Headline

Pererat Ukhuwah dan Kukuhkan Lima Pilar Dakwah, Dewan Da’wah Jabar Gelar Silaturahmi Idul Fitri 1447 Dihadiri Pemprov Jabar, Ratusan Kader dan Mitra Ormas Islam

×

Pererat Ukhuwah dan Kukuhkan Lima Pilar Dakwah, Dewan Da’wah Jabar Gelar Silaturahmi Idul Fitri 1447 Dihadiri Pemprov Jabar, Ratusan Kader dan Mitra Ormas Islam

Sebarkan artikel ini
Silaturahmi Idul Fitri
Foto: Ikhwan

BANDUNG, Kanal Berita – Momentum Idul Fitri 1447 H dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Dewan Da’wah Provinsi Jawa Barat untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempertegas komitmen dakwah di wilayahnya. Bertempat di Ballroom Masjid Istiqomah, Jalan Citarum, Kota Bandung, pada Ahad (12/4/2026), Pengurus Dewan Da’wah Provinsi Jawa Barat menggelar Silaturahmi Idul Fitri 1447 H / 2026 yang dihadiri oleh beragam elemen gerakan Islam di Jawa Barat. Acara ini menjadi ruang perjumpaan yang bermakna antara pengurus wilayah, para da’i, perwakilan pemerintah daerah (Pemprov Jabar), serta mitra organisasi Islam dan komunitas dakwah.

Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh pengurus Dewan Da’wah Jawa Barat, perwakilan pengurus DPD Dewan Da’wah dari berbagai kota dan kabupaten se-Jawa Barat, serta utusan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam, harokah, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan para tamu undangan lainnya. Kehadiran yang beragam ini mencerminkan luasnya jaringan kemitraan yang telah dibangun oleh Dewan Da’wah di tingkat provinsi.

Lima Pilar Dewan Da’wah: Fondasi Gerak dan Program Kerja

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Da’wah Provinsi Jawa Barat, KH Muhammad Roinul Balad, S.Sos.I, memaparkan kelima pilar yang menjadi tulang punggung seluruh gerak dan program Dewan Da’wah: mengawal akidah, menegakkan syariah, menguatkan ukhuwah, membangun solidaritas, serta mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lima pilar ini bukan sekadar slogan, melainkan panduan nyata yang mewarnai setiap langkah kerja organisasi.

Dewan Da'wah Jabar
Ketua Dewan Da’wah Jawa Barat,KH Muhammad Roinul Balad,S.So.I saat memberikan sambutan ( Foto: Ikhwan)

Untuk menghidupkan kelima pilar tersebut secara konkret, Dewan Da’wah Jawa Barat merancang dan menjalankan berbagai program yang menjangkau bidang pendidikan, sosial, kebudayaan, serta dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Di ranah pendidikan, Dewan Da’wah Jawa Barat mengelola lembaga dari jenjang Raudhatul Athfal (RA) hingga pendidikan tinggi, yakni Akademi Da’wah Indonesia (ADI) dan Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah M. Natsir (STID). Keduanya dirancang sebagai kawah candradimuka bagi para calon da’i yang akan menjadi ujung tombak dakwah Islam di berbagai pelosok wilayah.

Seluruh program tersebut digerakkan oleh para da’i Dewan Da’wah Jawa Barat yang jumlahnya mencapai sekitar seribu orang, tersebar di seluruh kota dan kabupaten se-Jawa Barat. Keberadaan mereka di garis terdepan menjadi bukti nyata komitmen Dewan Da’wah dalam mendekatkan pelayanan dakwah kepada masyarakat.

KH Roinul Balad juga menegaskan kesiapan Dewan Da’wah untuk bersinergi dengan semua organisasi massa dan harokah Islam yang ada di Jawa Barat, serta membuka ruang koordinasi, kolaborasi, dan sinergi yang lebih erat bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Pemprov Jabar Apresiasi Kontribusi Dewan Da’wah di Pelosok Daerah

Mewakili Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang berhalangan hadir, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Andrie Kustria Wardana, S.STP, M.Si, CRBD, menyampaikan penghargaan yang tulus atas kontribusi Dewan Da’wah Jawa Barat yang selama ini tidak hanya bergerak di lingkaran kota, tetapi juga berani terjun langsung ke pelosok-pelosok daerah. Kedekatan para da’i dengan lapisan masyarakat akar rumput, menurutnya, menjadikan Dewan Da’wah sebagai mitra yang sangat berharga bagi pemerintah daerah dalam memahami dan merespons persoalan riil yang dihadapi warga.

