HeadlineTeknologi

Inovasi Modular Beton Solusi Krisis Perumahan Nasional, Beton Merah Putih Siap Percepat Program 3 Juta Rumah

5
×

Inovasi Modular Beton Solusi Krisis Perumahan Nasional, Beton Merah Putih Siap Percepat Program 3 Juta Rumah

Sebarkan artikel ini
Modular Beton
Kolaborasi Strategis dalam Mendukung Percepatan Pembangunan 3 Juta Rumah bersama Beton Merah Putih. Dari kiri ke kanan: Dr. Ir. Hari Nugraha Nurjaman, M.T (Dosen S2 Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Persada Indonesia Y.A.I/ Ketua Umum IAPPI (Ikatan Ahli Pracetak Prategang Indonesia), Akhmad Syamsudin (Direktur Operasional, PT Motive Mulia (Beton Merah Putih), dan Adji Krisbandono (Kepala Sub Direktorat Wilayah 1, Direktorat Pembangunan Perumahan Perkotaan.) Foto: Dok. Semen Merah Putih (foto: iman)

BANDUNG, Kanal Berita – – Menghadapi defisit hunian nasional yang mencapai 15 juta unit berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), PT Motive Mulia yang beroperasi dengan merek Beton Merah Putih memperkenalkan terobosan teknologi modular beton sebagai jawaban atas permasalahan backlog perumahan di Indonesia.

Anak perusahaan PT Cemindo Gemilang Tbk (Semen Merah Putih) yang mendalami bidang teknologi beton siap pakai dan beton pracetak berkualitas tinggi ini mengklaim inovasinya mampu mengakselerasi realisasi Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Dalam konferensi pers yang digelar Rabu (27/8/2025) di Bandung, Jawa Barat, perusahaan memaparkan implementasi nyata teknologi tersebut melalui proyek pembangunan 608 unit rumah untuk kompleks pabrik gula di Merauke yang kini memasuki fase produksi komponen modular.

“Kami memahami urgensi kebutuhan akan hunian berkualitas bagi masyarakat Indonesia. Melalui media briefing ini, kami ingin menyampaikan bagaimana teknologi modular beton pracetak dapat menjadi solusi transformasional, yang mampu memangkas waktu, menghemat biaya, dan memastikan kualitas bangunan. Dan projek kami di merauke untuk membangun 608 unit rumah berteknologi modular beton adalah bukti awal bahwa inovasi ini aplikabel di Indonesia dan untuk menjawab tantangan perumahan ke depan,” terang Akhmad Syamsudin, Direktur Komersial PT Motive Mulia (Beton Merah Putih).

 

Investasi Infrastruktur Pendukung

Untuk menjamin kelancaran proyek di Merauke, perusahaan tengah mengonstruksi fasilitas produksi precast khusus di wilayah tersebut. Pembangunan pabrik ini bertujuan memastikan pasokan komponen modular yang efisien, presisi, dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Syamsudin dijadwalkan mempresentasikan analisis mendalam mengenai penerapan teknologi modular beton dalam forum Gelar Wicara “Teknologi Modular Beton untuk Mendukung Percepatan Program 3 Juta Rumah” yang diselenggarakan HUD Institute pada Kamis (28/8/25). Acara tersebut akan menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari kalangan pemerintah, asosiasi profesi, perwakilan masyarakat, dan akademisi.

Rumah Beton
Proyek Perumahan Beton Modular oleh Beton Merah Putih di Merauke. ( Foto: dok.beton merah putih)

Keunggulan Kompetitif Teknologi Modular

Beton Merah Putih yang telah lama berkecimpung dalam produksi berbagai produk beton berteknologi tinggi mengklaim teknologi modular beton memberikan solusi konstruksi terintegrasi. Seluruh produk precast dan readymix diproduksi dengan sistem kontrol kualitas yang ketat di fasilitas pabrik.

“Beton Merah Putih menjamin tingkat kekuatan dan presisi yang konsisten pada setiap unit yang kami produksi. Keunggulan ini sangatlah krusial, terutama di Indonesia yang berada di wilayah rawan gempa, karena struktur bangunan menjadi lebih kokoh dan aman,” jelas Syamsudin.

