KANALBERITA.COM- Enam universitas terkemuka di Indonesia telah menandatangani kesepakatan kerja sama dengan Positive Technologies, sebuah perusahaan keamanan siber terkemuka dari Rusia. Inisiatif kolaboratif ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia di bidang keamanan siber melalui program pendidikan bersama yang akan diselenggarakan di Kazan Forum 2026.
Positive Technologies akan menyediakan pelatihan intensif bagi para dosen dan staf pengajar dari keenam universitas tersebut. Selain itu, akan dibangun laboratorium khusus yang didedikasikan untuk simulasi dan praktik keamanan siber secara langsung, memberikan pengalaman mendalam bagi para peserta.
Fokus utama lainnya dari kerja sama ini adalah pengembangan kurikulum yang komprehensif, mencakup aspek keamanan defensif dan praktik rekayasa perangkat lunak yang aman. Hal ini penting untuk membekali generasi profesional keamanan siber dengan pengetahuan dan keterampilan terkini.
Platform EdTechLab untuk Pertahanan Siber Tingkat Lanjut
Sebagai bagian integral dari kolaborasi ini, platform pelatihan mandiri bernama EdTechLab akan diimplementasikan di setiap kampus yang berpartisipasi. EdTechLab dirancang khusus untuk membantu para profesional keamanan siber menguasai teknik-teknik pertahanan mutakhir terhadap berbagai serangan siber, termasuk ancaman yang berasal dari kelompok advanced persistent threat (APT).
Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Kartasasmita, menyambut baik kemitraan ini. “Kami sangat menghargai pengalaman dan keahlian internasional Positive Technologies. Kami yakin bahwa kolaborasi ini akan memperkuat kompetensi praktis dalam keamanan siber, mendorong inovasi dan pertukaran pengetahuan, serta memberikan kontribusi berarti terhadap pengembangan ketahanan siber nasional Indonesia,” ujarnya. Beliau menambahkan, perguruan tinggi memegang peran krusial dalam menyiapkan talenta keamanan siber masa depan melalui penguatan program akademik, pelatihan praktis, riset kolaboratif, dan keterlibatan industri.
Elena Grishaeva, Direktur Regional Asia Tenggara Positive Technologies, menyatakan bahwa kemitraan dengan universitas di Indonesia sangat penting dalam memperkuat komunitas ahli yang mampu menangani ancaman siber secara kolaboratif, baik di tingkat regional maupun global. “Ini sejalan dengan misi budaya global kami untuk membantu para profesional keamanan di seluruh dunia mengembangkan karir mereka dengan meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka,” tegas Grishaeva.
Yuliya Danchina, Direktur Pusat Program dan Proyek Pendidikan Positive Technologies, menyoroti rekam jejak positif dalam kemitraan pendidikan internasional di bidang keamanan siber di Indonesia. “Keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam Positive Hack Camp telah menjadi tradisi yang mapan. Pada 2026, mereka akan berpartisipasi untuk ketiga kalinya, menangani kasus dunia nyata dan meningkatkan keterampilan mereka di tingkat global,” ungkap Danchina.
Data dari Positive Technologies menunjukkan bahwa Indonesia menjadi salah satu target utama serangan siber, menyumbang sekitar 40 persen dari total kasus pelanggaran data yang dilaporkan di Asia Tenggara. Kemitraan ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi kerentanan siber di Indonesia.
Sumber : Antara














