempat. Foto: Reuters / Chen Kalifa  

BANDUNG, Kanal Berita – Eskalasi konflik di Timur Tengah mencapai titik puncak ketika Israel melancarkan serangan masif ke Iran pada Jumat pagi (13/6/2025), yang kemudian dibalas dengan serangan rudal balistik dari Tehran. Dalam merespons perkembangan ini, Ketua Umum Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI) KH Athian Ali M.Dai memberikan analisis mendalam tentang dinamika geopolitik regional dan menyatakan keyakinan bahwa Palestina akan segera meraih kemerdekaan.

 

Menganalisis situasi yang berkembang, KH Athian Ali menyampaikan perspektif yang komprehensif tentang dinamika konflik di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kawasan ini sejak lama menjadi arena perebutan kekuasaan karena kekayaan sumber daya alam, khususnya minyak yang melimpah.

 

Ketua FUUI ini menilai bahwa dukungan konsisten Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Israel disamping upaya membantu Israel untuk tetap menjajah Palestina, juga merupakan manifestasi nyata dari keinginan untuk menguasai kawasan Timur Tengah. Dalam konteks yang sama, ia juga menganalisis motivasi Iran yang pada dasarnya juga ingin menguasai Timur Tengah dalam upaya mengembalikan kejayaan kekuasaan Persia di masa lampau.

 

KH Athian memberikan pandangan yang cukup kritis terhadap motivasi Iran dalam konflik ini. Menurutnya, serangan Iran terhadap Israel bukan semata-mata untuk membantu umat Islam di Palestina.

 

“Terhadap umat Islam, jangankan membantu, syiah Iran bahkan pernah melakukan pengkhianatan dalam sekian kali konflik yang terjadi di dunia Islam. Semua yang kini dilakukan kelompok Syiah Houti di Yaman,  Hizbullah di Libanon yang didukung sepenuhnya oleh Iran dalam memerangi Zionis Israel, bukan murni perang ideologis.  Tidak ada masalah yang mendasar secara ideologis antara syiah dan zionus Israel.  Mereka terbukti bisa bersatu dan bekerjasama secara militer membantu Amerika memerangi umat Islam  di Irak sampai dengan berhasil menggulingksn Saddam Husein dan menyerahkan kekuasaan kepada kelompok syiah,” tegas KH Athian.

KH Athian Ali
Ketua Umum FUUI, KH Athian Ali ( foto: republika tv)

Menurut beliau, sejarah mencatat, bagaimana syiah Iran yang mendukung sepenuhnya  rezim Bashar al-Assad yang juga Syiah,  mengirim pasukan syiah dari Hizbullah Libanon , Irak dan Afghanistan dengan  dibantu Rusia untuk memerangi para mujahidin muslim di Suriah.

 

Jadi, menurut KH. Athian, perang yang dilakukan pihak syiah Houti di Yaman, Hizbullah di Libanon yang juga kini langsung melibatkan Iran, sama sekali tidak ada kaitannya dengan masalah ideologis,  tapi semata-mata memanfaatkan perang yang sedang betkecamuk antara Palestina dan zionis Israel untuk merebut kembali tanah di Lebanon Selatan dan upaya mengembalikan kekuasaan Persia dengan menguasai  wilayah Timur Tengah,” terang KH Athian

 

Dalam analisisnya yang mendalam, KH Athian mengidentifikasi tiga kekuatan besar yang masing-masing memiliki agenda tersendiri dalam konflik Timur Tengah. Pertama, Amerika Serikat beserta sekutunya yang berkeinginan menguasai wilayah Timur Tengah dengan segala pengaruh politiknya. Kedua, Iran yang berupaya mengembalikan kejayaan kekuasaan Persia. Ketiga, Israel yang secara terang-terangan ingin terus menjajah Palestina.

 

“Maka dapat dibayangkan betapa memprihatinkan dan pilunya kondisi Palestina saat ini diantara tiga kepentingan tersebut. Namun sebagai muslim kita meyakini Palestina pasti akan merdeka dengan pertolongan Allah,” imbuh KH Athian dengan penuh keyakinan.

 

Meskipun mengakui kompleksitas situasi geopolitik yang dihadapi Palestina, KH Athian tetap optimis tentang masa depan kemerdekaan Palestina. Ia menegaskan bahwa kemerdekaan Palestina adalah sebuah kepastian, meskipun waktu pasti terjadinya merupakan rahasia Allah SWT.

 

“Pastinya Palestina akan merdeka, terkait waktunya itu semata rahasia Allah. Bisa jadi Palestina merdeka dengan pertolongan Allah lewat perjuangan bangsa Palestina sendiri atau bisa jadi Allah memberikan pertolongan lewat pihak ketiga maksudnya para pejuang di luar Palestina,” tambah KH Athian.

 

Ketua FUUI ini bahkan memproyeksikan kemungkinan skenario lain di mana kemerdekaan Palestina bisa terwujud melalui konflik internal di antara kekuatan-kekuatan besar yang saling bermusuhan.

 

“Atau bisa jadi Allah memberikan pertolongan lewat berperang dan hancurnya masing-masing pihak yang berambisi terus menjajah Palestina dan mereka yang ingin berkuasa di Timur Tengah. Yang pasti sesuai janji Allah kelak Palestina akan merdeka,” terang KH Athian dengan nada optimis.

 

Sebagai penutup, KH Athian mengajak seluruh umat Islam di Indonesia untuk terus memberikan dukungan maksimal bagi perjuangan kemerdekaan Palestina. Ia menekankan pentingnya solidaritas nyata, baik dalam bentuk dukungan material, boikot produk zionis Israel dan sekutunya,  maupun melalui doa dengan diantaranya melaksanakan qunut nazilah.

 

“Kita jangan diam apa lagi membisu terhadap kebiadaban Israel terhadap saudara muslim di Palestina. Dukung dan bantu sesuai dengan apa yang mampu kita lakukan, harta, jiwa termasuk doa,” pungkas KH Athian.

 

Pernyataan ini mencerminkan komitmen kalangan ulama Indonesia untuk terus mendukung perjuangan rakyat Palestina, sambil tetap menganalisis dinamika geopolitik regional dengan perspektif yang komprehensif dan kritis.

 

Eskalasi konflik Iran-Israel ini menunjukkan betapa kompleksnya situasi di Timur Tengah, di mana berbagai kepentingan geopolitik bertemu dan saling berbenturan, sementara rakyat Palestina terus berupaya untuk kemerdekaan yang telah lama mereka perjuangkan.[ ]

Example 300x600