HeadlineNasional

Mewujudkan Bogor yang Islami: Pengurus DDII Kota Bogor 2026–2031 Resmi Dilantik, Ketua Baru Canangkan Kaderisasi dan Kawasan Dakwah

×

Mewujudkan Bogor yang Islami: Pengurus DDII Kota Bogor 2026–2031 Resmi Dilantik, Ketua Baru Canangkan Kaderisasi dan Kawasan Dakwah

Sebarkan artikel ini
Dewan Da'wah
Foto bersama usai pelantikan Pengurus Dewan Da'wah Kota Bogor ( foto: istimewa)

BOGOR, Kanal Berita – –  Gedung DPRD Kota Bogor menjadi saksi bisu dimulainya babak baru perjalanan dakwah Islam di kota hujan. Pada Sabtu, 18 Juli 2026, Pengurus Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Kota Bogor untuk masa khidmat 2026–2031 secara resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang sarat makna. Pelantikan ini tidak hanya menandai pergantian tongkat kepemimpinan, tetapi juga menjadi momen penegasan kembali visi besar yang telah menjadi ruh gerakan dakwah sejak DDII berdiri pada 26 Februari 1967: mewujudkan kehidupan masyarakat yang Islami.

KH Roinul Balad: Lima Pilar Perjuangan untuk Bogor yang Islami

Ketua DDII Jawa Barat, KH Roinul Balad, yang hadir memberikan amanat dalam pelantikan tersebut, menegaskan bahwa seluruh pengurus yang baru dikukuhkan mengemban tanggung jawab yang tidak ringan: meneruskan dan menerjemahkan visi besar Dewan Da’wah ke dalam program-program dakwah yang kontekstual dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat Kota Bogor.

“Visinya adalah mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang Islami. Datang ke Bogor berarti mewujudkan kehidupan masyarakat Kota Bogor yang Islami,”

— KH Roinul Balad, Ketua DDII Jawa Barat

KH Roin — demikian ia akrab disapa — kemudian menjabarkan lima pilar perjuangan Dewan Da’wah yang harus menjadi panduan kerja seluruh pengurus. Pilar pertama adalah pengawalan akidah umat dari ancaman pemikiran yang merusak keimanan.

“Sekulerisme, Liberalisme, Pluralisme dan isme-isme yang lain, sekarang ada juga LGBT-isme yang merusak pemikiran kelompok sejenis,”

— KH Roinul Balad

Pilar kedua adalah penegakan syariat Islam dalam bingkai konstitusi, diwujudkan antara lain dengan mendorong lahirnya regulasi-regulasi yang bernilai Islami dari pemerintah. Pilar ketiga adalah pembangunan solidaritas dan kemitraan dengan berbagai lembaga dan elemen yang memiliki visi perjuangan yang sejalan.

“Oleh karena itu penting Dewan Da’wah bersinergi dan mendorong pemerintah khususnya dalam mengeluarkan regulasi yang Islami,”

— KH Roinul Balad

Pilar keempat adalah pembinaan umat secara menyeluruh — bukan hanya menyampaikan materi keislaman, tetapi sekaligus membentengi masyarakat dari ancaman yang dapat menggoyahkan keimanan dan ketakwaan.

“Dewan Da’wah membina masyarakat agar menjadi masyarakat Islami dan membentengi masyarakat supaya jangan kacau keimanan dan ketakwaannya,”

— KH Roinul Balad

Adapun pilar kelima adalah komitmen dalam menjaga keutuhan NKRI. KH Roin mengingatkan bahwa semangat ini tidak bisa dilepaskan dari sejarah organisasi yang didirikan oleh Mohammad Natsir — sang pencetus Mosi Integral yang berperan krusial dalam mengembalikan Indonesia menjadi negara kesatuan.

Ketua DDII Kota Bogor: Tim Hukum, Lintas Ormas, dan Kaderisasi Muda

Dalam sambutan perdananya sebagai Ketua DDII Kota Bogor periode 2026–2031, Ustaz Khalim memaparkan wajah baru kepengurusan yang ia pimpin. Penguatan kaderisasi dai menjadi prioritas utama yang ia canangkan dalam menghadapi kompleksitas tantangan dakwah yang terus berkembang.

Salah satu terobosan paling menonjol adalah kehadiran tim hukum dan advokasi umat dalam jajaran kepengurusan — sebuah langkah yang mencerminkan kesadaran bahwa dakwah di era ini tidak bisa dipisahkan dari aspek perlindungan hukum bagi umat.

“Kepengurusan kali ini kami lengkapi dengan tim hukum dan advokasi umat yang diisi akademisi fakultas hukum serta praktisi dari lembaga bantuan hukum,”

— Ustaz Khalim, Ketua DDII Kota Bogor 2026–2031

Kepengurusan ini juga dirancang secara inklusif dengan mengintegrasikan tokoh-tokoh dari berbagai organisasi Islam besar seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), dan elemen Islam lainnya. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata dari semangat ukhuwah dan kolaborasi lintas organisasi dalam memperkuat dakwah di Kota Bogor.

Di sisi regenerasi, Ustaz Khalim secara khusus membuka ruang yang luas bagi generasi muda untuk terlibat aktif di berbagai lini organisasi. Bagi Ustaz Khalim, memastikan roda kaderisasi berputar secara berkelanjutan adalah investasi jangka panjang yang tidak bisa ditunda.

ADI, Kawasan Dakwah, dan Wisuda 37 Peserta Agustus 2026

Dalam bidang pendidikan dakwah, DDII Kota Bogor terus mengokohkan Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Kota Bogor sebagai inkubator utama dalam mencetak para dai masa depan. Sebuah kabar gembira disampaikan Ustaz Khalim: wisuda ADI Kota Bogor dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026, kembali di Gedung DPRD Kota Bogor, dengan sekitar 37 peserta yang akan mengikuti prosesi kelulusan.

Selain itu, DDII Kota Bogor mengundang masyarakat luas, khususnya para lulusan SMA sederajat, untuk bergabung sebagai mahasiswa ADI reguler. Program ini menjadi batu loncatan bagi mereka yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir.

Membangun Masjid

Satu cita-cita besar yang juga dicanangkan Ustaz Khalim adalah pembangunan kawasan dakwah yang akan berfungsi sebagai pusat pendidikan, kaderisasi, dan berbagai aktivitas dakwah. Ia berharap impian tersebut bisa diwujudkan secara bertahap dalam lima tahun ke depan dengan dukungan dari seluruh elemen umat.

Pelantikan DDII Kota Bogor 2026–2031 ini menutup dengan ajakan Ustaz Khalim kepada seluruh jajaran pengurus untuk menjaga kekompakan dan mewujudkan program kerja secara nyata melalui kontribusi tenaga, pemikiran, dan dukungan dari seluruh lapisan umat. Di kota yang dijuluki sebagai Kota Hujan ini, Dewan Da’wah kembali menanam benih harapan — bahwa dakwah yang konsisten, terprogram, dan dijalankan dengan penuh keikhlasan akan berbuah masyarakat Kota Bogor yang Islami.[ ]

Example 300x600