JAKARTA, Kanal Berita – Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus meluas. Hal ini bukan hanya terjadi pada perusahaan lokal saja melainkan juga perusahaan internasional. Maskapai penerbangan Jetstar Asia telah resmi menghentikan seluruh operasionalnya di kawasan Asia Tenggara. Akibat kebijakan ini sekira 500 karyawan Jetstar Asia terdampak kena PHK akibat penutupan ini.
Menurut CEO Jetstar Asia John Simeone lebih dari separuh dari 900 lamaran kerja yang diajukan telah mendapatkan tawaran kerja atau undangan wawancara.
“Sebagian telah direkrut di lounge Bandara Changi atau sektor pariwisata lainnya. Kami tetap optimistis semua staf akan mendapat tempat yang layak,” ujar Simeone dikutip CNA, Senin (4/8/2025).
Keputusan ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi grup Qantas, induk usaha Jetstar, yang tetap mempertahankan dua unit lainnya: Jetstar Airways di Australia dan Selandia Baru, serta Jetstar Japan.
Penerbangan terakhir Jetstar Asia lepas landas dari Bandara Changi, Singapura menuju Kuala Lumpur dengan nomor penerbangan 3K685 pada Kamis (31/7/2025)
Momen perpisahan itu menjadi hari penuh emosi bagi para kru dan staf darat yang telah lama mengabdi.
Sejumlah pegawai berkumpul di terminal keberangkatan untuk melepas rekan-rekan mereka yang menjalani penerbangan terakhir.
“Saya masih tidak percaya ini hari terakhir saya di Jetstar Asia. Saya ingin meninggalkan kesan terbaik pada penerbangan terakhir saya, mungkin juga jadi akhir karier saya di udara,” kata Jocelyn Chow (61), pramugari senior yang telah bekerja selama 13 tahun.[ ]