Jawa Barat
Foto: Ikhwan

Ia pun mengajak Dewan Da’wah untuk terus memperkuat kerja sama dengan pemerintah dalam membangun kesejahteraan masyarakat Jawa Barat melalui pola yang ia sebut “REKOKOM” — sebuah kerangka kerja berbasis Rekomendasi, Kolaborasi, dan Komunikasi yang diharapkan menjadi jembatan efektif antara gerakan dakwah dengan agenda pembangunan daerah.

Pesan Buya Natsir dari Podium 1952: Masih Bergema Keras di 2026

Salah satu momen paling berkesan dalam acara ini adalah kehadiran Ketua Dewan Da’wah Pusat, Dr. Ahmad Misbahul Anam, yang menyampaikan sambutan sekaligus pembekalan kepada para pengurus. Dalam arahannya, Dr. Ahmad mengangkat kembali pesan monumental M. Natsir — pendiri Dewan Da’wah — yang pernah disampaikan dalam khutbah Idul Fitri tahun 1952 di Lapangan Ikada (kini kawasan Monas), Jakarta. Pesan yang telah berusia lebih dari tujuh dekade itu terasa sangat relevan dan bahkan semakin mendesak untuk direnungkan di masa sekarang.

“Kita diberi titel oleh Tuhan ‘Khaira ummat ini’. Kamu yang sebaik-baik ummat untuk manusia, sebab kamu menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah berbuat yang munkar dan kamu percaya kepada Allah.”

— M. Natsir, Khutbah Idul Fitri 1952 di Lapangan Ikada (Monas)

Natsir juga menegaskan dalam khutbah tersebut bahwa kepercayaan kepada Allah adalah sumber keberanian umat Islam dalam menegakkan kebenaran dan melarang kemungkaran — sebuah keberanian yang, menurut Natsir, lebih bernilai daripada sekadar kebebasan berpendapat. Ia mengingatkan bahwa kalimat tauhid La ilaha illallah akan terus memberi manfaat dan menolak azab selama hak kalimat itu tidak disia-siakan — yakni selama pelakunya tidak diam saja menyaksikan kemaksiatan yang nyata di hadapannya.

Natsir pun menutup khutbahnya dengan seruan yang tidak lekang oleh zaman:

“Pada hari Idul Fitri ini, mari kita sama-sama insaf, bahwa kita umat Muhammad dan mempunyai pegangan yang tentu-tentu. Terang apa yang kita tolak dan tegas pula apa alternatif, penggantinya yang kita tuju. Kita Ummat Muhammad, mempunyai tugas, mendukung suatu risalah! Risalah yang patut dan layak, yang hanya dapat kita capai dengan menyatukan segala tenaga, benda, budi dan pikiran yang ada, untuk menyampaikan Risalah itu.”

— M. Natsir, Khutbah Idul Fitri 1952

Dilanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah

Selepas prosesi silaturahmi, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang diikuti oleh seluruh pengurus Dewan Da’wah Provinsi Jawa Barat dan dihadiri oleh Majelis Pertimbangan. Rakerwil yang merupakan agenda rutin tahunan ini menjadi forum strategis bagi seluruh pengurus untuk bersama-sama merumuskan dan menyusun program kerja yang akan dijalankan dalam satu tahun ke depan.

Rangkaian acara Silaturahmi Idul Fitri dan Rakerwil ini menjadi cermin betapa Dewan Da’wah Jawa Barat tidak hanya merayakan Lebaran sebagai momen pelepas kerinduan, tetapi menjadikannya sebagai titik tolak untuk memperbaharui semangat, mempertajam arah gerakan, dan memperkokoh kebersamaan dalam mengemban amanah dakwah yang mulia. [ ]

Example 300x600
Khutbah Jumat
Headline

Oleh: KH.Drs.Abdurahman Rasna,M.Ag* *penulis adalah seorang mubligh, kolumnis serta pengasuh pesantren di Banten   Khutbah Pertama:   اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ الَّذِيْ خَلَقَ فَسَوَّى، وَالَّذِيْ…

Dahnil Anzar Simanjuntak
Headline

KANALBERITA.COM – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sedang menelaah kemungkinan penerapan skema ibadah haji yang tidak lagi memerlukan daftar tunggu yang panjang di Indonesia. Wakil Menteri…