Kesehatan

Puluhan Juta Warga Indonesia Berisiko Terkena Penyakit Hati Kronis Tanpa Gejala

×

Puluhan Juta Warga Indonesia Berisiko Terkena Penyakit Hati Kronis Tanpa Gejala

Sebarkan artikel ini

KANALBERITA.COM – Kementerian Kesehatan RI memperkuat strategi pencegahan penyakit hati kronis yang diperkirakan menjangkiti sekitar 70 juta penduduk Indonesia akibat minimnya kesadaran akan deteksi dini. Penyakit ini menjadi ancaman kesehatan serius karena berkembang secara perlahan dan sering kali tidak menunjukkan gejala fisik yang nyata hingga mencapai stadium lanjut.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan bahwa banyak pasien baru menyadari kondisi kesehatannya ketika fungsi hati sudah dalam keadaan parah. “Penyakit hati kronis memiliki prevalensi yang tinggi. Karena itu kita harus memperkuat strategi promotif dan preventif,” ujar Budi dalam forum Healthy Liver Awareness for Indonesia di Jakarta pada Selasa (26/6).

Budi menekankan bahwa pemeriksaan awal merupakan kunci utama untuk menghindari komplikasi berat seperti sirosis atau kanker hati. Hingga saat ini, cakupan skrining hepatitis di Indonesia baru mencapai angka 10 persen, yang mana angka tersebut masih jauh di bawah target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebesar 90 persen.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI), Profesor David Handojo Muljono, menambahkan bahwa perluasan akses skrining sangat krusial mengingat hepatitis B kronis sering kali bersifat asimtomatik. “Banyak penyakit kronis, termasuk penyakit hati, berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun. Ketika gejala muncul, sering kali penyakit sudah berada pada tahap lanjut,” kata Budi saat memberikan penjelasan tambahan pada Selasa (26/6).

Tahapan Perkembangan Penyakit Hati

Hati memiliki peran vital dalam menyaring racun dari aliran darah, namun fungsinya akan menurun drastis jika terjadi penumpukan toksin yang memicu peradangan. Kondisi awal berupa hepatitis atau peradangan jaringan hati umumnya masih bisa disembuhkan, namun jika dibiarkan, peradangan kronis akan mengakibatkan pembentukan jaringan parut yang disebut fibrosis.

Pada tahap fibrosis, organ hati mulai mengeras sehingga aliran darah, oksigen, dan nutrisi menjadi terhambat. Jika kerusakan sel hati terus berlanjut tanpa penanganan medis yang tepat, kondisi ini akan berkembang menjadi sirosis yang bersifat permanen dan berisiko tinggi menyebabkan gagal hati total.

Meskipun gejalanya cenderung samar pada tahap awal, terdapat beberapa indikasi yang patut diwaspadai oleh masyarakat. Beberapa gejala tersebut meliputi nyeri pada perut bagian atas, munculnya rasa mual, kehilangan nafsu makan, hingga rasa lelah yang berlebihan tanpa penyebab yang jelas.

Example 300x600