KANAL BERITA – Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung, namun sayangnya masih banyak yang salah paham tentang kondisi ini. Hipertensi terjadi ketika tekanan darah terhadap dinding arteri secara konsisten terlalu tinggi, sehingga membebani sistem kardiovaskular.
Seiring waktu, hipertensi kronis dapat menyebabkan komplikasi kesehatan serius, termasuk diabetes, serangan jantung, dan stroke. Kabart baiknya? Dengan informasi yang tepat dan langkah-langkah proaktif, hipertensi dapat dikelola secara efektif, dan risikonya dapat dikurangi secara signifikan.
Dalam sebuah wawancara, Dr. Parinita Kaur, seorang konsultan utama dan kepala unit penyakit dalam, Max Super Speciality Hospital, Dwarka, membantah beberapa mitos yang berkaitan dengan hipertensi.
Berikut adalah 7 mitos umum tentang hipertensi yang perlu diluruskan:
Mitos 1: Tekanan darah tinggi akan menunjukkan gejala dini.
Fakta: Hipertensi sering disebut sebagai “silent killer” karena biasanya tidak menunjukkan gejala. Banyak individu dengan tekanan darah tinggi merasa sehat, namun arteri dan organ mereka mungkin mengalami kerusakan secara diam-diam. Pemantauan secara teratur sangat penting, bahkan jika Anda merasa sehat.
Mitos 2: Hipertensi hanya untuk orang dewasa yang lebih tua.
Fakta: Meskipun usia meningkatkan risiko, tekanan darah tinggi juga dapat memengaruhi individu yang lebih muda. Faktor-faktor seperti pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan stres berkontribusi terhadap peningkatan kasus di kalangan dewasa muda. Penting bagi semua kelompok usia untuk memantau tekanan darah mereka secara teratur.
Mitos 3: Hipertensi disebabkan oleh kelebihan garam dalam makanan.
Fakta: Mengurangi garam tambahan memang bermanfaat, tetapi banyak makanan olahan dan kemasan mengandung sodium dalam jumlah tinggi. Makanan seperti roti, pizza, dan sup kalengan dapat berkontribusi secara signifikan terhadap asupan sodium harian Anda. Selalu periksa label makanan dan usahakan untuk membatasi asupan sodium.
Mitos 4: Setelah tekanan darah kembali normal, pengobatan tekanan darah dapat dihentikan.
Fakta: Hipertensi adalah kondisi kronis yang membutuhkan manajemen yang konsisten. Menghentikan pengobatan tanpa saran dokter dapat menyebabkan peningkatan kembali kadar tekanan darah, meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan kerusakan ginjal. Selalu konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda sebelum melakukan perubahan pada pengobatan Anda. *”Hipertensi adalah kondisi kronis yang membutuhkan manajemen yang konsisten. Menghentikan pengobatan tanpa saran dokter dapat menyebabkan peningkatan kembali kadar tekanan darah, meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan kerusakan ginjal.”*
Mitos 5: Tekanan darah tinggi hanya menjadi perhatian untuk jantung.
Fakta: Meskipun hipertensi merupakan faktor risiko signifikan untuk penyakit jantung, hipertensi juga dapat merusak organ lain. Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit ginjal, kehilangan penglihatan, dan penurunan kognitif. Mengelola tekanan darah sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan.
Mitos 6: Minum kopi secara signifikan meningkatkan tekanan darah.
Fakta : Konsumsi kopi dalam jumlah sedang biasanya tidak menyebabkan peningkatan tekanan darah yang signifikan bagi kebanyakan orang. Namun, konsumsi berlebihan, terutama dari minuman energi atau soda, dapat berdampak. Penting untuk mengonsumsi minuman berkafein secukupnya.
Mitos 7: Jika hipertensi ada dalam keluarga, tidak ada yang dapat dilakukan untuk mengelola kondisi tersebut.
Fakta : Genetika berperan dalam risiko terkena tekanan darah tinggi, tetapi pilihan gaya hidup dapat secara signifikan memengaruhi timbulnya hipertensi. Mempertahankan berat badan yang sehat, berolahraga secara teratur, menghindari merokok, dan mengonsumsi makanan seimbang dapat membantu mencegah atau menunda timbulnya hipertensi, bahkan jika hipertensi ada dalam keluarga Anda.