HeadlineNasional

Operasi Masif Anti-Judol: Polri Amankan 259 Tersangka dalam 4 Bulan Terakhir

3
×

Operasi Masif Anti-Judol: Polri Amankan 259 Tersangka dalam 4 Bulan Terakhir

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, KANALBERITA.COM – Desk Pemberantasan Judi Daring (judol) mencatatkan prestasi signifikan dengan berhasil mengamankan 259 tersangka selama periode Mei hingga 26 Agustus 2025. Operasi komprehensif ini melibatkan berbagai level pelaku dalam ekosistem perjudian online yang semakin marak di Indonesia.

Direktur Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji, mengungkapkan pencapaian tersebut dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.

“Jumlah kasus yang berhasil diungkap sebanyak 235 kasus dengan menangkap 259 tersangka,” tegas Himawan.

Profil Tersangka Berdasarkan Peran

Data yang dirilis menunjukkan keberagaman peran dalam jaringan judi online yang dibongkar aparat. Dari total 259 tersangka, komposisinya terdiri dari berbagai tingkatan dalam struktur organisasi judol.

Kelompok terbesar adalah pemain dengan 200 orang tersangka, mencerminkan masifnya partisipasi masyarakat dalam aktivitas perjudian daring. Sementara itu, dari sisi operasional, terdapat 14 orang yang berperan sebagai penyelenggara dan 14 orang lainnya sebagai operator.

Tersangka lain mencakup 11 orang pihak perbantuan, 12 orang endorse, empat orang telemarketing, tiga orang admin, dan satu orang pengepul yang menjalankan fungsi koordinasi dalam jaringan tersebut.

Strategi Tiga Lapis: Penegakan, Pencegahan, dan Edukasi

Himawan menekankan bahwa pendekatan Desk Pemberantasan Judi Daring tidak hanya mengandalkan aspek represif, tetapi juga mengintegrasikan langkah-langkah preemtif dan preventif untuk mencegah penyebaran aktivitas judol.

Pada sisi pencegahan, tim khusus telah mengembangkan berbagai materi edukasi berupa iklan layanan masyarakat, flyer, dan program literasi digital. Kegiatan penyuluhan juga diselenggarakan dengan menghadirkan narasumber kompeten untuk meningkatkan kesadaran publik.

Kampanye Anti-Judol Masuk Bioskop

Salah satu inovasi dalam kampanye anti-judol adalah kolaborasi dengan jaringan bioskop untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Dirtipidsiber Bareskrim Polri telah memproduksi tiga iklan layanan masyarakat yang ditayangkan di bioskop.

“Kami bekerja sama dengan bioskop XXI untuk menayangkan (iklan layanan masyarakat) di 92 bioskop seluruh Indonesia sebelum pemutaran film. Tiga iklan layanan masyarakat tersebut telah ditayangkan sejak tanggal 21 Juni 2025 sampai dengan 20 Juli 2025,” ungkap Himawan.

Strategi ini dipandang efektif karena dapat menjangkau berbagai kalangan masyarakat yang menonton film di bioskop, terutama generasi muda yang rentan terpapar judi online.

Upaya Pemblokiran Masif Situs Judol

Selain penegakan hukum dan edukasi, kepolisian juga menjalankan fungsi monitoring dan pengajuan pemblokiran terhadap situs serta konten judi online kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi).

Himawan mengungkapkan angka yang mengejutkan terkait volume situs judol yang berhasil diidentifikasi. “Jumlah situs dan konten judi online yang telah diajukan blokir periode bulan Mei 2025 sampai dengan 26 Agustus 2025 sebanyak 93.012 situs dan konten,” katanya.

Angka fantastis ini menggambarkan betapa masifnya operasi judi online di Indonesia dan kompleksitas tantangan yang dihadapi aparat dalam memberantas aktivitas ilegal tersebut. (Antara)

Example 300x600