HeadlineRegional

Dewan Da’wah Jabar Gelar Pelatihan Dai: Terangi Ummat Dengan Da’wah,  Dari Bandung Untuk NKRI.

205
×

Dewan Da’wah Jabar Gelar Pelatihan Dai: Terangi Ummat Dengan Da’wah,  Dari Bandung Untuk NKRI.

Sebarkan artikel ini
Dai Kota Bandung
Kegiatan Pelatihan Dai Kota Bandung yang diselenggarakan Dewan Da'wah (DDII) Prov.Jabar ( foto: julhayadi)

BANDUNG, Kanal Berita – Ormas Islam Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Jawa Barat melaksanakan kegiatan Pelatihan Da’i Kota Bandung, Rabu (30/7/2025). Pelatihan yang mengambil tema “Terangi Ummat Dengan Da’wah, Dari Kota Bandung Untuk NKRI” ini dilaksanakan di aula masjid Hasanurrohmah Cipedes Sukajadi Kota Bandung .

Lebih dari 50 peserta dari kota Bandung dan sekitar Bandung Raya. Mereka berasal dari latar belakang yang berbeda, akitvis dakwah, para dai masjid, pengurus DKM dan juga dari pengurus Dewan Da’wah Provinsi maupun kota kabupaten hadir menyukseskan kegiatan ini.

Materi yang disampaikan yakni terdiri dari Mengenal Profil Dewan Da’wah, Peran BAZNAS dalam Membina Ummat, Mengenal kesesatan LDII, Akidah Shahihah, dan kewajiban muslim membela Al Aqsho. Pemateri yang hadir dan memberikan materi diantaranya Ustadz M. Roinul Balad, S.Sos.I (Ketua Dewan Da’wah Provinsi Jabar), ustadz Irfan Farid Taufik, Lc., M.A (Wakil Ketua Baznas Kota Bandung), H. Erawan (ketua Forum Persatuan Hijrah Wasathiyah/FPHW), Dr. Syarif (Pimpinan Dewan Da’wah Provinsi Jabar), dan Syaikh Ahmed Taufiq Al Hajj (Ulama Palestina).

Dalam sambutannya, ustadz Dani M Ramdhan selaku ketua panitia menyampaikan salah satu tujuan dari pelatihan da’i kali ini untuk menyiapkan para dai yang akan berkiprah dan menyebarkan syi’ar Islam di khususnya di Bandung Raya dan  Jawa Barat pada umumnya.

“Lahan dan tantangan dakwah itu ada didepan mata. Semua tahu dan viral, belum lama ini di Kota Bandung ada acara olahraga lari tetapi menjelang garis finis justru ada pembagian bir (khamar) gratis. Padahal jelas hukumnya miras atau khamar adalah haram dan perbuatan keji,” terangnya.

Untuk itu Ustadz Dani mengajak para peserta pelatihan untuk aktif berdakwah dalam amar ma’ruf nahin munkar yang ada disekeliling Masyarakat. Jangan diam, sambungnya, dengan membiarkan kemunkaran merajalela.

Sementara itu Ustadz Roinul Balad selaku Ketua Dewan Da’wah Provinsi Jawa Barat, menyampaikan para pegiat dakwah khususnya dai Dewan Da’wah harus totalitas dalam berdakwah di tengah-tengah masyarakat. Karena dengan kesungguhan izzul islam wal muslimin akan terwujud. Maka dakwah amar makruf nahi munkar adalah sebuah keniscayaan.

“Maka tema pelatihan ini sudah tepat, terangi ummat. Karena ada anggapan kalau Indonesia saat ini sedang gelap atau Indonesia cemas, maka dai harus berperan aktif agar Indonesia terang dan Indonesia cerah,” ajaknya.

Ustadz Roin menambahkan seorang dai yang terlahir dari Dewan Da’wah harus totalitas dan militan berdakwah. Dakwah tidak boleh setengah-setengah atau pasang surut. Jika seorang dai, sambung Ustadz Roin, yang berdakwah  hanya beramar makruf tanpa nahi munkar atau sebaliknya maka sesungguhnya mereka sedang bercanda dengan dakwah.

“Izzul Islam wal Muslimin akan terwujud ketika pemahaman dan dakwah lapangan seorang da’i dilakukan secara integral atau kaffah. Karena metode dakwah seperti itulah yang dicontohkan oleh baginda nabi. Beliau berdakwah bahkan hingga mengangkat senjata dan berperang berkali-kali sehingga kita bisa menikmati indahnya Islam saat ini,”tegasnya.

Narasumber berikut H. Ahmad Erawan selaku Ketua Forum Persatuan Hijrah Wasathiyah/FPHW yang menyampaikan materi terkait kesesatan ormas Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Menurut H Erawan hingga saat ini masih banyak Masyarakat muslim menyamakan antara DDII dan LDII.

“Padahal beda sangat jauh, DDII sebagai Dewan Da’wah yang benar dan lurus, sementara LDII adalah Lembaga Dakwah yang sebelum bernama Islam Jama’ah yang sesat dan menyesatkan,” ungkap H Erawan yang mantan aktivis LDII menerangkan.

Untuk itu H Erawan mengajak para dai agar bisa menerangkan dan membedakan antara Dewan Da’wah (DDII) dengan Lembaga Dakwah (LDII) kepada masyarakat dalam berdakwah.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan launching dan peresmian Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Dewan Da’wah Jawa Barat. LBH ini akan menjadi media advokasi ummat khususnya di Jawa Barat.

Untuk bagi masyarakat khususnya di Jawa Barat yang membutuhkan layanan advokasi hukum bisa mengajukan ke LBH ini. Selain itu seluruh peserta yang mengikuti pelatihan da’i ini akan dilantik menjadi anggota dan keluarga besar Persatuan Da’i Dewan Da’wah Jawa Barat (PERSADA Jabar). PERSADA adalah wadah berhimpunnya da’i Dewan Da’wah yang berkiprah di dunia dakwah selama ini. Mereka tersebar di seluruh Indonesia. [ ]

Example 300x600