Kesehatan

Pakar dari FKUI Tegaskan HMPV Tak Seberbahaya COVID-19

JAKARTA, Kanal Berita – Kekhawatiran publik terhadap Human Metapneumovirus (HMPV) mendapat tanggapan dari salah seorang pakar kesehatan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Virus yang belakangan menjadi sorotan ini dijelaskan memiliki karakteristik berbeda dengan COVID-19 dan telah lama dikenal dalam dunia medis.

Dr. dr. Sukamto Koesnoe, SpPD, K-AI dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM memberikan pencerahan tentang virus ini saat dihubungi di Jakarta, Selasa (7/2/2025). “HMPV sudah dikenal sejak tahun 2001 dan sistem imun manusia lebih familiar dengannya. Virus ini bukan varian baru COVID-19,” tegasnya seperti dilansir Antara.

Dokter yang juga Konsultan Alergi dan Imunologi Klinik ini menerangkan bahwa kemungkinan HMPV berkembang menjadi pandemi seperti COVID-19 relatif kecil. Hal ini disebabkan karakteristik virus yang tidak bermutasi secepat SARS-CoV-2 dan cenderung menimbulkan gejala lebih ringan.

“Penyebarannya tidak secepat COVID-19, sistem kekebalan tubuh manusia sudah lebih mengenalnya,” jelas Sukamto.

HMPV diketahui menyerang sistem pernapasan dengan gejala yang mirip flu pada umumnya, seperti batuk, demam, sakit tenggorokan, dan nyeri otot. Virus ini memiliki masa inkubasi tiga hingga enam hari, dengan kemampuan menular bahkan sebelum gejala muncul. Periode penularan dapat berlangsung satu hingga dua minggu setelah gejala pertama terlihat.

Meski belum ada vaksin khusus untuk HMPV, Sukamto menekankan pentingnya tindakan pencegahan. “Menggunakan masker saat sakit atau berada di tempat ramai, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menutup mulut dan hidung saat batuk dan bersin, serta menjaga jarak dari orang yang sedang sakit,” paparnya.

Kelompok berisiko seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis perlu mendapatkan perhatian khusus untuk mengantisipasi virus ini. “Anak-anak bisa mengikuti jadwal imunisasi dasar lengkap, lansia fokus pada vaksin influenza dan pneumonia, ibu hamil mendapat vaksinasi yang aman sesuai usia kehamilan, serta penderita penyakit kronis vaksinasi sesuai kondisi dan saran dokter,” jelasnya.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin turut memberikan penjelasan pada Senin (6/1), bahwa HMPV telah lama ada di Indonesia dan bukan termasuk penyakit yang mematikan.

Menurutnya masyarakat dianjurkan untuk tetap waspada, namun tidak perlu panik. Langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan dengan memperkuat sistem imun melalui pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, dan penerapan protokol kesehatan yang sudah familiar.

Dengan pemahaman yang tepat tentang karakteristik HMPV, diharapkan masyarakat dapat mengambil tindakan pencegahan yang sesuai tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan. Kesadaran dan kewaspadaan tetap diperlukan, namun dengan pendekatan yang proporsional mengingat sifat virus yang berbeda dengan COVID-19.

Redaksi

Recent Posts

Rumah Aset MPR RI di Bandung Dibakar, Siti Fauziah Sayangkan Aksi Demo Anarkis

Rumah aset MPR RI tersebut merupakan salah satu bangunan cagar budaya yang dititipkan ke Pemkot…

3 jam ago

Demo di Jakarta Jadi Sorotan Media Internasional, Waspadai Dampak Buruk Ekonomi

JAKARTA, Kanal Berita - Gelombang demonstrasi masif yang berlangsung pada Kamis dan Jumat (28-29/8/2025) di…

9 jam ago

Google Vids Kini Hadir dengan Avatar AI dan Versi Gratis!

KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…

2 hari ago

Khutbah Jumat: Spirit Islam Dalam Unjuk Rasa

Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…

2 hari ago

PT Jababeka dan KKN UPB Desa Simpangan Gelar Seminar Hemat Energi

BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…

2 hari ago

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit yang Tewaskan Tenaga Medis & Jurnalis

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…

2 hari ago

This website uses cookies.