KANALBERITA.COM – Virus Nipah yang tengah mewabah di India menimbulkan kekhawatiran serius karena kemampuannya menyerang otak manusia. Penyakit yang disebabkan oleh virus zoonosis ini, utamanya ditularkan dari hewan seperti kelelawar melalui air liur, urine, atau buah yang terkontaminasi, dapat berkembang dengan cepat dan berpotensi mematikan.
Gejala awal infeksi virus Nipah menyerupai penyakit pernapasan biasa, meliputi demam, sakit kepala, dan kesulitan bernapas. Namun, perburukan kondisi dapat terjadi secara drastis, bahkan memicu peradangan otak atau ensefalitis yang memiliki tingkat kematian tinggi.
“Virus Nipah pertama kali masuk ke tubuh manusia melalui replikasi di saluran pernapasan bagian atas sebelum menyebar ke aliran darah, yang kemudian memungkinkan virus tersebut menginfeksi sistem kardiovaskular dan berbagai tubuh lainnya,” ujar dokter spesialis saraf di RS CK Birla, India, Deep Das, melansir Times of India.
Kemampuan virus Nipah untuk merusak pembuluh darah menjadi kunci penyebarannya ke sistem saraf pusat. Kerusakan ini memfasilitasi virus menembus sawar darah-otak, sebuah lapisan pelindung yang mencegah zat berbahaya masuk ke otak.
Bahaya Ensefalitis Akibat Virus Nipah
“Virus Nipah bisa menyebabkan peradangan otak yang ekstrem, yang mengakibatkan pembengkakan otak dan berkembang menjadi ensefalitis,” jelas Das. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kebingungan parah, kejang, hingga kehilangan kesadaran.
Pembengkakan otak yang signifikan dapat mengganggu fungsi vital tubuh, termasuk pernapasan dan pengaturan detak jantung, sehingga meningkatkan risiko kematian secara drastis. Das menekankan pentingnya diagnosis segera, isolasi intensif, dan perawatan neurologis yang komprehensif untuk kasus infeksi virus Nipah.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dengan menjaga kebersihan buah-buahan yang dikonsumsi dan menghindari kontak dengan getah buah yang mungkin terkontaminasi. Mengenali gejala awal virus Nipah juga krusial untuk deteksi dini dan penanganan yang cepat.








