Rentan Dapat Ancaman Kekerasan, Petugas Layanan Kemenpppa Dibekali Beladiri WSDK

GARUT, Kanal Berita – Sebanyak 35 petugas layanan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemenpppa) mendapatkan kepelatihan beladiri praktis Women Self Defense of Koporyu (WSDK). Pelatihan yang berlangsung selama sehari itu digelar di Hotel Santika, Garut, akhir pekan kemarin.

”Pembekalan ini sangat penting bagi kami, terlebih karena kita berada di garis depan. Jujur, saya merasa tercerahkan, ternyata belajar beladiri itu mudah dan menyenangkan,” ujar Amel, salah satu peserta pelatihan dari Kemenpppa, kepada Kanalberita.com, di sela pelatihan, Jum’at, (27/9/2024).

Menurut Amel, sudah seharusnya para petugas lapangan yang berhubungan langsung dengan masyarakat dibekali pemahaman tentang konsep beladiri dalam upaya perlindungan diri. “WSDK tidak sebatas mengajarkan teknik beladiri, tapi juga konsep pertahanan diri yang utuh, dengan mendalami konsep pertahanan diri yang sifatnya non teknik, seperti penguatan hati dengan Sang Pencipta dan mengasah kemampuan membaca situasi,” ujarnya.

Selain memberikan beberapa jurus beladiri yang aplikatif, pada kesempatan tersebut, para peserta juga diberikan pemahaman tentang bagaimana upaya pertahanan diri dengan menciptakan zona aman dalam setiap aktivitas kesehariannya.

BACA JUGA : Sebanyak 48 Calon Pekerja Migran Dibekali Pelatihan Beladiri Ju-Jitsu

Menurut Ayu Aulia Sadiah, coach WSDK, penting bagi setiap kita memahami pentingnya menciptakan zona aman saat di mana pun berada. “Zona aman ini adalah area yang tak boleh dimasuki oleh orang lain yang tidak kita kenal. Kawasan zona aman kita adalah selebar rentangan tangan kita,” jelasnya.

Jadi jika ada orang yang tak kita kenal masuk di area zona aman kita, lanjut Ayu, maka harus nyalakan tanda bahaya. Artinya, sikap kewaspadaan kita harus terjaga, dia tak boleh lengah atau lalai dengan keadaan. “Kemampuan membaca situasi atau kejelian mengindentifikasi lingkungan adalah bagian dari formula konsep beladiri WSDK, yakni konsep beladiri 4P,” ujarnya.

Konsep pelatihan beladiri singkat WSDK ini bisa dibilang unik. Bagaimana tidak, peserta yang didominasi kalangan perempuan ini, mengaku mendapatkan pencerahan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. “Untuk bisa paham ilmu beladiri ternyata tak harus berlama-lama. Hanya dalam waktu singkat saja, kita jadi tahu teknik beladiri yang praktis dan ternyata kita sering melakukannya, seperti gerakan teknik menggaruk, becermin dan berdoa,” ujar Amel.

”Ada salah satu teknik yang paling saya ingat adalah mencubit atau meremas di bagian lengan dalam. Ternyata itu sakit banget. Dan, yang gak pernah terbayangkan sebelumnya, ternyata tisu juga bisa jadi alat dalam usaha pertahanan diri,” ujarnya lagi.

BACA JUGA : Minat Bekerja di Luar Negeri Tinggi, Negara Harus Hadir Lindungi Pekerja Migran

Eko Hendrawan

Recent Posts

Demo di Jakarta Jadi Sorotan Media Internasional, Waspadai Dampak Buruk Ekonomi

JAKARTA, Kanal Berita - Gelombang demonstrasi masif yang berlangsung pada Kamis dan Jumat (28-29/8/2025) di…

3 jam ago

Google Vids Kini Hadir dengan Avatar AI dan Versi Gratis!

KANALBERITA.COM - Dunia produksi video terus berevolusi, dan Google tak mau ketinggalan. Dengan peluncuran fitur-fitur baru…

1 hari ago

Khutbah Jumat: Spirit Islam Dalam Unjuk Rasa

Unjuk rasa (demonstrasi) merupakan salah satu bentuk ekspresi kolektif yang dilakukan untuk menyuarakan aspirasi, protes,…

2 hari ago

PT Jababeka dan KKN UPB Desa Simpangan Gelar Seminar Hemat Energi

BEKASI, KANALBERITA.COM - PT Jababeka Infrastruktur bekerja sama dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita…

2 hari ago

Sekjen PBB Kecam Serangan Israel ke Rumah Sakit yang Tewaskan Tenaga Medis & Jurnalis

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dengan tegas mengecam serangan Israel pada Senin (25/8)…

2 hari ago

Mahasiswa KKN UPB Sosialisasikan Literasi Keuangan dan Bahaya Bank Emok di Desa Simpangan

BEKASI, KANALBERITA.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pelita Bangsa (UPB) 2025 menggelar sosialisasi…

2 hari ago

This website uses cookies.