BisnisHeadline

Indonesia Bersiap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kapasitas 7 Gigawatt

×

Indonesia Bersiap Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Kapasitas 7 Gigawatt

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi PLTN

KANALBERITA.COM – Pemerintah Indonesia tengah merencanakan pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) berkapasitas 7 gigawatt untuk mendukung ketahanan energi nasional. Langkah strategis ini ditempuh sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mengoptimalkan sumber daya energi baru dan terbarukan guna memenuhi kebutuhan listrik masyarakat hingga ke daerah terpencil.

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan bahwa target tersebut telah masuk ke dalam rencana induk energi nasional. Hal ini disampaikan Hashim saat menghadiri perhelatan Indonesia International Sustainability Forum yang berlangsung di Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Selain nuklir, pemerintah juga membidik target ambisius dalam pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas hingga 100 gigawatt peak. Kebijakan ini dinilai krusial untuk memastikan pasokan energi yang stabil bagi keberlangsungan hidup warga serta menunjang operasional fasilitas umum seperti sekolah dan klinik di seluruh pelosok tanah air.

Di sisi lain, pemerintah saat ini tengah mengkaji penetapan lokasi pembangunan PLTN yang ditargetkan rampung pada tahun 2026 atau paling lambat 2027. Proyek ini diproyeksikan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan industrialisasi nasional seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi listrik per kapita yang diprediksi mencapai 2.000 kilowatt hour pada tahun 2030.

Rencana Strategis Energi Masa Depan

Pemerintah terus melakukan evaluasi terkait teknologi yang akan digunakan untuk mendukung operasional PLTN tersebut. Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian, Elen Setiadi, mengungkapkan bahwa pihak pemerintah telah menjajaki potensi kerja sama dengan berbagai mitra internasional.

Beberapa negara yang menunjukkan minat dalam pengembangan teknologi nuklir di Indonesia meliputi Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, hingga Rusia. Pemilihan teknologi nantinya akan disesuaikan dengan standar keamanan dan efisiensi yang ketat agar mampu menghasilkan listrik yang andal dan kompetitif.

Integrasi energi nuklir ke dalam sistem ketenagalistrikan nasional juga dianggap sebagai solusi untuk menghadapi lonjakan kebutuhan energi yang diproyeksikan menembus angka 600 terawatt hour di masa depan. Pengembangan ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung penyediaan energi yang berkelanjutan bagi seluruh sektor industri di Indonesia.  (Antara)

Example 300x600