HeadlinePendidikan

Mendikdasmen Dorong Budaya Sekolah Aman dan Kecerdasan Ekologis Generasi Muda

×

Mendikdasmen Dorong Budaya Sekolah Aman dan Kecerdasan Ekologis Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen Abdul Mu'ti
Mendikdasmen Abdul Mu'ti

KANALBERITA.COM –  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menggarisbawahi urgensi penanaman kecerdasan ekologis dan pembangunan budaya sekolah yang aman sebagai pondasi karakter generasi muda Indonesia. Dalam sebuah kesempatan di Denpasar, Bali, ia menekankan bahwa kecerdasan ekologis terwujud melalui pilihan produk ramah lingkungan dan tindakan pelestarian alam.

“Kita harus memiliki kecerdasan di dalam memilih produk-produk yang kita pakai dan menghindari pemakaian produk yang merusak lingkungan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Mendikdasmen mengaitkan gerakan budaya hidup aman, sehat, resik, dan indah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dengan dimensi yang lebih luas, mencakup penyelamatan lingkungan hingga pembangunan budaya masyarakat. Ia menilai unsur budaya sangat vital dalam pendidikan, mengingat esensi pendidikan adalah pembentukan karakter dan budaya bangsa.

Dalam konteks ini, penegakan budaya sekolah aman menjadi krusial, yang berarti memberantas segala bentuk perundungan di lingkungan pendidikan.

Bangun Lingkungan Pendidikan yang Menghormati dan Peduli

Mendikdasmen menjelaskan bahwa perundungan tidak hanya terbatas pada kekerasan fisik, namun juga mencakup ujaran verbal dan sikap intoleran terhadap sesama. “Membangun budaya yang aman adalah budaya di mana kita menghormati sesama,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penghormatan sejati melampaui sekadar toleransi, melainkan harus disertai kepedulian terhadap kondisi orang lain. Toleransi yang dipahami sempit dikhawatirkan dapat menumbuhkan sikap apatis dan ketidakpedulian.

Abdul Mu’ti juga menyoroti kecenderungan perilaku individualistis atau ‘selfish’ serta kecenderungan mengutamakan kelompok tertentu atau ‘groupish’, yang berpotensi mengabaikan kepentingan kolektif yang lebih luas. Oleh karena itu, pembangunan budaya aman di sekolah maupun masyarakat membutuhkan sikap terbuka, lapang dada, dan kemampuan menerima perbedaan.

Ia memberikan apresiasi kepada Bali sebagai contoh daerah yang berhasil menjaga toleransi dan rasa aman bagi penduduk lokal maupun pendatang.

Selain keamanan, Mendikdasmen juga menekankan pentingnya sekolah sehat, selaras dengan program Kementerian Kesehatan. Konsep sehat di sini tidak hanya mencakup kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental dan sosial. Mengutip definisi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sehat adalah kondisi sehat secara fisik dan mental. Masalah kesehatan mental menjadi tantangan besar masyarakat modern, sehingga isu kesejahteraan atau ‘well-being’ menjadi perhatian global.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan mendukung kesehatan mental para peserta didik.

Example 300x600