Mengintip Indikasi Kriminal Lewat Tulisan Tangan

BANDUNG, Kanal Berita – Ternyata, indikasi seseorang memiliki potensi untuk melakukan kejahatan bisa terbaca lewat tulisan tangan. Para grafolog berkeyakinan ukuran, terkanan, kemiringan, dan bentuk huruf dapat menunjukkan karakteristik seseorang seperti dominasi, kecemasan, kepercayaan diri, tingkat introversi dan ektroversi.

“Tulisan dengan tekanan kuat, bentuknya tidak beraturan, banyak coretan kesalahan yang berulang, bisa menjadi tanda kecenderungan seseorang sedang depresi, manipulatif, dan kecenderungan melakukan kekerasan,” ujar Shinta Ratna Sari, ST., CHA., CASH ditemui Kanal Berita.com di ruang kerjanya di Bandung, Sabtu (15/9/2024).

Menurut Seita, begitu ia disapa, tulisan tangan merupakan bentuk ekspresi fisik dan mental, sehingga bisa jadi cerminan kepribadian yang unik.

“Contohnya, tulisan tangan yang besar dan tegas dapat menunjukkan kepribadian yang dominan dan percaya diri, sedangkan tulisan tangan yang kecil dan halus mengindikasikan kepribadian yang lembut dan sensitif. Pada dasarnya, Tulisan tangan mencerminkan kondisi metal dan emosional seseorang,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Seita, grafologi telah menemukan berbagai aplikasi praktis dalam kehidupan sehari-hari. Di beberapa negara, analisis tulisan tangan digunakan dalam berbagai bidang, seperti rekrutmen dan seleksi karyawan, grafologi dapat digunakan untuk menilai karakter dan kemampuan calon karyawan.

“Bahkan di bidang forensik, berkaitan dengan melihat keaslian tulisan dan tanda tangan, atau tulisan tangan yang memiliki ciri khas manipulatif atau kriminal,” ujarnya.

Seita memberikan contoh, dalam sejumlah kasus, pelaku kriminal kerap menampakkan kecenderungan kejahatannya melalui tulisan-tulisan yang dibuatnya. Pada kasus kejahatan pemerkosaan yang berujung pada kematian perempuan penjual gorengan berusia 18 tahun di Padang Pariaman, Sumatra Barat, polisi menemukan lembaran coretan salah satu pelaku, yang memperlihatkan ciri-ciri sikap manipulatif dan kecenderungan melakukan tindakan kekerasan.

“Dari coretran tulisan tangan salah satu pelaku memperlihatkan dalam coretannya sebuah perasaan yang tidak baik-baik saja. Ada kesedihan, kemarahan, dan kekecewaan. Banyak coretan kesalahan yang berulang. Itu jadi salah satu tanda depresi, dan kecenderungan melakukan kekerasan,” jelasnya.

Seita yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar WSDK (Womens Self Defense of Koporyu) ini mengatakan kemampuan memahami tulisan seseorang ini sangat berkait erat dengan konsep beladiri 4P WSDK.

“Ini bagian dari penguatan salah satu konsep perlindungan beladiri 4P yang Prediksi. Jika kita mengetahui kecenderungan karakter seseorang lewat tulisan tangan, boleh jadi kita bisa melakukan tindakan-tindakan antisipatif untuk menghindari hal-hal yang lebih jauh akan terjadi,” ujarnya.

Eko Hendrawan

Recent Posts

Demo di Jakarta Jadi Sorotan Media Internasional, Waspadai Dampak Buruk Ekonomi

JAKARTA, Kanal Berita - Gelombang demonstrasi masif yang berlangsung pada Kamis dan Jumat (28-29/8/2025) di…

5 jam ago

Google Vids Kini Hadir dengan Avatar AI dan Versi Gratis!

KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…

1 hari ago

Khutbah Jumat: Spirit Islam Dalam Unjuk Rasa

Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…

2 hari ago

PT Jababeka dan KKN UPB Desa Simpangan Gelar Seminar Hemat Energi

BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…

2 hari ago

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit yang Tewaskan Tenaga Medis & Jurnalis

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Sosialisasikan Literasi Keuangan dan Bahaya Bank Emok di Desa Simpangan

BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…

2 hari ago

This website uses cookies.