KANALBERITA.COM – Otoritas kesehatan di Gaza melaporkan total korban meninggal dunia akibat konflik berkepanjangan antara Israel dan Hamas telah melampaui 73.000 jiwa sejak Oktober 2023. Peningkatan jumlah korban ini terjadi menyusul intensitas operasi militer yang terus dilakukan oleh pihak Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza hingga Minggu (14/6).
Pihak medis setempat menyatakan bahwa jumlah korban jiwa terus mengalami penambahan secara signifikan di tengah situasi keamanan yang belum stabil. Di saat yang sama, fasilitas kesehatan di wilayah tersebut terus berupaya menangani warga yang terdampak, termasuk mereka yang mengalami luka-luka akibat serangan udara.
Laporan terbaru dari Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City menyebutkan adanya korban tambahan pascaserangan udara yang menyasar kamp pengungsi Jabalia. Insiden di Gaza utara tersebut mengakibatkan jatuhnya empat korban jiwa serta sejumlah warga lain yang harus mendapatkan perawatan intensif karena menderita luka serius.
Sejumlah saksi mata memberikan keterangan bahwa drone Israel terpantau menembakkan sedikitnya satu rudal ke arah kerumunan warga Palestina di dekat Rumah Sakit Yemen Al-Saeed di kamp Jabalia pada Minggu (14/6). Hingga saat ini, pihak militer Israel belum memberikan pernyataan resmi atau tanggapan terkait peristiwa tersebut.
Dampak Operasi Militer Berlanjut
- Konflik Israel-Hamas telah berlangsung sejak 7 Oktober 2023 dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang mendalam.
- Serangan udara di area pemukiman pengungsi terus memakan korban jiwa dan meningkatkan jumlah warga yang terluka.
- Fasilitas medis di Jalur Gaza saat ini berada dalam tekanan besar akibat banyaknya jumlah pasien dengan cedera serius.
- Ketiadaan komentar dari militer Israel menambah ketidakpastian mengenai situasi keamanan di lapangan.








