Internasional

Lebih dari 1.000 Bayi Palestina Jadi Korban Agresi Israel

GAZA, Kanal Berita –  Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza terus memburuk seiring berlanjutnya serangan militer Israel yang telah berlangsung lebih dari setahun. Data terbaru yang dirilis otoritas setempat pada Rabu mengungkapkan angka korban jiwa yang mengkhawatirkan, khususnya di kalangan bayi dan anak-anak Palestina.

Berdasarkan laporan dari otoritas media pemerintah Gaza, sebanyak 1.091 bayi telah kehilangan nyawa sejak awal konflik pada 7 Oktober 2023. Dari jumlah tersebut, 238 di antaranya merupakan bayi yang baru lahir. Angka ini menjadi cerminan dampak mengerikan dari konflik berkepanjangan yang telah merenggut kehidupan generasi termuda Palestina.

Situasi semakin diperparah dengan kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Laporan terbaru dari otoritas setempat pada Senin (30/12) mengonfirmasi tujuh korban jiwa akibat paparan cuaca dingin, dengan enam di antaranya adalah bayi. Kondisi ini tak terlepas dari blokade total yang diberlakukan Israel terhadap Gaza, yang membatasi akses penduduk terhadap kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, dan tempat berlindung yang layak.

Data korban jiwa secara keseluruhan menunjukkan angka yang mencengangkan. Lebih dari 45.550 warga Palestina telah tewas dalam konflik ini, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Sementara itu, lebih dari 108.300 orang mengalami cedera akibat serangan yang tak kunjung reda, menurut catatan otoritas kesehatan Gaza.

Meskipun Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi yang mendesak dilakukannya gencatan senjata segera di Gaza, pihak Israel tetap melanjutkan operasi militernya. Blokade total yang diberlakukan terhadap wilayah tersebut telah menciptakan ancaman kelaparan massal bagi seluruh penduduk Gaza.

Tekanan internasional terhadap Israel semakin meningkat dengan dikeluarkannya surat perintah penangkapan oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada November 2024. Surat tersebut ditujukan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala otoritas pertahanan Israel Yoav Gallant. Keduanya menghadapi tuduhan serius atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan di Jalur Gaza.

Selain tuntutan ICC, Israel juga kini menghadapi gugatan di Mahkamah Internasional (ICJ) atas dugaan tindak genosida terkait operasi militernya di Gaza. Gugatan ini menambah daftar panjang tekanan internasional terhadap kebijakan Israel di wilayah tersebut.

Krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza telah menarik perhatian dunia internasional. Tingginya angka korban jiwa, terutama di kalangan anak-anak dan bayi, serta kondisi kehidupan yang semakin memburuk akibat blokade, telah memunculkan keprihatinan mendalam dari berbagai pihak. Sementara upaya diplomatik terus dilakukan untuk mengakhiri konflik, warga sipil Gaza, terutama kelompok rentan seperti bayi dan anak-anak, terus menjadi korban dari situasi yang tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir.

Komunitas internasional terus mendesak dilakukannya gencatan senjata dan dibukanya akses bantuan kemanusiaan ke Gaza. Namun, selama belum tercapai kesepakatan damai yang konkret, angka korban jiwa dikhawatirkan akan terus bertambah, termasuk di antaranya bayi-bayi yang menjadi korban tak berdosa dalam konflik ini. (Sumber : Kantor Berita Anadolu)

Redaksi

Recent Posts

Google Vids Kini Hadir dengan Avatar AI dan Versi Gratis!

KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…

1 hari ago

Khutbah Jumat: Spirit Islam Dalam Unjuk Rasa

Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…

1 hari ago

PT Jababeka dan KKN UPB Desa Simpangan Gelar Seminar Hemat Energi

BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…

2 hari ago

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit yang Tewaskan Tenaga Medis & Jurnalis

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Sosialisasikan Literasi Keuangan dan Bahaya Bank Emok di Desa Simpangan

BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Desa Simpangan Lakukan Integrasi UMKM dengan Media Linktree

BEKASI, KANALBERITA.COM — Dalam rangka meningkatkan kemampuan pemasaran digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)…

2 hari ago

This website uses cookies.