KANALBERITA.COM– Industri teknologi kembali diguncang kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, dikabarkan bersiap melakukan pemangkasan signifikan terhadap tenaga kerjanya global, dengan perkiraan mencapai 8.000 karyawan. Langkah ini disebut sebagai respons terhadap pergeseran strategi perusahaan yang semakin fokus pada pengembangan dan integrasi kecerdasan buatan (AI).
Seperti dilansir Reuters Jumat (17/4/ 2026), Meta berencana untuk memberhentikan sekitar 10 persen dari total karyawannya. Jika terealisasi, ini akan menjadi salah satu gelombang PHK terbesar yang pernah dilakukan Meta, menyusul restrukturisasi besar yang telah terjadi pada tahun 2022 dan 2023. Pada periode tersebut, CEO Meta Mark Zuckerberg telah memberhentikan sekitar 21.000 posisi sebagai bagian dari inisiatif “tahun efisiensi”.
Keputusan ini diambil meskipun Meta mencatat kinerja keuangan yang sangat kuat pada tahun sebelumnya, dengan pendapatan melampaui US$200 miliar dan laba mencapai US$60 miliar. Peningkatan pendapatan ini sejalan dengan investasi besar-besaran yang dilakukan perusahaan dalam riset dan pengembangan kecerdasan buatan.
Meta tampaknya sedang mengupayakan model organisasi yang lebih ramping. Hal ini tercermin dari keinginan para eksekutif perusahaan untuk mengurangi lapisan manajemen dan mengoptimalkan peran karyawan yang dibantu oleh teknologi AI. Strategi ini merupakan bagian dari transformasi besar perusahaan dalam menghadapi lanskap persaingan teknologi yang terus berkembang, terutama di ranah AI generatif dan agen digital otomatis.
Transformasi Organisasi Meta didorong oleh AI
Perubahan struktural juga terlihat dari reorganisasi divisi Reality Labs serta pembentukan grup baru bernama Applied AI. Tim ini didedikasikan untuk menciptakan agen AI yang mampu melakukan tugas-tugas kompleks secara otomatis, termasuk menulis kode. Selain itu, sebagian karyawan berpotensi dipindahkan ke unit Meta Small Business yang baru dibentuk bulan lalu. Berdasarkan laporan terbaru per 31 Desember 2025, Meta mempekerjakan hampir 79.000 orang di seluruh dunia, namun angka ini diprediksi akan terus menurun seiring berjalannya restrukturisasi.
Meskipun Meta menolak memberikan komentar resmi mengenai skala dan waktu pasti PHK, indikasi pengurangan tenaga kerja telah mulai terlihat di wilayah Bay Area, California. Laporan sebelumnya menyebutkan Meta berencana memangkas hampir 200 pekerjaan di Burlingame dan Sunnyvale.












