HeadlineTeknologi

Hati-hati, Ada Ancaman Tersembunyi di Balik Akun “Zombie”

83
×

Hati-hati, Ada Ancaman Tersembunyi di Balik Akun “Zombie”

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Gmail

KANALBERITACOM – Tahukah Anda bahwa akun-akun lama yang telah Anda lupakan—yang sering disebut sebagai “akun zombie”—bisa menjadi celah keamanan yang serius? Penelitian terbaru menunjukkan betapa bahayanya mengabaikan akun-akun digital yang tidak terpakai ini. Lebih dari sekadar sampah digital, akun-akun zombie ini dapat dieksploitasi oleh para penjahat siber untuk mengakses informasi pribadi dan data sensitif Anda.

Sebuah studi oleh Secure Data Recovery menemukan fakta mengejutkan: 94% responden mengaku memiliki satu atau lebih akun zombie—akun yang tidak digunakan selama minimal 12 bulan. Profil-profil yang terabaikan ini seringkali tetap aktif dan rentan, memberikan akses mudah bagi para penjahat siber untuk masuk ke dalam kehidupan digital Anda tanpa sepengetahuan Anda. Ini seperti meninggalkan pintu belakang rumah Anda terbuka lebar, menunggu seseorang untuk masuk.

“Akun yang belum Anda masuki selama lebih dari setahun? Akun itu masih ada,” demikian peringatan dalam studi tersebut, yang menekankan bahwa profil yang ditinggalkan rentan terhadap pembajakan.

Akun-akun yang tidak terpakai ini tidak terbatas pada platform musik atau belanja online. Platform berbagi foto seperti Dropbox, Tumblr, dan Flickr juga sering terlupakan. Yang lebih mengkhawatirkan, tren ini bahkan meluas ke kategori yang lebih sensitif, dengan aplikasi kencan seperti Tinder, OkCupid, dan Bumble berada di peringkat tertinggi dalam hal pengabaian. Di bidang keuangan, aplikasi seperti Acorns, Mint, dan YNAB juga sering dibiarkan tidak aktif, meskipun berpotensi menyimpan akses ke informasi pribadi atau keuangan Anda.

Banyak pengguna sekadar lupa bahwa akun-akun ini masih ada, berasumsi bahwa tidak aktif berarti akun tersebut telah dihapus. Dalam kasus lain, hilangnya minat menyebabkan pengabaian. Namun, asumsi ini sangat berbahaya.

Pandora menduduki puncak daftar layanan yang ditinggalkan, dengan 40% responden mengaku masih memiliki akun yang tidak digunakan, diikuti oleh Groupon dan Shutterfly. Ini mencerminkan tren yang lebih luas di mana pengguna meninggalkan platform yang dulunya populer.

Konsekuensi mengabaikan akun-akun ini jauh melampaui masalah kekacauan digital. Penggunaan kembali kata sandi di berbagai situs, terutama antara akun zombie dan login kerja atau perbankan, menciptakan risiko keamanan yang serius.

Secure Data Recovery memperingatkan: “Menggunakan login yang sama untuk akun Tumblr Anda yang berusia delapan tahun dan email kerja Anda yang aktif mungkin bukanlah ide yang baik.”

Bagaimana Cara Tetap Aman?

Untungnya, ada beberapa langkah yang dapat Anda ambil untuk melindungi diri dari ancaman akun zombie:

1. Tinjau Layanan yang Telah Anda Daftarkan: Periksa semua layanan yang telah Anda daftarkan. Jika Anda tidak lagi menggunakan aplikasi atau situs web tertentu, hapus akun tersebut. Jangan ragu untuk menghapus akun-akun yang sudah lama tidak digunakan. Lebih baik mencegah daripada mengobati.

2. Jangan Gunakan Kembali Kata Sandi:  Ini adalah aturan emas keamanan siber. Jangan pernah menggunakan kata sandi yang sama untuk beberapa akun. Jika satu akun diretas, semua akun yang menggunakan kata sandi yang sama juga berisiko.

3. Buat Kata Sandi yang Kuat dan Unik:  Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun. Manfaatkan manajer kata sandi untuk membantu Anda melacak semua kata sandi tersebut. Keunikan kata sandi sangat penting untuk menjaga keamanan akun Anda.

4. Periksa Pengaturan Privasi:  Periksa pengaturan privasi pada akun yang masih Anda gunakan. Beberapa platform mungkin berbagi informasi lebih banyak daripada yang Anda sadari. Atur pengaturan tersebut untuk membatasi informasi yang terlihat oleh orang lain.

5. Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA): 2FA menambahkan lapisan keamanan ekstra untuk melindungi akun Anda, bahkan jika kata sandi Anda diretas. Aktifkan fitur ini di setiap platform yang memungkinkan.

6. Gunakan Perangkat Lunak Antivirus : Gunakan perangkat lunak antivirus yang andal, terutama pada ponsel Android. Antivirus yang baik dapat memperingatkan Anda tentang aplikasi yang tidak aman dan mendeteksi jika perangkat Anda telah diretas.

7. Berhati-hati dengan Tautan yang mencurigakan: Hindari mengklik tautan yang mencurigakan, terutama yang berasal dari email atau pesan yang tidak dikenal. Tautan tersebut mungkin mengarahkan Anda ke situs web berbahaya yang menginstal malware di perangkat Anda.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat mengurangi risiko yang terkait dengan akun zombie dan melindungi informasi pribadi Anda dari para penjahat siber. Ingatlah, keamanan digital adalah tanggung jawab bersama. Jangan abaikan akun-akun terlupakan Anda, karena mereka mungkin menyimpan ancaman yang lebih besar daripada yang Anda kira.

Sumber : techradar.com

Example 300x600