KANALBERITA.COM – Industri aset kripto tanah air kembali bersiap menyambut pendatang baru yang ambisius. Muhammad Khairul Imam, seorang figur yang mulai mencuri perhatian di komunitas Web3, secara resmi mengumumkan rencana peluncuran token terbarunya, “BROSO”, yang dibangun di atas jaringan Solana.
Bukan sekadar peluncuran biasa, Imam mematok target yang cukup berani: 4.000 holder aktif tepat pada saat token tersebut resmi melantai (listing) di bursa.
Mengapa Memilih Jaringan Solana?
Keputusan untuk meluncurkan BROSO di ekosistem Solana didasari oleh efisiensi dan kecepatan transaksi. Di tengah tren memecoin dan utility token yang kembali bergairah, Solana dianggap sebagai jalur tercepat bagi pengguna untuk bertransaksi dengan biaya (gas fee) yang sangat rendah.
“Kami ingin memberikan pengalaman bertransaksi yang mulus. Solana memungkinkan komunitas BROSO bergerak cepat tanpa harus terbebani biaya jaringan yang mahal,” ujar Muhammad Khairul Imam dalam keterangan tertulisnya kepada KanalBerita.com, Rabu (4/2/2026).
Misi di Balik Token BROSO
Meskipun detail utilitas lengkapnya masih disimpan rapat, BROSO diproyeksikan tidak hanya menjadi aset spekulatif. Muhammad Khairul Imam menekankan pentingnya loyalty ekosistem, di mana pemegang token akan mendapatkan nilai tambah jangka panjang melalui integrasi yang sedang dikembangkan.
Kehadiran BROSO di jaringan Solana diharapkan mampu memberikan warna baru bagi investor ritel yang mencari proyek dengan visi kepemimpinan yang jelas dan target komunitas yang terukur.









