KANALBERITA.COM – Bencana tanah longsor melanda Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu dini hari (24/1/2026), merenggut 8 korban jiwa. Hingga Sabtu pagi, 82 warga masih dalam pencarian intensif, sementara puluhan lainnya dilaporkan selamat dari peristiwa yang dipicu hujan lebat tersebut.
Peristiwa nahas terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah, Kecamatan Cisarua. Material longsoran menimbun kawasan permukiman penduduk, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan.
“Selain korban meninggal dunia, 23 jiwa dilaporkan selamat. Bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa, sementara jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan petugas di lapangan,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat telah merespons cepat dengan melakukan asesmen awal dan upaya penanganan darurat, termasuk pencarian korban.
Mitigasi Bencana dan Operasi Modifikasi Cuaca
Saat ini, Kabupaten Bandung Barat berstatus Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor, berlaku hingga 30 April 2026. Provinsi Jawa Barat juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi dengan periode yang sama.
Menyikapi peningkatan kejadian bencana hidrometeorologi, BNPB telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak 12 Januari 2026 di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. Operasi ini menggunakan dua unit pesawat untuk menurunkan intensitas curah hujan.
“Untuk mengoptimalkan pengendalian curah hujan, sejak 23 Januari 2026 BNPB menambah dua unit pesawat Caravan dalam pelaksanaan OMC,” ujar Abdul Muhari. Operasi ini juga berpotensi diperluas ke Provinsi Banten jika potensi cuaca ekstrem meningkat.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor untuk selalu waspada, terutama saat hujan deras berkepanjangan, dan segera melakukan evakuasi mandiri jika kondisi dinilai membahayakan.











