KANALBERITA.COM – Program magang nasional dinilai memiliki potensi besar untuk meredam ketegangan sosial di kalangan generasi muda. Pengamat ketenagakerjaan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Tadjudin Effendi, menyatakan bahwa program ini merupakan investasi sosial yang signifikan bagi sumber daya manusia.
Menurut Effendi, ketegangan sosial di kalangan anak muda seringkali tercermin dari maraknya tagar seperti #IndonesiaGelap dan #KaburAjaDulu di media sosial. Tagar-tagar tersebut dianggap sebagai ekspresi keresahan dan ketidakpuasan generasi muda terhadap kondisi yang ada.
Oleh karena itu, Effendi meyakini bahwa penanganan keresahan ini melalui program magang nasional dapat memberikan dampak positif. “Jadi, kalau ini (keresahan generasi muda) bisa ditangani dengan baik, maka kritik-kritik seperti itu, kegelisahan sosial gen Z, itu kan bisa diturunkan,” ujarnya.
Perkembangan Program Magang Nasional
Menteri Ketenagakerjaan telah secara resmi menutup pelaksanaan Program Magang Nasional 2025 Tahap I, yang berlangsung dari 20 Oktober 2025 hingga 19 April 2026. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) saat ini tengah menghitung jumlah peserta yang akhirnya direkrut oleh perusahaan tempat mereka magang.
Koordinator Nasional Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi (Kepala Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi, melaporkan bahwa sebanyak 1.185 perusahaan berpartisipasi sebagai penyelenggara magang dengan melibatkan 5.267 mentor. Total peserta yang terpilih melalui proses seleksi mencapai 16.112 orang, terdiri dari 14.952 peserta Tahap 1A dan 1.160 peserta Tahap 1B.
Dalam pelaksanaannya, jumlah peserta aktif mengalami penyesuaian, tercatat sebanyak 11.110 peserta untuk Tahap 1A dan 839 peserta untuk Tahap 1B, dengan total 11.949 peserta aktif.
Peserta yang menyelesaikan program magang selama enam bulan akan menerima sertifikat magang. Sementara itu, peserta yang mengikuti program kurang dari enam bulan namun lebih dari tiga bulan akan memperoleh surat keterangan magang.
Sumber : Antara











