KANALBERITA.COM- Pasukan Israel dilaporkan telah menahan seluruh sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi relawan dalam armada kapal kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang berlayar menuju Jalur Gaza. Penahanan ini menambah jumlah WNI yang saat ini berada di bawah kendali otoritas Israel.
Kementerian Luar Negeri RI bersama perwakilan negara terus berupaya melakukan pendekatan intensif dengan otoritas terkait untuk memastikan perlindungan bagi kesembilan WNI tersebut. Seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran akan dimaksimalkan agar mereka dapat kembali ke tanah air dengan selamat.
Indonesia kembali mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan. Pemerintah Indonesia terus menjalin dialog dengan negara lain yang juga memiliki warga negara yang tergabung dalam GSF untuk mengupayakan pembebasan para WNI, mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik langsung dengan Israel.
Upaya Diplomatik Melalui Negara Perantara
Dalam upaya negosiasi pembebasan WNI yang ditahan Israel, Indonesia akan melibatkan Turki sebagai negara perantara. Duta Besar Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menyatakan bahwa Indonesia akan meminta bantuan Turki untuk memfasilitasi negosiasi. Hal ini mengingat warga negara Turki juga termasuk dalam GSF dan ikut ditahan oleh Israel.
“Saya yakin semua pihak kita ajak bicara untuk bisa membebaskan WNI kita, termasuk dengan Turki,” ujar Rizal saat dikonfirmasi.
Pasukan Israel dalam beberapa hari terakhir diketahui menyerang dan mencegat armada GSF di perairan internasional. Ratusan relawan, termasuk sembilan WNI, ditahan dalam upaya mereka menerobos blokade Israel. GPCI sendiri merupakan wadah atau delegasi nasional dari Indonesia yang bernaung di bawah inisiasi GSF.














