KANALBERITA.COM– Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengumumkan bahwa penyaluran bantuan sosial reguler tahap pertama akan dimulai pada bulan Februari 2026. Bantuan ini mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan pangan non tunai (BPNT).
Gus Ipul, sapaan akrab Menteri Sosial, menjelaskan bahwa bantuan sosial reguler ini ditujukan untuk sekitar 18 juta keluarga penerima manfaat. “Yang bansos reguler ini akan kita mulai salurkan mungkin bulan Februari,” ujarnya.
Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program-program bantuan sosial yang berkelanjutan.
Selain PKH dan BPNT, rencana penyaluran bansos melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih masih menunggu arahan lebih lanjut dari Presiden Prabowo Subianto. Keputusan ini akan menjadi langkah strategis untuk diversifikasi jalur distribusi bantuan sosial di masa mendatang, membuka potensi baru dalam menjangkau penerima manfaat secara lebih luas dan efisien.
Selama ini, penyaluran bansos telah mengandalkan dua jalur utama untuk memastikan kelancaran dan ketepatan sasaran. Jalur-jalur tersebut telah terbukti efektif dalam mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan. “Selama ini penyaluran Bansos itu lewat dua jalur satu lewat Himbara, bank-bank milik pemerintah. Yang kedua lewat PT. Pos Indonesia,” imbuh Gus Ipul.
Penyaluran melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) memanfaatkan jaringan perbankan milik pemerintah, sementara PT Pos Indonesia menjadi alternatif distribusi yang menjangkau wilayah yang lebih luas, termasuk daerah terpencil. Dengan adanya potensi jalur baru melalui koperasi, pemerintah berupaya memperkuat sistem distribusi bantuan sosial agar lebih merata dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat penerima manfaat.










