HeadlineInternasional

Standar Kemiskinan Indonesia vs Bank Dunia: Angka Aslinya Mengejutkan!

77
×

Standar Kemiskinan Indonesia vs Bank Dunia: Angka Aslinya Mengejutkan!

Sebarkan artikel ini
Penduduk Miskin
Deretan rumah dipinggir rel kereta api perkotaan ( ilustrasi foto: scienctia)

Kamu mungkin sering dengar berita yang bilang angka kemiskinan di Indonesia turun. Tapi pernah nggak sih kepikiran, apa sih yang dimaksud “miskin” itu? Dan… siapa yang tentuin seseorang itu miskin atau nggak?

Yuk kita bahas tuntas, dari standar kemiskinan versi Indonesia, bandingannya dengan standar global, sampai angka sebenarnya berapa orang Indonesia yang tergolong miskin menurut dunia.


🏠 Apa Itu Standar Kemiskinan?

Secara sederhana, standar kemiskinan adalah batas minimum penghasilan atau pengeluaran yang dibutuhkan seseorang untuk hidup layak. Kalau penghasilanmu di bawah batas itu, kamu masuk kategori miskin (secara statistik, ya).

Nah, standar ini beda-beda tergantung siapa yang bikin—pemerintah Indonesia punya standar sendiri, sedangkan organisasi seperti Bank Dunia (World Bank) punya versi globalnya.


🇮🇩 Standar Kemiskinan di Indonesia (Versi BPS)

Badan Pusat Statistik (BPS) ngitung kemiskinan pakai garis kemiskinan, yang terdiri dari dua hal:

  1. Garis Kemiskinan Makanan – untuk memenuhi kebutuhan minimal 2.100 kalori per hari.

  2. Garis Kemiskinan Non-Makanan – seperti tempat tinggal, transportasi, pendidikan, kesehatan, dan pakaian.

➡️ Per Maret 2024, garis kemiskinan nasional sekitar Rp550.458 per orang per bulan. Jadi, kalau seseorang pengeluarannya kurang dari ini, dia dianggap miskin.

Data terakhir menunjukkan, sekitar 24 juta orang atau 8,57% penduduk Indonesia masuk kategori miskin versi BPS.


🌍 Standar Kemiskinan Global (Versi Bank Dunia)

Bank Dunia punya beberapa batas kemiskinan global berdasarkan pendapatan harian dalam PPP (Purchasing Power Parity) – artinya nilai uang disesuaikan dengan daya beli lokal.

Berikut garis kemiskinan global:

  1. US$3,00/hari → sekitar Rp546.000/bulan → kemiskinan ekstrem

  2. US$4,20/hari → sekitar Rp765.000/bulan → untuk negara berpendapatan menengah bawah

  3. US$8,30/hari → sekitar Rp1.512.000/bulan → untuk negara menengah atas (seperti Indonesia sekarang)


⚠️ Perbandingan Jumlah Orang Miskin di Indonesia (Versi Global vs Nasional)

Sekarang kita bandingkan angka real-nya. Beda standar, beda pula hasilnya.

StandarBatas Bulanan/OrangPersentase PendudukJumlah Orang (Estimasi)
BPS (Indonesia)~Rp550.0008,57%~24 juta
Bank Dunia (US$3,00/hari)~Rp546.0005,4%~15,4 juta
Bank Dunia (US$4,20/hari)~Rp765.00019,9%~56,7 juta
Bank Dunia (US$8,30/hari)~Rp1.512.00068,3%~194–195 juta

➡️ Artinya, kalau pakai standar global tertinggi, hampir 7 dari 10 orang Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan. Gede banget, kan?


🧐 Kok Bisa Beda Jauh?

Karena tujuannya beda:

  • BPS ngitung buat kebijakan nasional, fokus pada kebutuhan dasar hidup.

  • Bank Dunia pakai standar yang sama buat seluruh dunia, biar bisa dibandingin antarnegara.

Dan karena daya beli (PPP) juga diperhitungkan, nilai Rp1 juta di Indonesia yang nggak bisa disamain langsung dengan di negara lain.

 

Lalu apakah banyak penduduk Indonesia masuk kategori kemiskinan ekstrem menurut standar global?

Jawabannya: tidak terlalu banyak, tetapi tetap signifikan.

📌 Penjelasan:

Menurut standar kemiskinan ekstrem dari Bank Dunia (US$3,00/hari atau sekitar Rp546.000/bulan):

  • Sekitar 5,4% penduduk Indonesia masuk kategori ini.

  • Artinya, sekitar 15,4 juta orang Indonesia hidup dalam kemiskinan ekstrem — yaitu hidup dengan pengeluaran setara kurang dari Rp18.000 per hari.

Jadi, walaupun angka kemiskinan ekstrem di Indonesia tidak sebesar negara-negara termiskin di dunia, jumlahnya masih sangat besar secara absolut — belasan juta orang hidup dalam kondisi sangat terbatas.

Namun jika standar dinaikkan (misalnya US$4,20 atau US$8,30 per hari), jumlah orang miskin melonjak drastis karena biaya hidup yang makin tinggi tidak sebanding dengan penghasilan banyak orang.

✍️ Kesimpulan

  • Standar kemiskinan itu relatif—tergantung siapa yang bikin, dan buat tujuan apa.

  • Angka resmi nasional menunjukkan 24 juta orang miskin, tapi jika pakai standar global, jumlahnya bisa lebih dari 190 juta orang.

  • Fakta ini penting buat memahami bahwa masih banyak orang di Indonesia yang hidup dalam keterbatasan, walau secara “angka resmi” mereka nggak dianggap miskin.

Example 300x600