Perusahaan mengidentifikasi tiga keuntungan utama dari implementasi metode modular beton:

  1. Akselerasi Kecepatan dan Efisiensi Konstruksi

Sistem produksi terpisah di pabrik yang kemudian dirakit di lokasi proyek memungkinkan pemotongan durasi konstruksi hingga 30-50%. Efisiensi ini memungkinkan penyelesaian satu unit rumah dalam hitungan hari.

  1. Optimalisasi Biaya dan Reduksi Ketergantungan Tenaga Kerja

Proses terstandarisasi dengan minimum pekerjaan lapangan mengurangi kebutuhan tenaga kerja spesialis, sehingga menghasilkan penghematan biaya operasional secara komprehensif.

  1. Implementasi Praktik Pembangunan Berkelanjutan

Teknologi produksi yang dimiliki mampu meminimalkan limbah konstruksi secara signifikan, menjadikan metode ini lebih ramah lingkungan dan sejalan dengan praktik green building.

 

Dukungan Pemerintah untuk Program Strategis

Adji Krisbandono, Kepala Sub Direktorat Wilayah 1 Direktorat Pembangunan Perumahan Perkotaan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), menegaskan komitmen pemerintah dalam merealisasikan Program 3 Juta Rumah.

“Kami meyakini bahwa target percepatan Program 3 Juta Rumah dapat tercapai salah satunya dengan dukungan inovasi teknologi yang mampu memberikan nilai tambah (added value) berupa efisiensi waktu dan kualitas bangunan yang lebih terkendali,” jelasnya.

Pejabat Kementerian PKP tersebut menekankan pentingnya kolaborasi multipihak dalam pencapaian target program. “Kerja sama multipihak atau slogan “Gotong-royong” yang biasa disampaikan oleh Menteri PKP, Maruar Sirait merupakan faktor penentu tercapainya program pembangunan rumah yang sedang dilaksanakan. Pemerintah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar target ini dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.

 

Validasi Teknis dari Akademisi

Dr. Ir. Hari Nugraha Nurjaman, M.T., yang menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Ahli Pracetak Prategang Indonesia (IAPPI) sekaligus Dosen S2 Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil Universitas Persada Indonesia Y.A.I, memberikan perspektif teknis terkait implementasi teknologi beton pracetak untuk pembangunan massal.

“Dalam program pembangunan massal, kekuatan struktural adalah syarat mutlak. Teknologi beton pracetak memungkinkan setiap komponen rumah dibangun dengan presisi tinggi dan memenuhi standar kekuatan yang ketat. Ini memastikan tiap rumah yang dibangun tidak hanya cepat selesai, tetapi juga tahan lama dan aman bagi penghuninya, terutama dalam menghadapi potensi bencana alam di negeri kita,” tuturnya.

Hari memberikan spesifikasi teknis mengenai standar kekuatan beton yang diaplikasikan. Kekuatan beton berkualitas mengacu pada kuat tekan karakteristik minimal fc’ = 25 MPa, yang setara dengan beton K-300 yang menjadi standar industri konstruksi untuk bangunan struktural.

“Standar ini sudah sesuai dengan SNI 2847:2019 tentang Persyaratan Beton Struktural untuk Bangunan Gedung, yang merupakan regulasi baku di Indonesia. Pengujiannya pun kami lakukan di laboratorium dengan kontrol kualitas yang ketat untuk memastikan tidak ada toleransi pada kekuatan dan keamanan,” ungkapnya.

 

Rencana Ekspansi ke Proyek Masa Depan

Sebagai komitmen jangka panjang, Beton Merah Putih mengumumkan rencana groundbreaking pembangunan rusunami di Taman Mini Indonesia Indah pada Oktober 2025 sebagai bagian integral dari Program 3 Juta Rumah.

“Kami akan senantiasa berada di garis terdepan dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang sudah dicanangkan Pemerintahan Prabowo-Gibran. Dengan berbagai produk unggulan Beton Merah Putih, kami berkomitmen untuk menjamin standar pembangunan program kerakyatan ini berada pada kualitas terbaik dari sisi kekuatan, efisiensi waktu, dan efektivitas biaya. Demi kepentingan terbaik dari masyarakat dan kemajuan bangsa Indonesia,” pungkas Syamsudin.

Teknologi modular beton yang dikembangkan sejak 2024 ini diharapkan menjadi katalisator dalam mengatasi krisis perumahan nasional yang telah berlangsung bertahun-tahun, sekaligus mendukung visi pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi seluruh rakyat Indonesia.[ ]

Example 300x600