KANALBERITA.COM – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan wabah Ebola menyebar secara masif dari Republik Demokratik Kongo hingga merambah ke wilayah perbatasan Uganda melalui penularan lintas negara. Kondisi darurat ini dipicu oleh peningkatan jumlah kasus terkonfirmasi dan perluasan jangkauan geografis yang terdampak secara signifikan.
Berdasarkan data terbaru hingga Minggu (7/6), Republik Demokratik Kongo telah mencatat 515 kasus positif dengan 91 korban jiwa. Sementara itu, otoritas kesehatan di Uganda telah mengonfirmasi 19 kasus yang mencakup dua kematian serta satu kasus fatal tambahan yang diduga kuat berkaitan dengan virus mematikan tersebut.
WHO memberikan penilaian risiko yang sangat tinggi untuk wilayah Republik Demokratik Kongo dan kategori risiko tinggi bagi Uganda serta negara-negara tetangga yang berbatasan darat. Meski demikian, risiko penyebaran untuk wilayah Afrika lainnya maupun secara global untuk saat ini masih dinilai dalam kategori rendah.
Wabah kali ini melibatkan virus Bundibugyo (BVD) yang merupakan varian penyakit Ebola parah dan sering kali berujung pada kematian bagi penderitanya. Virus ini diyakini bersumber dari kelelawar pemakan buah dan dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh pasien atau hewan yang telah terinfeksi sebelumnya.
Upaya Penanganan Terpadu Lintas Benua
Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan, otoritas kesehatan nasional bersama mitra internasional mulai mengintensifkan berbagai langkah tanggap darurat guna menekan angka kematian. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Afrika bersama WHO secara resmi telah meluncurkan rencana kesiapsiagaan bersama untuk mendeteksi serta merespons pergerakan virus di tingkat benua.
“WHO saat ini menilai risiko wabah tersebut sangat tinggi untuk RD Kongo, tinggi untuk Uganda dan negara-negara tetangga yang berbatasan darat dengan wilayah-wilayah terdampak, serta rendah untuk wilayah Afrika lainnya dan dunia,” demikian informasi resmi yang disampaikan Organisasi Kesehatan Dunia tersebut pada Senin (8/6).
Setiap kasus yang ditemukan di Uganda sejauh ini diketahui memiliki keterkaitan epidemiologis dengan wabah di Kongo, termasuk adanya temuan infeksi sekunder pada tenaga medis. Penanganan medis kini difokuskan pada pemantauan ketat selama masa inkubasi virus yang berkisar antara 2 hingga 21 hari untuk memutus rantai penyebaran lebih luas.








