KANALBERITA.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerbitkan Surat Edaran Nomor 10 Tahun 2026 sebagai panduan pelaksanaan pembelajaran tatap muka yang efisien energi. Kebijakan ini dikeluarkan untuk memastikan proses belajar mengajar di sekolah berjalan optimal sembari mendukung program penghematan energi nasional.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas utama. “Pembelajaran tatap muka tetap menjadi prioritas. Di saat yang sama, kami mendorong satuan pendidikan untuk turut berperan aktif dalam mendukung kebijakan efisiensi energi melalui pembiasaan perilaku hemat dan ramah lingkungan di sekolah,” ujar Mu’ti pada Rabu.
Dalam upaya ini, Kemendikdasmen juga mengadopsi pola kerja work from home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) selama satu hari dalam sepekan. Langkah ini sejalan dengan dorongan efisiensi di berbagai sektor, termasuk konsumsi energi dan mobilitas.
Namun, sektor pendidikan dasar dan menengah dipastikan akan terus menjalankan kegiatan belajar mengajar secara langsung di masing-masing satuan pendidikan. Hal ini dipandang penting untuk menjaga stabilitas layanan publik pendidikan dan mendukung pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas.
Optimalisasi Penggunaan Energi di Satuan Pendidikan
SE Mendikdasmen Nomor 10 Tahun 2026 juga mengimbau satuan pendidikan untuk mengoptimalkan penggunaan energi secara bijak. Berbagai langkah konkret dianjurkan, meliputi:
- Memprioritaskan penggunaan moda transportasi ramah lingkungan menuju sekolah seperti berjalan kaki, bersepeda, berbagi tumpangan, atau memanfaatkan transportasi publik, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan dan kondisi lokal.
- Membiasakan mematikan lampu, pendingin ruangan, kipas angin, dan perangkat listrik lainnya saat tidak digunakan.
- Memaksimalkan pencahayaan alami dan ventilasi ruangan pada siang hari.
- Mengatur penggunaan pendingin ruangan secara efisien sesuai kebutuhan.
Kemendikdasmen mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, hingga orang tua, untuk bersinergi dalam menjaga keberlangsungan pembelajaran serta mendukung kebijakan nasional demi stabilitas ekonomi dan ketahanan energi. “Dengan sinergi seluruh pihak, diharapkan layanan pendidikan tetap berjalan optimal, sekaligus berkontribusi dalam upaya nasional mewujudkan efisiensi dan keberlanjutan,” tutup Mu’ti.










