KANALBERITA.COM – Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, kondusif, dan mendukung kesehatan mental remaja, mahasiswa Program Pascasarjana (S2) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara (FKM USU) peminatan Promosi Kesehatan sukses menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di MTs Negeri Karo pada Selasa (29/09).
Kegiatan edukatif ini mengangkat tema “Ruang Aman, Jiwa Nyaman: Bersama Lawan Bullying, Basmi Rasa Insecure!”. Selain sebagai pilar Tridharma Perguruan Tinggi, aksi pengabdian ini dilaksanakan dalam rangka pemenuhan tugas praktikum mata kuliah Konseling Kesehatan Masyarakat.
Tim pelaksana pengabdian masyarakat ini beranggotakan tiga mahasiswa pascasarjana, yaitu Refli Tiarma Ariani Panggabean, S.T., Nur Atikah Harahap, S.K.M., dan Sharima Chairunnisa Lubis, S.Kep., Ns. Seluruh rangkaian kegiatan ini dibimbing dan didampingi langsung oleh dosen pengampu mata kuliah, Namora Lumongga Lubis, M.Sc., Ph.D..
Sambutan Kepala Sekolah dan Pembukaan Acara
Acara diawali dengan suasana penuh semangat yang dipandu oleh Sharima Chairunnisa Lubis, S.Kep., Ns. bertindak sebagai Master of Ceremony (MC). Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa yang diwakili oleh siswa dan dibuka secara resmi melalui kata sambutan dari Kepala Sekolah MTs Negeri Karo,
Bapak M. Ikhsan Syahputra Siregar, S.Ag. Beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi serta menyambut baik kedatangan tim akademisi Pascasarjana FKM USU. Menurutnya, edukasi seputar pencegahan perundungan dan pembentukan kepercayaan diri sangat mendesak bagi perkembangan karakter siswa di tingkat sekolah menengah.
Pemaparan Materi: Edukasi Bullying dan Insecurity
Rangkaian inti acara diisi dengan penyampaian materi interaktif yang terbagi ke dalam dua sesi utama:
• Sesi I: Pemahaman dan Pencegahan Bullying
Materi pertama dibawakan langsung oleh dosen pengampu, Ibu Namora Lumongga Lubis, M.Sc., Ph.D. Beliau mengupas tuntas jenis-jenis perundungan (verbal, fisik, sosial, hingga cyberbullying), dampak psikologis jangka panjang bagi korban maupun pelaku, serta pentingnya membangun sikap empati dan keberanian untuk bersuara (speak up) guna mewujudkan sekolah sebagai “ruang aman”.
• Sesi II: Mengatasi Rasa Insecure Menuju Jiwa yang Tangguh
Materi kedua dilanjutkan oleh Refli Tiarma Ariani Panggabean, S.T. Sesi ini berfokus pada dinamika internal remaja, seperti perasaan rendah diri (insecure) yang kerap muncul akibat tekanan sosial. Refli membagikan langkah-langkah praktis untuk membangun self-acceptance (penerimaan diri), mengelola emosi negatif, dan mengubah rasa ketakutan menjadi potensi diri yang positif.
Sesi Interaktif: Game Spin Wheel Cerdas Cermat
Untuk menguji pemahaman siswa sekaligus mencairkan suasana, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif Spin Wheel Cerdas Cermat yang dipandu oleh Nur Atikah Harahap, S.K.M.
Dalam sesi ini, para peserta dibagi ke dalam 6 kelompok murid. Roda keberuntungan (spin wheel) diputar untuk memilih pertanyaan maupun studi kasus seputar materi bullying dan insecurity yang telah disampaikan sebelumnya. Suasana menjadi riuh dan penuh antusiasme saat setiap kelompok saling berebut untuk memberikan jawaban terbaik.
Berdasarkan akumulasi poin dari sesi cerdas cermat tersebut, panitia menetapkan para pemenang:
• Juara 1: Kelompok 5 peserta cerdas cermat dengan nilai tertinggi pertama
• Juara 2: Kelompok 3 peserta cerdas cermat dengan nilai tertinggi kedua.
• Juara 3: Kelompok 4 peserta cerdas cermat dengan nilai tertinggi ketiga.
Penyerahan Plakat dan Penutup
Seluruh rangkaian pengabdian masyarakat ini ditutup dengan penyerahan apresiasi, penyerahan plakat dan poster untuk sekolah MTSN Karo, penyerahan hadiah bagi para pemenang cerdas cermat, serta foto bersama antara tim Pascasarjana FKM USU, pihak sekolah, dan para siswa MTs Negeri Karo.
Melalui aksi pengabdian ini, tim mahasiswa S2 Promosi Kesehatan FKM USU berharap edukasi yang telah disampaikan dapat diaplikasikan secara berkelanjutan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, sehingga MTsN Karo benar-benar menjadi sekolah yang ramah anak, bebas dari perundungan, dan melahirkan generasi muda yang berjiwa sehat serta percaya diri.








