HeadlinePendidikan

Wisudawan Berprestasi ADI Jabar 2026 : Deby Ekisha Seema, IPK 3,96 dan Hafal 11 Juz Ingin Kuliah di Universitas Madinah

×

Wisudawan Berprestasi ADI Jabar 2026 : Deby Ekisha Seema, IPK 3,96 dan Hafal 11 Juz Ingin Kuliah di Universitas Madinah

Sebarkan artikel ini
Wisudawan Terbaik
Deby ( kiri) usai diwisuda ( foto: dok.adi jabar)

BANDUNG BARAT, Kanal Berita – – Di antara deretan wisudawan Akademi Da’wah Indonesia (ADI) Dewan Da’wah Jawa Barat, satu nama menonjol dengan deretan pencapaian yang memukau: Deby Ekisha Seema. Gadis kelahiran Tanjung Balai Karimun, 28 November 2005 ini, menutup perjalanan akademiknya di ADI Bandung dengan IPK tertinggi senilai 3,96, hafalan Al-Quran terbanyak sebanyak 11 Juz, sertifikasi Tasmi Al-Quran 5 Juz, serta sertifikasi 42 Hadis Arba’in Nawawi. Pencapaian yang, bahkan oleh dirinya sendiri, terasa di luar dugaan.

 

Dari Keluarga Sederhana yang Mendukung

Deby adalah anak kedua dari dua bersaudara. Sang ayah berprofesi sebagai teknisi listrik, sementara ibunya kini aktif dalam dunia kerajinan batik. Kesederhanaan latar belakang keluarga tidak sedikit pun menghalangi Deby untuk menapaki perjalanan akademik yang luar biasa.

Pendidikan menengahnya ditempuh di Pondok Pesantren Darwijal, Tanjung Balai Karimun, yang menanamkan kecintaannya pada bahasa Arab sejak dini. Awalnya, Deby mendaftar ke Sekolah Tinggi Ilmu Da’wah (STID) Mohammad Natsir di Jakarta — tempat sang kakak lebih dahulu menimba ilmu. Namun karena kapasitas asrama yang terbatas, ia diarahkan ke ADI Bandung. Sebuah “kesalahan’ jalur yang ternyata membukakan pintu pencapaian yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

 

Banyak Berubah dan Semakin Sadar Kekurangan

Deby mengakui bahwa salam kuliah di ADI Jabar bukan hanya perjalanan akademis, melainkan perjalanan pembentukan diri yang sesungguhnya.

“Alhamdulillah banyak banget pelajaran yang bikin sadar. Kayak ternyata kita tuh masih banyak kurangnya. Banyak berubah di sini. Menjadi lebih positif lagi karena pengaruh masukan dari dosen dan lain-lain.” — Deby

Dari sekian banyak mata kuliah yang ditempuh — mulai dari Hadis, Sirah, hingga Al-Quran — Deby memiliki bidang favorit yang sudah ia cintai sejak masa pesantren: bahasa Arab. Nahwu dan Sharaf menjadi wilayah yang paling ia gemari dan kuasai dengan penuh semangat.

 

Rahasia IPK 3,96: Paham, Bukan Sekadar Hafal

Ketika ditanya tentang kiat meraih IPK tertinggi dan sederet prestasi itu, jawaban Deby justru sederhana namun sangat mendasar. Ia tidak mengandalkan metode menghafal secara membabi buta. Kunci utamanya adalah pemahaman yang mendalam.

“Kalau sama pelajaran lebih cenderung memahami gitu. Jadi kalau udah paham tuh pasti selalu ingat gitu. Jadi gak terlalu banyak menghafal. Kalau udah paham tuh, apalagi kalau di perkuliahan kan bahwa siswa itu dituntut untuk logis gitu kan. Jadi pertanyaannya juga sesuai pemahaman. Jadi bener-bener anak menerapkan bahwasannya harus paham akan pelajaran itu.” — Deby

Selain itu, Deby juga menekankan pentingnya manajemen waktu yang realistis — tidak memaksakan diri untuk belajar terus-menerus tanpa jeda. Ia memberi ruang pada dirinya untuk beristirahat dan bersosialisasi, karena mengetahui bahwa keseimbangan adalah kunci keberlanjutan.

 

Wisuda Tanpa Orang Tua, tapi Penuh Rasa Syukur

Satu hal yang mengharukan dari momen wisuda Deby adalah ketidakhadiran orang tuanya dari Karimun. Yang hadir hanyalah sang kakak beserta istrinya. Namun alih-alih merasa sedih, Deby justru memancarkan ketenangan dan rasa syukur yang tulus.

“Alhamdulillah, tenang Masya Allah. Ya di luar dugaan juga apalagi tentang IPK. Karena kebetulan ya gitu, kayak gak menyangka kalau misalnya bisa dapat IPK sampai 3,96.” — Deby

Ketenangan itu agaknya lahir dari proses yang tidak mudah — bertahun-tahun jauh dari keluarga, merantau dari kepulauan ke tanah Sunda, menghadapi tantangan akademik sambil terus mengasah diri secara spiritual dan intelektual.

 

Ingin Kuliah di Madinah dan Cita-cita Jadi Motivator Dunia

Perjalanan Deby belum berakhir di ADI Jabar. Ia sudah memetakan langkah berikutnya dengan jelas. Target jangka pendeknya adalah melanjutkan studi di Madinah, Arab Saudi — pilihan yang bukan hanya karena alasan akademik, tetapi juga karena kedekatan akses ke Masjid Nabawi dan Baitullah. Jurusan yang ia incar adalah Syariah, karena menurutnya ilmu tersebut paling dekat dengan kehidupan sehari-hari dan paling banyak dibutuhkan oleh masyarakat.

Adapun cita-cita jangka panjangnya terasa besar namun tulus: menjadi motivator bertaraf dunia. Baginya, apapun profesi yang ia jalani kelak, syaratnya hanya satu — harus bermanfaat dan mampu memotivasi orang lain.

Pesan untuk Generasi Muda: Hargai Waktu

Sebagai penutup, Deby menyisipkan pesan yang lahir dari pengalaman nyata, bukan sekadar klise.

“Tetap semangat. Nikmati masa muda dengan sebaik-baiknya. Jangan sia-siakan masa muda. Hargai waktu. Karena kita sama-sama tahu waktu itu tidak bisa dibeli dan tidak bisa diulang. Orang yang bisa memanajemen waktu pasti akan berhasil.” — Deby

Deby Ekisha Seema adalah bukti bahwa geografi bukan penghalang, keterbatasan bukan alasan, dan kesungguhan dalam memahami — bukan sekadar menghafal — adalah bekal terkuat yang bisa dibawa siapa pun dalam mengarungi perjalanan panjang menuju impian. [ ]

Example 300x600