HeadlineTeknologi

Pesawat Nuklir SR-1 Freedom NASA Siap Terbang ke Mars 2028

×

Pesawat Nuklir SR-1 Freedom NASA Siap Terbang ke Mars 2028

Sebarkan artikel ini
SR-1-Freedom
Pesawat luar angkasa SR-1-Freedom

KANALBERITA.COM – NASA mengumumkan rencana ambisius untuk meluncurkan pesawat antariksa bertenaga nuklir pertama yang diberi nama SR-1 Freedom menuju Mars pada tahun 2028. Proyek ini merupakan puncak dari upaya pengembangan propulsi nuklir yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade, dengan tujuan meningkatkan efisiensi transportasi massa di luar angkasa.

Misi ini tidak hanya menandai tonggak sejarah baru dalam penjelajahan antariksa, tetapi juga menegaskan potensi teknologi propulsi nuklir listrik (Nuclear Electric Propulsion/NEP) yang diklaim NASA mampu memberikan kemampuan luar biasa untuk transportasi massa yang efisien di ruang angkasa jauh.

Berbeda dengan teknologi sebelumnya yang mengandalkan panas dari peluruhan radioaktif seperti pada wahana Voyager atau Perseverance, SR-1 Freedom akan memanfaatkan reaktor fisi nuklir skala kecil. Energi yang dihasilkan reaktor ini akan digunakan untuk menggerakkan mesin ion, sebuah sistem yang bekerja dengan mengionisasi gas dan menyemburkannya melalui nosel untuk menciptakan dorongan.

Penggunaan tenaga nuklir menjadi solusi krusial untuk misi di tata surya bagian luar, di mana sinar matahari sangat minim dan panel surya tidak lagi efektif. Teknologi ini menawarkan dua keunggulan utama: jangkauan yang lebih luas untuk menembus kegelapan ruang angkasa jauh, serta daya yang lebih besar untuk membawa muatan lebih berat dengan kecepatan tinggi.

Potensi dan Tantangan Teknologi Nuklir Antariksa

Mesin ion bertenaga nuklir pada SR-1 Freedom diperkirakan mampu mendorong pesawat hingga kecepatan 320.000 kilometer per jam, jauh melampaui kemampuan roket kimia konvensional setelah bahan bakar habis. Namun, penerapan teknologi nuklir di antariksa tidak lepas dari kekhawatiran publik terkait risiko radiasi. NASA menegaskan bahwa keamanan menjadi prioritas utama, dengan menempatkan reaktor pada tiang penyangga yang panjang untuk menjaga jarak aman dari komponen pesawat lainnya.

Meskipun demikian, isu lingkungan tetap menjadi perhatian. Proses fisi nuklir menghasilkan limbah radioaktif, dan para ahli mengingatkan potensi risiko bagi astronot di masa depan atau kontaminasi biosfer planet lain jika terjadi kecelakaan. NASA sendiri telah mencoba teknologi ini sejak misi SNAP-10A pada tahun 1965, namun sering terhambat masalah teknis dan regulasi. Dengan target peluncuran tahun 2028, NASA berpacu dengan waktu untuk membuktikan kesiapan teknologi ini untuk aplikasi komersial dan ilmiah, yang jika berhasil, akan mengubah cara manusia menjelajahi Mars dan planet luar lainnya.

Example 300x600
Khutbah Jumat
Headline

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,MA* *penulis adalah mubligh, penulis serta pengasuh pesantren di Banten   Khutbah Pertama:   الحَمْدُ للهِ الّذِي خَلَقَ الخَلْقَ لِعِبَادَتِهِ، وَأَمْرُهُمْ بِتَوْحِيْدِهِ وَطَاعَتِهِ….