KANALBERITA.COM – Otoritas medis di Jalur Gaza melaporkan total korban jiwa akibat agresi Israel telah mencapai 73.110 orang sejak eskalasi konflik dimulai pada Oktober 2023. Selain angka kematian, terdapat 173.599 warga lainnya yang tercatat mengalami luka-luka dengan mayoritas korban terdiri dari perempuan dan anak-anak.
Kondisi di lapangan tetap memprihatinkan meskipun gencatan senjata telah disepakati sejak 11 Oktober lalu. Berbagai laporan menyebutkan bahwa pasukan Israel masih terus melakukan pelanggaran terhadap perjanjian perdamaian yang telah ditetapkan.
Pihak medis menegaskan bahwa data tersebut bersifat sementara dan kemungkinan besar akan terus bertambah. Hal ini dikarenakan masih banyak jenazah yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan, sehingga tim evakuasi kesulitan untuk menjangkaunya.
Dalam pembaruan data selama 24 jam terakhir pada Kamis (9/7/2026), dilaporkan terdapat penambahan delapan jasad serta 17 korban luka yang berhasil dilarikan ke rumah sakit. Sejak gencatan senjata diberlakukan, tercatat sudah ada 1.084 orang tewas dan 3.491 orang terluka, sementara 799 jasad berhasil dievakuasi dari puing-puing bangunan.
Kendala Evakuasi Korban
Sumber medis menyatakan bahwa proses pencarian korban di lokasi reruntuhan menghadapi hambatan teknis yang sangat berat. “Jumlah korban tersebut masih belum lengkap lantaran masih banyak korban yang terjebak di bawah reruntuhan sehingga sulit diakses oleh tim ambulans dan penyelamat,” ujar sumber tersebut pada Kamis (9/7/2026).














